Siap Siaga Menghadapi Bencana Demi Keselamatan Bersama

hari kesiapsiagaan bencana 2018

Masih teringat jelas ketika bencana gempa bumi yang mengakibatkan tsunami di Aceh tahun 2004 lalu. Walaupun saya tidak berada dilokasi kejadian, namun melihat berita kejadian bencana tersebut melalui siaran televisi membuat saya bersedih dan membayangkan kepanikan masyarakat disana ketika bencana terjadi. Bencana tsunami di Aceh tersebut menjadi bencana nasional yang membuat seluruh warga Indonesia bahkan dunia berduka.

Beberapa bulan lalu, di Jakarta sempat beberapa kali mengalami guncangan akibat gempa bumi di wilayah Banten dan wilayah lain. Getarannya sangat terasa sekali di Jakarta dan beberapa wilayah lain di sekitar Banten. Kebetulan pada saat kejadian gempa bumi tersebut, saya sedang berada di lantai 4 gedung Perpusnas Jakarta. Sempat kaget ketika saya dan pengunjung yang sedang berada di ruangan kantin merasakan getaran hingga meja yang berada di depan kami bergoyang cukup keras. Beberapa orang berteriak “ada gempa, ada gempa!”, bahkan saya lihat ada yang mulai berlarian turun ke lantai bawah.

Namun saya sadari dari sekian banyak orang yang berada di ruangan itu tidak seorangpun yang otomatis berlindung di bawah meja bahkan termasuk saya sendiri. Ternyata kepanikan yang melanda membuat orang-orang tidak tanggap akan apa yang seharusnya dilakukan ketika bencana gempa bumi terjadi.

hari kesiapsiagaan bencana 2018
Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

Tanggap dan Siap Siaga

Tanggap dan siap siaga dalam menghadapi bencana ternyata bukan hanya menjadi tanggung jawab diri pribadi tapi juga keluarga, masyarakat sekitar bahkan instansi-instansi dan juga komunitas. Pembelajaran penting yang dapat kita ambil dari masyarakat Jepang dalam menghadapi bencana yaitu bahwa presentase korban selamat dalam durasi “golden time” saat bencana terjadi, berdasarkan survei disebabkan oleh:

  1. Kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 34,9%
  2. Dukungan anggota keluarga 31,9%
  3. Teman/tetangga 28,1%
  4. Orang lewat 2,60%
  5. Regu penolong 1,70%, dan
  6. Lain-lain 0,90%

Jelas sekali bahwa faktor yang paling menentukan saat menghadapi bencana adalah penguasaan pengetahuan penyelamatan dan kesiapsiagaan yang dimiliki oleh diri sendiri, keluarga dan komunitas sekitar. Itulah sebabnya mengapa diperlukan suatu momen untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

hari kesiapsiagaan bencana 2018
Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

Seperti yang kita ketahui bahwa wilayah Indonesia secara geografis terletak pada posisi rawan bencana, baik itu gempa bumi, tsunami, deretan erupsi gunung berapi (terdapat 129 gunung api aktif), dan gerakan tanah. Mengingat kerentanan tersebut, sudah seharusnya masyarakat kita dibangun tingkat awarenes/kesadaran dan kewaspadaan terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak.

Pada Kamis (26/04) lalu, tepat dicanangkannya sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018 (HKB2018) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada hari itu BNPB mengadakan upacara, simulasi dan demo mengenai kesiapsiagaan, kewaspadaan dan penanggulangan bencana. Dijadikannya tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana bertepatan dengan peringatan 11 tahun momen bersejarah kesadaran masyarakat Indonesia tentang penanggulangan bencana.

hari kesiapsiagaan bencana 2018
Press Conference Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018 dipimpin oleh Bapak Willem, Kepala BNPB (pic by: Sam Azhar)

BNPB mengundang rekan media, blogger, komunitas dalam peringatan HKB2018 di kantor pusat BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta. Pukul 8.00 pagi apel pagi dilaksanakan di halaman gedung BNPB, Jakarta yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB bapak Willem Rampangilei. Setelah apel pagi, sekita pukul 10.00 simulasi dan demo HKB2018 dilaksanakan. Kamipun berpencar menuju titik-titik demo dan simulasi, diantaranya di lantai 10, 5,3, 2 dan halaman gedung BNPB.

