Haul Gus Dur ke 9 : Implementasi Pemikiran Ekonomi Kerakyatan

Implementasi pemikiran ekonomi kerakyatan Gus Dur

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya”

Ir. Soekarno

Tidak dipungkiri,  keberadaan seorang pemimpin bangsa membawa pemikiran-pemikiran yang sedikit banyak membawa perubahan bagi suatu bangsa. Begitu pula halnya dengan pemimpin di negara kita, Republik Indonesia.

Implementasi pemikiran ekonomi kerakyatan Gus Dur

Siapa yang tidak mengenal Gus Dur, seorang Presiden Republik Indonesia yang ke 4 yang memiliki pandangan dan pemikiran kerakyatan jauh ke depan.

K.H Abdurrahman Wahid atau biasa disapa akrab dengan Gus Dur yang lahir 7 September 1940 di Jombang, Jawa Timur dan wafat pada 30 Desember 2009 di Jakarta.

Selain dikenal sebagai tokoh pluralisme dan kerukunan antar umat beragama, juga dikenal sebagai pemikir dan pejuang Ekonomi Kerakyatan.

Implementasi Ekonomi Kerakyatan dan Desa

Pola pikir dan gagasan yang beliau miliki sesuai dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan maritim. Gus Dur adalah sosok guru bangsa, dengan gayanya yang sederhana, namun pemikirannya jauh ke depan.

Tidak banyak yang tahu dan dikupas publik tentang beliau. Visi ekonomi pemikiran beliau diterapkan dalam masa pemerintahannya yang walau dalam hitungan singkat namun membawa efek yang mencerahkan.

Visi ekonomi pemerintahan beliau dibangun diatas pondasi untuk melindungi kepentingan sebagian masyarakat Indonesia yang masih tertinggal, tidak mampu, miskin dan kaum marjinal.

Beliau juga dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dengan menyesuaikan ide-ide kesetaraan, pluralisme dan anti diskriminasi secara konsisten.

Keberpihakan beliau bukan hanya pada masyarakat kecil, tanpa membeda-bedakan dari suku dan agama apa. Walau beliau termasuk dalam salah satu tokoh Muslim Indonesia, namun beliau sangat menjunjung tinggi perbedaan berkeyakinan dan beragama.

Dalam prakteknya, Gus Dur melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta dalam pengembangan ekonomi skala kecil dengan menyediakan kredit lunak bagi pelaku usaha ekonomi kecil, baik itu petani, pedagang berupa pembentukan Bank Kredit Pedesaan.

Bukan itu saja, pemberlakuan pajak yang ketat juga diterapkan agar para pemegang sumber daya ekonomi di tanah air tidak begitu saja menikmati hasilnya. Terbukti kebijakan tersebut menghasilkan tax ratio terhadap PDB mencapai 10,7% dalam kurun waktu dua tahun.

Implementasi pemikiran ekonomi kerakyatan Gus Dur

Dalam rangka mewujudkan implementasi semangat Gus Dur dalam membangun ekonomi kerakyatan, membentuk Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Kemendes PDTT) dengan menyalurkan dana desa langsung ke rekening milik desa

Hal itu pula yang menjadi inspirasi pemerintahan sekarang dalam mengimplementasikan pemikiran ekonomi kerakyatan beliau. Selama pemerintahan Gus Dur yang hanya berlangsung 21 bulan, beban utang berhasil dikurangi sebesar $US4,15miliar.

Hasil dari implementasi pemikiran beliau juga terbukti dengan berhasilnya pembangunan infrastruktur desa terbanyak dalam kurun waktu 3 tahun ini oleh Kementrian Desa.

Hal itu tentu sangat menggembirakan. Salah satu contohnya adalah pembangunan infrastruktur embung di pedesaan yang menjadi salah satu dari 4 program prioritas pemerintah.

Program Unggulan Desa

Empat program unggulan desa yang diusung antara lain PRUKADES (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan),  BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), Embung Desa dan Sarana Olahraga Desa.

Sejalan dengan hal tersebut, embung juga dapat dimanfaatkan secara baik bagi sumber pendapatan baru bagi warga sekitar embung tersebut.

Selama 4 tahun, negara telah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp187 triliun yang berhasil menambah Desa Mandiri sebanyak 2.665 dan mengurangi Desa Tertinggal sebanyak 6.518 desa.

Penguatan Badan Usaha Milik Desa harus menjadi badan ekonomi yang bersemangat kekeluargaan sehingga memberikan katalisator terwujudnya solidaritas dan kesejahteraan bersama.

Selain itu Kemendes PDTT sebagai salah satu wujud implementasi ekonomi kerakyatan Gus Dur juga sangat serius dalam menjalankan program pembuatan sarana olahraga di desa. Selain menghidupkan perekonomian desa, program ini juga mendorong timbulnya bibit-bibit olahraga yang berbakat.

Dari begitu banyak pemikiran beliau akan Ekonomi Kerakyatan, menjadi salah satu warisan bangsa yang tidak ternilai harganya. Sebagai generasi penerus bangsa, kita dapat meneruskan pemikiran beliau sekaligus menyempurnakannya sebagai hal yang harus kita perjuangkan untuk kemajuan bangsa.

Implementasi pemikiran ekonomi kerakyatan Gus Dur

 

 

 

 

 

 

One Reply to “Haul Gus Dur ke 9 : Implementasi Pemikiran Ekonomi Kerakyatan”

  1. banyak memang ya teladan yang diajarkan oleh Gus Dur. thanks for sharing mbak. salam kenal, Ghina

Leave a Reply