Bincang Sehat Prodia: Deteksi Dini Kanker Serviks dan Pencegahannya 

Banyak berkembangnya virus-virus penyakit saat ini tentunya membuat kita prihatin. Apalagi virus penyebab kanker serviks yang sering kali menimpa kaum perempuan, seperti yang sedang terjadi pada public figure kita, Julia Perez alias Jupe. Kanker serviks masih menempati urutan tertinggi penyebab kematian perempuan-perempuan di dunia juga di Indonesia. Tidak semua kanker dapat diketahui sejak dini, salah satunya kanker serviks. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita, kaum perempuan lebih aware dengan organ intim dan organ reproduksi kita.  

Ki-ka : ibu Lina dan ibu dr.Rini Budiarti dari Prodia Women Health Center
Pada tanggal 30 April lalu, bertempat di Mall Pejaten Village dalam rangkaian acara Kemilau HUT ke5 (lima) komunitas Wajah Bunda Indonesia (WBI) menggelar Bincang Sehat, Deteksi Dini Kanker Serviks dan Pencegahannya bersama Prodia. Hadir ibu dr.Rini Budiarti, dokter Spesialis di Women Health Center Prodia sebagai narasumber dan ibu Lina, petugas di Prodia sebagai pemandu acara. 
Seperti yang dijelaskan ibu dr.Rini bahwa penyebaran virus kanker serviks itu tidak menimbulkan gejala apa-apa, bahkan dapat terjadi pada orang yang sudah bersih sekalipun. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang terdiri dari lebih 100 tipe yang disebut Papiloma. Karena virus ini sering menimbulkan wartzs atau benigna (wartzs adalah tumor epidermal yang disebabkan virus Papiloma atau proliferasi jinak mirip kutil). HPV genital sangat berkaitan erat dengan terjadinya kanker leher rahim dan kanker mulut rahim. 
Dok: dari google
Penyebaran HPV penyebab kanker serviks sama sekali tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu banyak sekali perempuan-perempuan yang pada akhirnya kedapatan mengidap kanker serviks sudah stadium lanjut.   
Kanker serviks dapat terjadi pada wanita yang aktif secara seksual dan berusia muda (14-16th) yang sudah melakukan hubungan seksual. Kok bisa ya usia muda beresiko tinggi terkena kanker serviks. Karena usia muda masih mengalami perubahan hormon yang besar dan kondisi sel rahim mereka masih immature (belum berkembang sempurna). Untuk yang sering berganti pasangan pun beresiko tinggi karena kemungkinan terpaparnya HPV semakin besar dari orang yang berbeda-beda. 
Dok: dari google
Secara garis besar yang tergolong berisiko terkena infeksi HPV yaitu :

  • perempuan yang berusia dibawah 30 tahun,semakin muda semakin tinggi resikonya. 
  • perokok 
  • penderita gangguan sistem kekebalan tubuh seperti AIDS 
  • peminum steroid seperti pada penderita Systemia Lupus Erythematosus 

Oleh sebab itu sudah seharusnya kita, para wanita lebih memperhatikan kesehatan organ intim dan organ reproduksi kita, salah satunya dengan melakukan Papsmear. Papsmear dilakukan untuk mengetahui perumahan bentuk sel leher rahim. Papsmear sendiri dapat dilakukan tidak hanya di rumah sakit, tapi juga di klinik yang mempunyai fasilitas laboratorium dan tenaga medis lengkap  seperti Prodia. 
Sebelum melakukan papsmear ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

  • Papsmear dilakukan 5 hari setelah selesai haid 
  • Tidak menggunakan obat-obatan 2-3 hari sebelumnya 
  • Tidak melakukan hubungan suami istri 1 hari sebelumnya 

Prodia memiliki layanan khusus yaitu Prodia Women Health Center (PWHC) yang merupakan wujud dari komitmen layanan sepenuh hati Prodia bagi para wanita dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. PWHK didesain khusus dengan gaya dan sentuhan kewanitaan, dimana ketika melakukan pemeriksaan kita akan disambut dengan interior yang lembut dan homey dan ruang pelayanan yang nyaman. 
Layanan khusus PWHC antara lain:

  • Memiliki tenaga ahli medis yang menjaga pemeriksaan kesehatan wanita 
  • Layanan lengkap dan disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan wanita 
  • Dilengkapi dengan edukasi dan layanan penelitian untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan wanita 

Jadi tidak ada salahnya apabila sudah seharusnya kita lebih memperhatikan kesehatan kita. Jagalah sehat sebelum sakit. 
Pada event bincang sehat bersama Prodia itu, saya dan rekan blogger lainnya berkesempatan mendapatkan voucher tes lab dari Prodia. Waah beruntung  sekali ya.. Sayapun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Selang beberapa hari kemudian, sayapun mendatangi laboratorium  klinik Prodia yang berlokasi di Prodia Tower Lt.1-3, Jalan Kramat Raya no 150. Klinik yang menempati gedung sendiri itu merupakan kantor pusat Prodia. Setiba disana petugas mempersilahkan saya untuk ke lantai 2(dua), dimana terdapat ruangan untuk mengambil darah juga meja registrasi. Saya mendapat antrian pukul 11.00 dimana sebelumnya saya sudah melakukan puasa dimulai dari pukul 23.00 malam. Setelah melakukan registrasi sayapun mendapat giliran untuk diambil darah, hanya memakan waktu beberapa menit. Untuk hasil, saya diminta untuk kembali 4 jam kemudian. Sambil menunggu hasil tes saya diberikan, saya sempat melihat ada semacam pipa panjang transparan yang berada pas di langit-langit ruangan lantai 1(satu). Karena penasaran, saya pun bertanya pipa apakah itu,  yang ternyata pipa tersebut merupakan sarana untuk menurunkan tabung-tabung darah pasien yang diluncurkan dari lantai 2(dua) ke lantai 1(satu)menuju ruang laboratorium pemeriksaan. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses pengujian setelah darah diambil untuk dibawa ke laboratorium. 

Dok: penulis
Alhamdulillah, hasil tes darah saya hari itu normal semua. Bagaimanapun saya tetap harus bisa menjaga kualitas makanan dan gaya hidup sehat untuk kesehatan saya. Terima kasih Prodia, terima kasih WBI untuk event bincang sehat yang bermanfaat sekali. 
Untuk informasi lebih lengkap mengenai jadwal operasional klinik laboratorium Prodia dapat menghubungi :
Kantor Pusat (021)314-4182
Website : www.prodia.co.id
Facebook : Laboratorium Klinik Prodia 
Twitter : @Prodia_Lab

0 Replies to “Bincang Sehat Prodia: Deteksi Dini Kanker Serviks dan Pencegahannya ”

  1. wah penting banget ini infonya buat kaum wanita..nice info mba 🙂

  2. Wuah ikutan senang dengarnya ya Bun. Hasil tes labnya baik. Sehat2 buat Bunda disana. Infonya bermanfaat sekali. Ternyata organ intim kewanitaan kita perlu melakukan papsmear setahun sekali. Semoga kita semua dilidungi kesehatannya selalu. Amin

    1. Iya.. Alhamdulillah. Tapi tetap hrs jaga pola makan.

Leave a Reply