Berdakwah dengan Tulisan, Majalah Ummi Tetap Eksis di Era Digital

Kemajuan internet (digital) sekarang ini tidak dapat dipungkiri memang sangat membantu kita. Komunikasi jadi semakin dimudahkan. Informasi yang kita dapatkan pun menjadi lebih cepat kita terima. Kalau dahulu mendapatkan berita terbaru hari ini, kita baca ulasannya di keesokan harinya melalui media surat kabar (koran). Tapi sekarang, berita detik ini juga bisa langsung kita ketahui di waktu yang sama, berkat adanya media online. Lalu bagaimanakah nasib media-media cetak sekarang ini yang mau tidak mau harus menerima keberadaan media online? Akankah mereka tetap bertahan? Walaupun masih ada yang bertahan sampai sekarang, namun tidak sedikit juga yang akhirnya bertumbangan alias tutup.

wp-1490833518944.jpeg
Penulis dan rekan-rekan Blogger Muslimah (Dok: grup WA Blogger Muslimah)
Dari sekian banyak media cetak yang ada, majalah Ummi majalah muslimah yang sudah ada sejak 1998 masih tetap bertahan dengan misi dakwahnya. Tentunya tidak mudah bagi majalah Ummi bisa bertahan sampai sekarang ini. Alhamdulillah pada 21 Maret lalu, saya dan teman-teman Blogger Muslimah berkesempatan untuk bersilahturahmi dengan pejuang-pejuang dakwah Islami di majalah Ummi. Kantor redaksi yang bertempat di Jalan Mede No.42A Utan Kayu, Jakarta Timur inilah mereka menebarkan informasi melalui majalah Ummi. Pertama kali saya mengunjungi kantor redaksi Ummi, kesan hangat saya rasakan. Dan memang desain kantor yang homey ini membuat saya merasa mengunjungi keluarga sendiri, terlebih sambutan tuan rumahnya. Kebetulan sekali mereka tidak sedang dalam jadwal deadline, jadi bisa berbincang-bincang santai berdiskusi. Bersyukur hari itu tim redaksi Ummi yang sebagian besar didominasi perempuan hadir menyambut dan mendampingi kami, yaitu ibu Meutia Geumala selaku Pemimpin Redaksi, mbak Ami Rizal sebagai Redaktur Pelaksana sekaligus Editor, mas Didi Muardi pemegang Redaktur, mbak Isti Muthmainnah selaku Sekretaris Redaksi, mbak Raide Reporter, dan mbak Sinta Dewi sebagai Penanggung Jawab Ummi Online.
img_20170321_133628_1.jpg
Majalah Ummi versi cetak sudah ada sejak 1989 dan dengan berkembangnya jaman, meluncurkan Ummi Online di tahun 2014. Kalau di edisi cetak naskah sebelum diterbitkan melalui proses panjang, mulai dari pemilihan judul artikel, layout, desain sampul, pemilihan model, pemotretan sampai naik cetak dibuat berdasarkan rapat keredaksian dari usul-usul yang dikumpulkan dan juga kontribusi dari para pembaca setia Ummi. Artikel di majalah Ummi sangatlah variatif, mulai dari tema keluarga, kekinian, hobbi dan tentunya artikel Islami. Dibagian sisipan juga majalah Ummi menyediakan wadah khusus untuk buah hati kita. Dari artikel-artikel tersebut tim redaksi Ummi bekerja bahu membahu memberikan info terkini kepada pembacanya, karena Ummi sendiri tidak hanya tentang profit tapi juga membawa misi dakwah yang diembannya.
Banyaknya media-media cetak yang bertumbangan sekarang inimembuat tim redaksi  berupaya lebih untuk memaksimalkan ide-ide dan kreatifitas mereka. Tidak menutup diri akan menjamurnya media-media online Ummi pun kini hadir dengan versi online. Untuk Ummi online, artikel yang ditulis tidak hanya oleh tim redaksi tapi juga kiriman dari netizen pembaca Ummi online.Tim Ummi online setiap harinya memposting 10 artikel. Beda dengan versi cetak yang memang jadwal terbitnya sebulan sekali. Namun demikian ,majalah Ummi tetap mendapat tempat tersendiri di hati para pembaca setianya.Hal itu terbukti berdasarkan survey yang pernah dilakukan oleh lembaga survey AC Nielsen beberapa waktu lalu bahwa majalah Ummi dibaca minimal oleh 5 orang setiap terbitnya. Hal itu menandakan bahwa pembaca setia Ummi itu ada diantara gempuran media-media online yang sekarang ini berkembang cepat bak jamur di musim hujan.
Dari apa yang dijelaskan oleh ibu Meutia bahwa kontributor di majalah Ummi dan Ummi online tidak terbatas dari kalangan redaksi saja tapi juga menerima artikel-artikel dari pembacanya, yang tentu saja melewati proses editing. Para pembaca yang tertarik untuk mengirimkan artikelnya dapat menulis sesuai rubrik yang mereka inginkan dan yang tersedia di majalah Ummi dan Ummi Online. Tergelitik juga kami, Blogger Muslimah untuk mendapatkan tips dari rekan redaksi Ummi agar tulisan yang kita kirimkan dapat layak terbit. Menurut mbak Sinta ada beberapa poin yang harus kita perhatikan supaya artikel yang kita tulis dapat menarik minat pembaca dan layak terbit,yaitu:

