Berkah #Zakat360, Program Pemberdayaan Petani oleh Dompet Dhuafa 

Ramadan 1438H tahun ini telah berjalan hampir setengah bulan. Umat muslimpun banyak yang berlomba-lomba memanfaatkan bulan suci ini dengan lebih banyak beribadah shalat, zikir, membaca Al Quran juga berzakat. Zakat merupakan salah satu perintah Allah Subhanallahu wa Taalla bagi umat Islam.
Zakat, dalam segi istilah (menurut Wikipedia Indonesia) adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin, dhuafa, dsb).Zakat dari segi bahasa berarti bersih,suci, subur menurut ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Setiap umat Islam diwajibkan memberikan sedekah dari rejeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis dalam Al Quran diantaranya dalam surat Al Baqarah 2:43 yang artinya:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.

 Juga di surat At Taubah 9:71 yang artinya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong sebahagiaan yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat Allah, yang sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana”.

Zakat yang kita berikan memang seharusnya diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Selama ini yang kita kenal, zakat yang diberikan itu berupa uang (walaupun ada juga berupa barang) yang langsung diberikan kepada yang berhak. Namun tanpa disadari, zakat berupa uang yang kita berikan itu akan habis begitu saja bila tanpa ada usaha untuk mengelolanya hingga bisa berkelanjutan.
Disinilah Dompet Dhuafa hadir dan berperan untuk menjadi penyambung bagi si pemberi zakat dan si penerima zakat. Dompet Dhuafa (DD) adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang bertujuan mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, Wakaf) serta dana lainnya yang halal dan legal baik dari perorangan, kelompok, perusahaan, maupun lembaga. 
Selama hampir 24 tahun, DD memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. Zakat yang dititipkan para pemberi zakat dikelola oleh DD agar dapat diserahkan dan digunakan oleh yang berhak,  hingga dapat dimanfaatkan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Salah satu kontribusi DD di bidang ekonomi yang telah dilakukan DD yaitu  melalui Karya Masyarakat Mandiri (KMM) yang membantu petani mengembangkan potensi lahan dan sumber daya yang ada tapi juga membuat mereka mandiri dan berdaya guna. 
Kemitraan KMM dan DD membantu petani yang tidak hanya berupa pendampingan saja, namun juga modal pertanian (input budidaya berupa : pupuk, benih unggul, pestisida organik, plastik sungkup, green house), pelatihan budidaya pasca panen serta bantuan pemasaran ke agen-agen sayur di Bogor dan sekitarnya. 

Ki-atas : mas Beni, Ki-bawah : kang Asep dan salah satu petani binaan, Kanan : mas Salman, mas Bani (Dok : penulis)
Seperti yang dijelaskan pihak Corporate Communication DD (yang diwakili oleh mas Beni, Salman, Bani) bahwa sebaik-baiknya berzakat yaitu memberikan “kail” kepada mereka yang berhak, tidak hanya berupa “ikan“nya saja. Dengan tagline #zakat360 DD juga membidik penerima zakat agar tepat sasaran dan  dapat memberikan perubahan kehidupan yang layak hingga membuka mereka dari belenggu kemiskinan. 
Bersama rekan blogger dan media pada tanggal 6 Juni 2017, DD memperkenalkan kami langsung ke lokasi KMM yaitu Paguyuban Sumber Jaya Tani di desa Sindangjaya, kecamatan Cipanas, kabupaten Cianjur. Desa dengan ketinggian 900-1.000 meter diatas permukaan laut (mdpl)ini, merupakan wilayah berudara sejuk yang mempunyai dataran tanah yang cocok bagi perkembangan lahan pertanian.
Penulis di depan salah satu green house tanaman kale
Di desa Sindangjaya inilah program Green Horti (Mustahik Move to Muzaki) dari Divisi Pertanian Sehat,  Masyarakat Mandiri, DD dilakukan. Mustahik adalah orang yang menerima zakat, sedang Muzaki adalah orang yang memberikan zakat. Diharapkan dengan program ini para petani penerima zakat dapat meningkat kesejahteraannya hingga menjadi pemberi zakat dan membantu di lingkungannya. 
Dari meeting point di Pejaten Village, kami berangkat ke desa Sindangjaya pukul 11.00 dengan menggunakan mobil operasional DD. Alhamdulillah perjalanan selama 2(dua) jam kami lalui dengan lancar dan selamat tiba di lokasi. Setelah beristirahat dan shalat dzuhur, kamipun bergerak menuju lokasi pertanian dengan berjalan kaki. 

