5 Program Strategis Koperasi dan UMKM untuk Indonesia Maju

5 Program Strategis Koperasi dan UMKM

Koperasi sekarang ini mulai berkembang menyesuaikan pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang mengiringinya. Oleh sebab itu agar koperasi kita dapat berjalan maksimal dan berdaya saing membutuhkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi global sekarang ini.

Kementrian Koperasi yang juga membawahi Usaha Kecil dan Menengah bertekad membawa produk-produk koperasi dan UKM yang memiliki daya saing tinggi untuk memasuki pasar global.

Baca juga : Pemuda dan Koperasi

5 Program Strategis Koperasi dan UMKM
Kemenkop UKM, Teten Masduki ketika mengunjungi stand UMKM di Palembang. (sumber: instagram Kemenkop UKM)

Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan koperasi dan UKM sebagai andalan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan juga untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di tengah persaingan ekonomi global sekarang ini.

Pada konferensi pers yang diadakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM pada Selasa (5/11) lalu, hadir bapak Teten Masduki selaku Mentri Koperasi dan UKM di pemerintahan Presiden Jokowi yang baru ini.

Program strategis Kemenkop dan UKM

Dibutuhkan program khusus untuk membawa koperasi ke kancah dunia internasional. Oleh sebab itu atas ijin bapak Presiden dan sesuai dengan visi bapak Presiden yang ingin menjadikan Koperasi dan UMKM sebagai andalan dalam perekonomian Indonesia.

5 Program Strategis Koperasi dan UMKM
5 Program Strategis Koperasi dan UMKM

Berikut 5 (lima) program strategis yang disiapkan agar koperasi dan UKM dapat naik kelas, yaitu:

1. Memperbesar akses pasar

Program pertama yang dilakukan Kemenkop adalah memperbesar akses pasar baik di dalam dan di luar negeri yang membuka peluang naiknya permintaan akan produk-produk koperasi dan UMKM. Salah satu cara dalam membantu pemasaran produk koperasi dan UMKM kita yaitu dengan menggunakan penjualan online.

Kalo perlu dibuat regulasi agar para perusahaan aplikasi luar negeri ikut menjual dan mempromosikan produk koperasi dan UMKM. Jadi para produsen koperasi dan UMKM dapat bekerja maksimal memproduksi tanpa takut produknya tidak bisa dipasarkan.

2. Meningkatkan kualitas produk dan inovasi

Peningkatan kualitas produksi dan mengembangkan inovasi tentu saja diperlukan supaya dapat bersaing di dunia global. Pemerintah dalam hal ini Kemenkop dan UKM akan membantu menyediakan teknologi dan sarana pendukung yang dapat digunakan secara bersama-sama. Bahkan untuk sertifikasi produk pun Kemenkop dan UKM akan membantu baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, jelas Pak Teten lagi.

3. Agregrasi pembiayaan

Pentingnya agregrasi pembiayaan bagi para produsen terkait produk mereka. Dibutuhkan skema pembiayaan yang tepat dengan membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi off-taker produk UMKM dan avalis untuk pembiayaan. Kelancaran dan efisiensi transaksi bagi UMKM, juga kelancaran logistik untuk memperkuat daya saing di dunia global.

4. Pengembangan kapasitas manajemen

Agar kapasitas manajemen dan usaha koperasi dan UMKM dapat terwujud dibutuhkan usaha dalam bentuk pemberian konsultasi, pelatihan, pendampingan yang dilakukan oleh para ahli. Bukan hanya memperbaiki kualitas layanan, tapi juga dapat menambah pengetahuan untuk memasarkan produk mereka ke luar negeri.

5. Memberikan  kemudahan dan kesempatan dalam mengembangkan usaha.

Kemudahan dan kesempatan dalam mengembangkan usaha bagi koperasi dan UMKM mutlak diperlukan apabila mereka ingin produknya mendunia. Dengan langkah tersebut, produk-produk lokal akan dapat tampil sejajar di mal-mal besar di Indonesia dengan produk-produk branded luar negeri.

5 Program Strategis Koperasi dan UMKM
5 Program Strategis Koperasi dan UMKM

Kemenkop dan UKM juga menargetkan agar startup-startup baru di kalangan anak muda dapat tumbuh dan melibatkan universitas serta pusat-pusat UKM yang akhirnya akan membangkitkan tumbuhnya pengusaha-pengusaha muda.

Kelima program strategis tersebut diatas tidak akan berjalan begitu saja tanpa adanya dukungan lain, seperti menyediakan playing field atau ladang usaha yang sama bagi koperasi dan UKM dengan importir.

Baca juga : Praja Award, Penghargaan Koperasi Digital Indonesia

Koperasi dan UKM juga perlu pendampingan dan mitigasi hukum dari berbagai masalah yang mungkin terjadi. Termasuk diantaranya yaitu melindungi dari Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang mereka miliki dan resiko dari terjadinya fraud.

Kementrian Koperasi dan UKM berharap potensi yang ada dari berbagai sektor unggulan seperti perkebunan, pertanian, periklanan, fashion, makanan, minuman, bahkan hingga pariwisata dapat menjadi andalan dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja dan juga meningkatnya devisa. Kini saatnya koperasi dan UMKM naik kelas.

 

Leave a Reply