Cegah Hepatitis Sedini Mungkin, Daripada Menyesal Kemudian

deteksi dini hepatitis

Lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi. Hehehe pernah ga dengar sepenggal bait lagu ini? Kalo saya mah ga mau deh sakit dua-duanya. Jangankan sakit hati, sakit gigi aja ogah.

Sakit hati memang bisa berkonotasi dua macam, sakit hati dalam arti mental, jiwa. Dan satu lagi, sakit hati dalam arti hati atau liver kita sakit atau disebut juga hepatitis.

Hepatitis berasal dari kata hepar yang berarti hati dan itis yang berarti radang. Hepatitis adalah sejenis peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Penyebab hepatitis sendiri kebanyakan karena virus, walau ada juga yang disebabkan oleh obat-obatan, perlemakan, alkohol dan parasit.

deteksi dini hepatitis

Virus Hepatitis

Penyakit hepatitis menjadi penyakit kronis yang berdampak serius termasuk di Indonesia. 1 dari 10 penduduk Indonesia ditengarai menderita hepatitis B. Sebagai silent killer, banyak pasien hepatitis tidak menyadari dirinya terinfeksi hepatitis setelah berada dalm stadium lanjut, bahkan tidak jarang yang sudah menjadi sirosis atau kanker hati.

Virus hepatitis menular melalui kotoran dan mulut untuk hepatitis A dan E, misalnya makanan yang terkontaminasi virus. Sedang hepatitis B, C dan D menular melalui kontak cairan tubuh seperti ibu hamil ke janinnya, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, kontak dengan darah penderita dan juga hubungan seks yang tidak aman.

Pencegahan Dini dengan Imunisasi

Pengendalian virus hepatitis berdampak sangat serius terhadap kenaikan kesehatan masyarakat. Indonesia sebagai negara endemis tinggi hepatitis sangat beresiko. Sejak tahun 1997 pemerintah telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir.

Dalam rangka peringatan Hari Hepatitis Sedunia, pemerintah Indonesia mengambil momentum tersebut dengan, mengusung tema “Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa”.

deteksi dini hepatitis
Mas Anjari, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes dan dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp.Pd K-GEH

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes dan dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp.Pd K-GEH pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli di kantor Kementrian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kerugian negara akibat hepatitis B pada ibu hamil sangat tinggi. Setiap tahun diperkirakan terdapat 120.000 bayi akan menderita hepatitis B dan 95% berpotensi mengalami hepatitis kronis (sirosis atau kanker hati) 30 tahun kedepan.

Bisa dibayangkan berapa biaya yang akan dikeluarkan pemerintah untuk mengobati setiap kasus sirosis, bila 1 kasus sirosis membutuhkan biaya hingga 1 Milyar?

Oleh sebab itu pemerintah melakukan strategi pencegahan infeksi vertikal hepatitis B melalui cara sebagai berikut :

  • Ibu hamil diperiksa screening hepatitis B
  • Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B wajib melakukan konsultasi
  • Semua bayi baru lahir diberikan vaksin hepatitis B maksimal 24 jam setelah kelahiran
  • Bayi dari hamil yang HBsAg reaktif, wajib mendapat tambahan HBIG mskdimsl 24 jam setelah kelahiran
  • Menyarankan ibu hamil dengan hepatitis B (HBsAg reaktif) untuk melahirkan di fasilitas kesehatan, agar tertangani dengan maksimal

Pentingnya imunisasi untuk mencegah menyebarnya penyakit hepatitis. Capaian pengendalian hepatitis di Indonesia sejak tahun 2016 mulai terlihat hasilnya yaitu:

  • sosialisasi melakukan faktor resiko penyakit hepatitis di 34 propinsi
  • melakukan imunisasi rutin hepatitis B pada bayi di 34 propinsi dengan pencapaian diatas 93,5%
  • deteksi dini hepatitis B sudah dapat dilakukan pada 34 propinsi dan 244 kab/kota
  • sebanyak 742.767 ibu hamil yang melakukan deteksi dini hepatitis B dan berhasil memproteksi 7.268 bayi terhadap ancaman penularan vertikal dari ibunya
  • memulai pengobatan hepatitis C dengan obat Direct Acting Antiviral (DAA) pada 13 propinsi yang diduga jumlah penderita hepatitisnya terbanyak.

Pengetahuan dan kesadaran yang tinggi terhadap bahaya hepatitis dan faktor resikonya harus terus diedukasikan kepada masyarakat untuk menyelamatkan jutaan rakyat Indonesia dari bahaya hepatitis. Mari mencegah dengan deteksi dini sebelum menyesal nantinya.

 

Jakarta, 3 Agustus 2018

HQ

 

 

 

 

 

23 Replies to “Cegah Hepatitis Sedini Mungkin, Daripada Menyesal Kemudian”

  1. ooh rawan ya bayi terkena hepatitis. Pantesan setelah lahir segera imunisasi. Gratis kok imunisasinya.

    1. Terima kasih sudah berkunjung ya.

  2. Hepatitis ternyata serem juga ya.. termasuk sillent killer karena gejalanya hampir gak ada harus rutin cek kesehatan dan jaga pola makan ya

    1. Iya, oleh sebab itu kita wajib deteksi dini sebelum terlambat.

  3. Serem banget ya hepatitis B 🙁

    Sharingnya berguna banget bun. Tq.

    1. Sama2, terima kasih juga sudah berkunjung ya.

  4. Hepatitis ini emang bahaya banget ya, penularannya bahkan katanya melebihi hiv, cepat. Semoga kita selalu diberi kesehatan

    1. Aaminn. Makasih sudah berkunjung ya.

  5. Nah imunisasi penting kan utk mencegah Hepatitis. Tapi kenapa makin banyak aja orang yg nolak imunisasi ya..

    1. Yah mungkin karena kesadaran mereka belum nyampe mbak. Padahal efeknya ke orang lain juga ya.

  6. Echi mustika says: Reply

    Kita harus jaga daya imun kita tetap kuat, karna jika daya imun lemah semua penyakit bisa saja masuk ke tubuh kita

    1. Setuju..terima kasih sudah berkunjung.

  7. Kalau dulu masyarakat awam lebih kenal dng penyakit kuning y , sekrng lebih beragam tipe penyakit ny y JD serem , terimakasih sharingnya

    1. Iya bun..makanya lebih baik deteksi dini ya.

  8. Penyakit yang masuk silent killer ini patut diwaspadai ya Mba, dampak yang ditimbulkannya cukup membuat ngeri

  9. Harus sedini mungkin lakukan cek up medis agar kita tahu status Hepatitis kita ya Mba Hida, semoga saja kita terhindar dari penyakit yang satu ini.

    1. Aamminn…makasih ya

  10. Hepatitis menjadi salah satu penyakit yg horor bgt utk aku. Duh bayangin cobak berapa bnyk uang yg hrs keluar utk biaya penyakit ini? Krn itulah kudu diperiksa sejak dini jika ada riwayat keluarga yg hepatitis.

    1. Yup, setuju. Terima kasih sudah berkunjung ya.

  11. Nah sosialisasinya semoga diperbanyak lagi ya mba biar makin banyak org yg aware terutama ibu buat minta vaksin pas habis ngelahirin. Thanjs for sharing mbaaa

    1. Sama-sama, semoga bermanfaat ya

  12. Betul banget pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kan kasihan sama calon bayi dampak dari hepatitis induknya.

    1. Setuju, terima kasih.

Leave a Reply