Diatas lahan seluas kurang lebih 6ha, sebanyak 30 petani yang terdaftar dan bernaung di Paguyuban Sumber Jaya Tani mengelola lahan tersebut. Masing-masing petani mengelola lahan seluas 2.000 meter persegi, dengan rincian 500 meter persegi untuk pertanian organik dan 1500 meter persegi untuk pertanian konvensional. 
Komoditas sayuran yang ditanam di area ini beraneka macam, diantaranya brokoli, wortel, pakcoy, buncis, kacang merah, timun jepang, kailan, bayam jepang, jagung, lobak, seledri, bit, selada, kol, kembang kol, dan daun bawang. 

Di program Green Horti ini terdapat seorang pendamping yang membantu para petani membangun dan memberdayakan pertanian mereka. Salah satunya yaitu kang Asep Hambali yang bertugas sebagai pendamping di desa Sindangjaya dan sudah berjalan setahun ini. 
Ki : Susunan pengurus di Paguyuban Ka: pak Maman, ketua Paguyuban (Dok : penulis)
Seperti yang dijelaskan kang Asep, komoditas yang ditanam petani ini memiliki daya serap tinggi di tingkat konsumen. Oleh sebab itu para petani diberikan pelatihan budidaya sayur organik, pasca panen, pengepakan juga pemasaran. 

Kendala-kendala ataupun ide-ide yang mereka temui pun dibicarakan dan dicari solusinya bersama-sama, seperti pemasaran yang masih terbatas di pasar lokal/sekitar Bogor. Untuk menembus supermarket besar mereka menemukan kendala di pembayaran. Karena modal yang kecil jadi mereka membutuhkan pembayaran tunai untuk diputar kembali sebagai modal dan kehidupan sehari-hari mereka.
Paguyuban Sumber Jaya Tani sadar bahwa persaingan sayur mayur di masyarakat luas sudah sangat mengkhawatirkan terutama produk impor. Kecenderungan masyarakat kita yang menggandrungi sayur mayur impor tak lepas dari peran serta pengelolaan pertanian dari negara misalnya packaging, pengolahan, serta kualitas penyortian sayur mayur yang melalui seleksi mutu kesehatan. 
Oleh sebab itu Paguyuban Sumber Jaya Tani mengolah pertanian menggunakan unsur-unsur yang alami atau organik. Didukung juga dengan pengemasan yang modern dengan meningkatkan kualitas kebersihan, sehingga menimbulkan daya saing ekonomi yang tinggi serta menambah sisi kualitas sayur mayur yang terbaik. 
Dengan tema gerakan #zakat360 diharapkan para petani sayur di Cipanas ini bisa meraih kemandirian ekonomi. Manfaat #zakat360 juga dapat terwujud seperti yang dialami oleh pak Maman, ketua Paguyuban Sumber Jaya Tani. Sebelum mengikuti program Green Horti ini pak Maman dan anggota Paguyuban lainnya hidup dalam kesusahan. Hasil panen banyak yang tidak bagus dan terjerat rentenir atau tengkulak. 
Setelah mengikuti program Green Horti bersama DD ini, pak Maman dan petani lainnya merasakan manfaatnya. Untuk menjamin kelangsungan paguyuban, merekapun mengadakan iuran wajib sebesar IDR500.000,- per 4(empat)bulan yang  bisa  dicicil. Juga ada iuran sukarela yang besarnya mulai dari IDR10.000 tiap bulan. Iuran itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai modal untuk membeli benih unggulan, juga bisa digunakan untuk keperluan lainnya. 
Setelah mendengar dan melihat sendiri hasil nyata program Green Horti dari petani di desa Sindangjaya, saya dan rekan-rekan blogger dan media merasa wajib untuk menyebarkan virus kebaikan ini ke masyarakat. Agar masyarakat juga mengetahui bahwa zakat yang dikelola dengan baik bisa menaikkan derajat si penerima zakat. 
Memberi bantuan sangat dianjurkan, akan lebih bermanfaat lagi apabila bantuan berupa zakat kita itu bisa berkelanjutan apalagi kalau dapat mengentaskan kemiskinan. Karena kondisi kemiskinan memang harus dihadapi dan dientaskan secara serentak dari semua sektor. 
Dengan jargon lima lingkaran kemiskinan, miskin secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan agama, Dompet Dhuafa melalui #zakat360 bisa dijadikan landasan perubahan ekonomi. Mari kita berzakat dengan bijak dan tepat sasaran dengan #zakat360 buka belenggu kemiskinan. 