Rangkaian acara dalam rangka memperingati HKB2018 ini yang mengusung tema “Siaga bencana dimulai dari diri kita, keluarga dan komunitas” ini antara lain :

  1. Demo penggunaan Fire Block dan APAR
  2. Demo Penyelamatan dan Evakuasi anak-anak day care
  3. Demo Pemotongan Jeruji Dengan Cutter
  4. Demo Evakuasi Penyelamatan Luar Gedung dgn Repling dan Flying Fox
  5. Demo Pertolongan Henti Jantung/CVR
hari kesiapsiagaan bencana 2018
Persiapan Repling di simulasi HAri Kesiapsiagaan Bencana 2018
hari kesiapsiagaan bencana 2018
Persiapan Repling simulasi Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

Simulasi dan demo HKB2018 yang saya dan beberapa rekan media dan blogger saksikan  berada di lantai 10, yaitu simulasi evakuasi penyelamatan korban bencana dengan repling yang diperagakan langsung oleh bapak Willem dan beberapa stafnya. Skenario simulasi dimulai dengan tanda alarm berupa sirine. Kamipun bergegas mengikuti instruksi untuk tetap tenang dan jangan panik. Kemudian menuruni gedung dengan menggunakan tangga darurat sambil melindungi kepala dengan tangan.

hari kesiapsiagaan bencana 2018
Proses Evakuasi di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

Apabila pada saat bencana terjadi kita berada di dalam gedung bertingkat, memang sebaiknya tidak menggunakan lift untuk menuruninya. Dan apabila ada yang terjebak dalam gedung sementara tidak memungkin untuk menuruni tangga, maka tim penolong akan membawa korban atau pengunjung gedung dengan menggunakan teknik repling dan flying fox seperti yang diperagakan oleh bapak Willem dan stafnya.

Seperti yang dikatakan bapak Willem dalam press conference sebelum simulasi dan demo dilakukan, bahwa aksi kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana ini dimaksudkan sebagai edukasi publik melalui gerakan kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan seluruh komponen pemerintahan, masyarakat, komunitas, serta khususnya keluarga dan diri kita sendiri. Dengan membangun kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait dengan  kesiapsiagaan bencana.

hari Kesiapsiagaan Bencana 2018
Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

Perhatikan Hal-hal Mendasar

Adapun poin-poin penting ketika menghadapi bencana adalah:

  • Jangan panik, sebisa mungkin tetap berusaha tenang, karena dengan ketenangan, kita dapat berpikir jernih apa yang harus kita lakukan di situasi bencana.
  • Berlindung dibawah meja, ketika gempa terjadi.
  • Lindungi bagian kepala dengan benda seperti buku atau dengan tangan.
  • Apabila sedang berada di gedung bertingkat, turuni tangga darurat dengan berjalan. Jangan gunakan lift.
  • Apabila sedang berada diluar ruangan, hindari/jauhi gedung.
  • Pantau info terkini melalui sumber yang dapat dipercaya, bukan pada berita-berita hoax.
hari kesiapsiagaan bencana 2018
Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018

Hal-hal mendasar seperti inilah yang diharapkan dapat disadari oleh masyarakat kita, hingga kita dapat #siapuntukselamat dan melindungi diri sendiri juga orang-orang disekitar kita. BNPB sebagai lembaga pemerintah tentu berharap seluruh orang yang tinggal di Jndonesia dapat selamat dari bencana.

hari kesiapsiagaan bencana 2018
Blogger #siapuntukselamat di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2018 (pic by: Kiki H)

 

Leave a Reply