Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk

Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk

Gigitan nyamuk keliatannya sepele ya..ahh paling cuma bikin bentol aja. Eh, tapi gak bisa lho kita anggap begitu, apalagi kalo nyamuk yang gigit kita itu termasuk jenis nyamuk Aedes Aegypti.

Tau donk nyamuk Aedes Aegypti itu kayak apa penampakannya. Nyamuk pembawa virus DBD (Demam Berdarah Dengue)ini memang khas. Berbeda dengan nyamuk jenis lain, nyamuk Aedes Aegypti ini mempunyai permukaan yang bergaris-garis (loreng-loreng)hitam putih.

Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk
Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk

Nah..nyamuk jenis ini nih yang berbahaya. Mereka hidup di tempat-tempat yang lembab, berair dan bersih. Disitulah nyamuk betina bertelur dan berkembang biak hanya dalam jangka waktu 12-14 hari. Bahkan sekali bertelur nyamuk betina menghasilkan hingga 150 telur/jentik.

Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk
Nyamuk Aedes Aegypti (pic by Pixabay)

Biasanya mereka mulai berkeliaran mencari sasaran di pagi dan sore hari. Tidak heran apabila seringkali kita tidak menyangka bahwa jenis nyamuk inilah pembawa virus DBD.

Hadir di kesempatan diskusi terbuka Meet Up Healthies bersama Kementrian Kesehatan yang bertema “DBD Bikin Baper” pada Rabu (07/02).

Narasumber yang hadir khusus di acara ini yaitu dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid selaku Direktur P2PTVZ dan dr. Gia Pratama, seorang dokter sekaligus influencer yang kerap mencuit di twitter tentang kesehatan.

Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk
Moderator ibu Widyawati
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi dan dr. Gia Pratama

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Nadia bahwa kita harus rutin menjaga kebersihan tempat-tempat yang diperkirakan menjadi sarang nyamuk.

Misalnya saja tempayan, gentong, ember, bak berisi persediaan air, genangan-genangan di sekitar rumah, di sudut-sudut atau bahkan di barang-barang yang tidak terpakai. Bahkan di pepohonan yang terdapat cekungan juga bisa menjadi sarang nyamuk.

Perlunya pemeriksaan tersebut juga diharapkan dilakukan oleh masyarakat dan setiap anggota keluarga. Apalagi sekarang ini di tiap rt dan rw di lingkungan kita telah ada petugas Jumantik yang membantu mengingatkan dan memberikan penyuluhan dan himbauan.

Selain dengan rutin membersihkan sarang-sarang nyamuk, kita juga dapat menggunakan alat atau menanam tumbuhan yang dipercaya berkhasiat mengusir nyamuk.

Tanaman seperti bunga Lavender, daun Serai, daun Tai Kotok, Kayu Putih selain bermanfaat juga sebagai penghias rumah kita.

 

Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk

Mentri Kesehatan, Nila F Moeloek dan dr. Gia Pratama

Selain kedua narasumber tadi, kami yang hadir di acara Meet Up Healthies juga dikejutkan dengan kehadiran Mentri Kesehatan ibu Nila F. Moeloek.

Di tengah kesibukan beliau masih menyempatkan diri untuk hadir dan berbincang santai tentang kesehatan. Sependapat dengan dr. Nadia, ibu Nila juga menjelaskan bahwa pencegahan DBD itu perlu dilakukan agar keluarga kita terhindar dari DBD.

Rumah yang bersih, rapi tentu saja selain indah dipandang juga membuat mood kita naik dan ga cepat baper. Selain menanam tumbuhan pengusir nyamuk, beliau juga menjelaskan tentang alat Larvitrap yang berfungsi sebagai penangkap nyamuk.

Jadi, dari pada menggunakan obat pengusir nyamuk yang berbahan kimia, sebaiknya kita menggunakan bahan alami yang tidak membahayakan diri kita juga ramah lingkungan.

Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk
Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk

Salah satu alat penangkap nyamuk yang sempat diperagakan yaitu Lavitrap. Alat sederhana dengan bahan-bahan daur ulang ini dibuat sedemikian rupa hingga nyamuk dapat terperangkap di dalam alat tersebut tanpa menggunakan bahan kimia.

Jangan lupa juga lakukan 3 M yaitu:

  1. Menguras tempat-tempat penampungan/persediaan air seperti bak mandi, ember, aquarium, vas bunga.
  2. Menutup tempat penampungan air dan juga lubang-lubang yang dapat terciptanya genangan air.
  3. Mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Namun usahakan barang-barang yang dikubur itu ramah lingkungan. Untuk barang-barang yang tidak dipakai, bu Nila berpesan agar sebaiknya di daur ulang.

Apabila lingkungan bersih dan kita dapat menjaga dan merawat lingkungan kita, maka InsyaAllah penyakitpun tidak akan mau singgah. Yuk #CegahDBD sekarang.

Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk
Bersama Mentri Kesehatan, ibu Nila F Moeloek

 

2 Replies to “Cegah DBD dengan Menjaga Kebersihan dan Membuat Lavitrap di Rumah sebagai Alternatif Penangkap Nyamuk”

  1. Kalau dirumahku yang sedang dibuat adalah si Larvitrap tapi jadi semacam PR gitu karena nanti pak RT akan berkunjung kerumah dan memeriksa apakah Larvitrapnya sudah dibuat.

  2. Petugas Jumantik tiap Jumat datang ke rumah rumah.

    Mpo suka dikasih obat tetes buat bak mandi.

    Jaga kebersihan kamar mandi demi kesehatan keluarga

Leave a Reply