Dompet Dhuafa dan #zakat360 dapat diakses melalui :
Website : www.dompetdhuafa.org
Facebook, Instagram, Twitter : @Dompet_Dhuafa
HQ’17

12 Replies to “Berkah #Zakat360, Program Pemberdayaan Petani oleh Dompet Dhuafa ”

  1. Bagus program ini, jadi alangkah baiknya kita bersedekah melalui Badan Duafa karena bisa tepat sasaran dan bermanfaat bagi si penerima. Daripada asal sedekah tahunya penipu seperti yang baru tertangkap beberapa waktu lalu.

    1. Setuju mbak.. Dgn program ini mereka malah diangkat derajatnya dari yg menerima zakat setelahnya menjadi pemberi zakat.

  2. Ketika kita tahu bahwa zakat mempunyai banyak manfaat maka kita jadi merasa malu yang hanya mengeluarkan zakat hanya zakat fitrah saja. Sedangkan sedekah cuma sekedarnya saja. Ampun deh ternyata kita pelit ya. Yuk zakat

    1. Bener mpok, padahal dengan berzakat malah semakin memperluas rejeki ya..

  3. Saya dulu kerja sebagai amil zakat di dua lembaga amil zakat nasional. . jadi insyaAllah support lah program2 yang seperti ini. Beberapa kali zakat dan qurban kita salurkan ke LAZ seperti DD, bergantian jg ke RZ, ACT dan PKPU.
    Kalau bisa orang org sebaiknya zakat dan infaknya di salurkan ke lembaga seperti ini, krn mereka itu jelas programnya, amanah, profesional, dan ga sekedar membagi ikan saja, tp mustahik diberdayakan. Laporan ke muzzaki jg jelas banget dan transparan

    1. Aamiin, semoga dengan diviralkannya #zakat360 ini yg msh bingung mo berzakat kmn jd punya pilihan

  4. “dalam rezeki kita ada hak orang lain” itu pas banget ya?
    agar kita selalu bersyukur

    1. Setuju, bersyukur kita diberi kecukupan

  5. […] Dengan tema gerakan #zakat360 diharapkan para petani sayur di Cipanas ini bisa meraih kemandirian ekonomi. Manfaat #zakat360 juga dapat terwujud seperti yang dialami oleh pak Maman, ketua Paguyuban Sumber Jaya Tani. Sebelum mengikuti program Green Horti ini pak Maman dan anggota Paguyuban lainnya hidup dalam kesusahan. Hasil panen banyak yang tidak bagus dan terjerat rentenir atau tengkulak. https://hiquds.wordpress.com/2017/06/10/berkah-zakat360-program-pemberdayaan-petani-oleh-dompet-dhua… […]

  6. […] Bertempat di Kebun Indonesia Berdaya, desa Cirangkong, kecamatan Cijambe, kabupaten Subang, Jawa Barat, kami menyaksikan area pengelolaan ternak hewan kurban. Sebenarnya ini kali kedua saya mengunjungi Kebun Indonesia Berdaya.  […]

Leave a Reply