Blogging, Hobby Yang Menjadi Profesi 

Dunia tulis-menulis bukanlah hal yang baru untuk saya. Pertama kali mengenal tulis menulis dan mulai menyukainya, awalnya karena pengen mencurahkan perasaan dan cerita tentang kejadian-kejadian di sekolah sewaktu di sekolah dasar dulu. 
Pertama kali saya menulis itu sewaktu di SD kelas 5 di buku harian (diary) kecil yang saya beli dari uang saku sekolah. Tulisan saya dulu memang banyak tentang curhatan hati, karena saya termasuk orang yang introvert (tertutup). Dengan menulis saya merasa apa yang apa yang menjadi unek-unek saya bisa terlampiaskan.
Sekarangpun  tulis-menulis masih saya lakukan dalam bentuk blog, walaupun untuk tulisan curhatan tidak saya publish untuk umum. Menulis di buku harian sudah lama tidak saya lakukan sejak saya mengenal blog. 
Blog itu apa sih ya? Blog itu merupakan suatu sarana berupa tulisan ungkapan pribadi pemiliknya yang ada dalam bentuk . Bisa berupa fiksi, non fiksi atau pengalaman pribadi terhadap suatu kejadian atau benda. Blog pertama kali diperkenalkan oleh Justin Hall, pada tahun 1994 seorang mahasiswa Amerika. Mulai popular di Indonesia pada tahun 2004.
Blogging menurut saya itu mengasyikkan lho. Selain dapat menciptakan sejarah kita yang berupa pengalaman kita sendiri, dengan blogging kita juga dapat menambah wawasan pengetahuan kita. Bahkan dengan blogging juga dapat menjadi sarana kita untuk mengembangkan hobi tulis menulis di buku harian. 
Dari curhatan-curhatan yang kita tulis tidak menutup kemungkinan dapat menjadi sebuah buku yang layak untuk dipublikasikan. Banyak lho penulis-penulis sekarang yang awalnya dari ngeblog yang tulisannya menceritakan curhatan-curhatan perasaannya. Salah satunya penulis favorit saya yaitu Dee Lestari, salah seorang personil trio penyanyi yang gemar menulis dan akhirnya dapat membukukan tulisannya dan menjadi best seller seperti Supernova, Filosofi Kopi, Madre dan masih banyak lagi. 
Dengan dibukukannya tulisan kita dan akhirnya dicetak dan disebarluaskan tentu saja mendatangkan pundi-pundi rupiah. Banyak penulis yang akhirnya bisa menjadikan profesi penulis itu menjadi mata pencahariannya. 
Tidak sedikit juga yang dari tulisan kita tersebut akhirnya dilirik oleh suatu brand atau merk dagang untuk mempromosikan perusahaann mereka. Tidak hanya didunia bisnis, tulisanpun bisa merambah ke dunia politik, sebagai salah satu cara untuk mengkampanyekan seseorang atau partai atau golongannya dalam suatu pemilihan. 
Sah-sah aja sih selama kampanye yang ada di tulisan kita tentang salah satu partai politik yang kita dukung itu mengacu pada sumber yang benar dan terpercaya. Opini yang kita punya pun dapat tersalurkan dengan baik.
Membahas tentang blogging dan tips-tipsnya memang menarik minat saya, apalagi kalo ada workshopnya yang narasumbernya pakar di dunia blogging. Seperti workshop yang baru-baru ini saya ikuti bertema “Blogging: Hobby dan Profesi”. 

Ani Berta, Founder Indonesian Social Blogpreneur (ISB)
Workshop itu menghadirkan nara sumber mbak Ani Berta, founder dari komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB). Beliau telah lama malang melintang di dunia perbloggingan. 
Bermula dari hobi menulis di diary yang berlanjut dan berkembang menjadi volunteer untuk media social di Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Indonesia (KPPAI). Dari tulisannya itu yang akhirnya membuahkan hasil bukan hanya dari segi materi tapi juga pengalaman menjelajah berbagai tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia juga luar negri.
Workshop blogging kali ini diselenggarakan oleh Repzone yaitu forum silahturahmi para netizen yang digawangi oleh media Republika. Repzone berdiri baru setahun ini, tepatnya tahun 2016. Seperti yang dituturkan oleh bapak Irfan Junaedi, Pemimpin Redaksi Republika bahwa Repzone didirikan seiring dengan tumbuh pesatnya media sosial sekarang ini. 
Irfan Junaedi, Pemimpin Redaksi Republika
Walaupun Republika sebuah perusahaan media berita, tapi tidak menafikan kehadiran media social yang berkembang pesat dan menjamur di era milenial ini. Workshop blogging merupakan salah satu bentuk peduli Repzone terhadap keberadaan netizen agar dapat menambah dan berbagi ilmu.