  • untuk artikel yang diterbitkan secara online, tulislah artikel yang menjadi trending topics atau happening sekarang ini. Tema yang dipilihpun usahakan yang dekat dengan keseharian, misalnya tips membersihkan pakaian dari noda tinta yang membandel. Berbeda dengan media cetak, di media online judul artikel yang berupa angka ditulis dengan angka bukan huruf, misalnya “7 Tempat Wisata Air Terjun Terindah di Jawa Tengah”.
  • sedangkan untuk artikel yang akan diterbitkan di media cetak, tulislah artikel sesuai rubrik yang tersedia dan banyak pembacanya tapi jarang dilirik oleh penulis lain, sehingga kemungkinan untuk diterbitkannya mempunyai kesempatan besar.

Jadi tertarik ya untuk bisa menulis artikel di majalah Ummi dan Ummi online, apalagi ibu Meutia pun menantang kami, Blogger Muslimah untuk mengirimkan artikel yang nantinya akan diterbitkan. Sayapun sempat kepikiran dan berencana untuk men-challenge diri sendiri untuk menulis artikel kekinian untuk Ummi online. Semoga ya..Tinggal cari moment dan event yang pas dan yang sekiranya tidak menyimpang dari rubrik yg ada di Ummi online. Banyak ya ilmu yang saya dapat hari itu di kunjungan ke redaksi Ummi. Bukan hanya tali silahturahmi terjalin tapi juga mendapat transfer ilmu yang Subhanallah berguna sekali. Semoga kedepannya majalah Ummi tetap hadir dengan informasi-informasi yang bermanfaat dan berkembang seiring pertumbuhan dan perkembangan jaman. Terima kasih juga untuk Blogger Muslimah yang sudah memberi saya kesempatan mendapatkan ilmu dan teman-teman baru yang memotivasi saya untuk menulis dan menyampaikan informasi yang berguna di kemudian hari, seperti yang kita ketahui “Sampaikanlah, walau hanya 1 ayat”

wp-1490833415515.jpeg
rekan-rekan Blogger Muslimah dengan rekan redaksi Majalah Ummi (Dok: grup WA BM)
img_20170321_154603.jpg
 
HQ’17

0 Replies to “Berdakwah dengan Tulisan, Majalah Ummi Tetap Eksis di Era Digital”

  1. Oh ternyata media cetak itu berat juga bangun bisnisnya. Artikel2 yang fresh dan sesuai kebutuhan yang membuatnya bertahan. Moga2 yg mengisi artikel dimanapun dapat membuat hasil karya original.

    1. Bersaing dengan media online membuat mereka harus kerja ekstra agar tetap bertahan, tentunya dukungan dari pembaca setianya juga.

  2. ummi & annida majalah jamannya aku masih sekolah, belajar nulis otodidak ya dari 2 majalah itu

    1. Iihh keren.. Beruntung ya Ummi dan Annida masih bertahan

Leave a Reply