Kembali membahas tentang blogging, ada beberapa kegiatan yang kita lakukan yaitu:

  • Menulis artikel tentang opini, reportase, fiksi dan non fiksi
  • Blogwalking ke blog-blog orang lain, dengan kita blogwalking juga menimba ilmu dari blog yang kit abaca dan jangan lupa tinggalkan komentar sebagai penanda jejak blog kita
  • Mencari referensi untuk menulis, referensi dapat kita peroleh dari buku, cantumkan judul buku dan pengarangnya agar kita tidak disangka plagiat atau copy paste tulisan orang lain, juga dari nara sumber dimana kita hadir di suatu workshop/event/seminar.
  • Membuat konten blog dengan tulisan tema tertentu, video, musik, anmasi, dll yang berkaitan dengan niche blog kita.
  • Optimasi SEO (Search Engine Optimalization )

Ada banyak tema yang dapat kita tulis di blog. Berbagai idepun biasanya kita peroleh terkadang karena kita melihat atau mengalami sesuatu. Dan semua itu dapat kita tuangkan di blog kita dengan mengembangkan dan mengimprovisasi setiap tulisan berdasarkan bahan yang kita peroleh. 
Bahan penulisan di blog itu banyak lho dapat kita temui seperti di lingkungan sekitar tempat tinggal kita, dari kejadian yang kita temui sewaktu kita ke suatu tempat, pengalaman pribadi akan sesuatu hal pun bisa juga menjadi bahan tulisan di blog kita. 
Selain pengalaman yang kita alami, terkadang kita juga suka mendengar cerita teman, keluarga tentang hal yang mereka alami. Dari cerita pengalamannya itu bisa kita tuliskan kembali tentunya dengan  tidak menulis jelas-jelas nama yang bersangkutan. 
Satu hal lagi yaitu melalui penelitian bahan ilmiah, apabila kita hendak menulis tentang sesuatu hal atau peristiwa tapi misalkan kita tidak begitu mengerti kita dapat melakukan observasi ke narasumbernya langsung.
Setelah medapatkan bahan tulisan untuk blog kita, sebaiknya rawat blog dengan baik. Dalam artian, lakukan penjadwalan atau update rutin. Kalo perlu buat jadwal untuk menulis di blog dan mempostingnya selama minimal 3x seminggu, bagusnya lagi kalo setiap hari. Tidak perlu menunggu event atau review produk baru kita menulis.
Setelah artikel ditulis dan di post di blog kita, jangan lupa untuk mensharenya ke google+ dan juga di seluruh media social yang kita ikuti. Jadi jangan disimpen sendiri, bagikan siapa tau itu memang berguna untuk orang lain. 
Terkadang kita suka menemukan spot foto yang bagus, abadikan tapi jangan lupa untuk di save dan diberi nama untuk album foto yang kita buat. Tidak hanya foto tapi juga video dan design sebaiknya kita update, capture lalu simpanlah untuk arsip apabila disaat mood kita kembali untuk menulis sudah ada stoknya. 
Yang terpenting, agar ilmu kita tentang bloging terupdate, rajinlah untuk mengikuti workshop, talkshow atau seminar-seminar. Syukur kalo dapat yang gratisan, kalaupun harus berbayar tapi bagus kenapa tidak? 
Jangan lupa kita juga dituntut untuk banyak membaca, karena dengan membaca dapat membuka wawasan dan menambah kosakata dalam menulis. Yang terakhir yaitu networking, membentuk jaringan dengan cara mencari teman sebanyak-banyaknya. Karena dengan networking, berarti kita juga ikut menyebarkan tulisan kita ke orang lain. Bagaimana orang akan membaca blog kita kalo kita tidak membuka pertemanan dan meshare tulisan-tulisan kita.
Blogging itu selain sebagai hobi, tempat pelampiasan dan mencurahkan perasaan, juga dapat berfungsi sebagai salah satu sumber mata pencahariaan. Ada banyak celah peluang sebagai blogger, yaitu sebagai book writer, copy writer dan juga content writer.

Peserta workshop
HQ’17

0 Replies to “Blogging, Hobby Yang Menjadi Profesi ”

  1. Keren sekali infonya seputar dunia blog, Mbak Hi Quds.
    jadi panduan saya yang baru belajar ngelog.

Leave a Reply

error: Jangan coba-coba copas yaa !!