Inovasi Novartis bagi Pasien Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA)

Inovasi Novartis bagi pasien AS dan PsA

Ada yang pernah merasakan nyeri sendi yang berkepanjangan? Kebanyakan dari kita menganggap nyeri sendi biasa seperti rematik. Tapi sebaiknya tetap harus diwaspadai lho, apalagi kalo nyeri sendinya sudah dalam jangka waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun.

Salah satu penyakit yang berkaitan dengan nyeri sendi yaitu Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA). Wah jenis penyakit apa ya, jarang sekali orang awam seperti Saya yang mendengar atau mengerti tentang penyakit AS dan PsA ini.

Inovasi Novartis bagi pasien AS dan PsA
dr. Adhiyatma P Gunawan dan drg. Rio Suwandi, pasien penyakit AS dan PsA.

Seperti yang dialami dr. Adhiyatma P Gunawan, pasien penyakit AS dan drg. Rio Suwandi, pasien penyakit PsA. Gejala yang mereka alami yaitu berupa nyeri yang hebat di persendian, hingga membuat pasien tidak mampu bergerak.

Berdasarkan laporan WHO: ‘Global Report on Psoriasis’ ditahun 2016, bahwa sampai dengan 34,7% pasien penderita Psoriasis mengalami radang sendi kronis (Psoriatic Arthritis – PsA yang mengarah pada deformasi sendi dan kecacatan.

AS sendiri adalah gangguan peradangan kronis yang melibatkan sendi sakroiliaka dan tulang belakang. Hal tersebut terkait dengan dengan gejala klinis yang berkaitan dengan persendian maupun diluar persendian, termasuk radang sendi perifer, peradangan entesis, peradangan pada mata (uveitis anterior), psoriasis, dan penyakit peradangan usus. Untuk Asia Tenggara, prevalensinya mencapai 0,2%.

Pada Januari 2019, Secukinumab telah mendapatkan persetujuan BPOM untuk mengobati AS dan PsA. Bahkan sebelumnya, Secukinumab dinilai efektif mampu membantu pasien Psoriasis untuk mendapatkan kembali kulit yang bersih hingga 90%.

Baca juga: Psoriasis Tidak Menular dan Bisa Disembuhkan

Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA)

Baik AS maupun PsA merupakan penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel dan jaringan yang sehat. Respon imun yang abnormal tersebut menyebabkan peradangan (artritis) pada sendi tulang belakang.

Penyakit ini mampu membuat ruas tulang belakang menyatu, sehingga penderita sulit bergerak, menjadi bungkuk dan kesulitan bernafas.

Baik pria maupun wanita memiliki risiko yang sama terkena AS dan PsA, walau laki-laki memiliki peluang 3x lebih tinggi dari perempuan.

Penyakit inipun bisa terjadi di segala rentang usia, tapi umumnya mulai berkembang pada masa remaja atau dewasa awal (sekitar usia 20 tahunan).

Inovasi Novartis bagi pasien AS dan PsA
Posisi tulang dalam keadaan normal dan yang terkena AS

Seperti yang diungkapkan Dr.dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR (Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Reumatologi RSCM) bahwa penyebab penyakit AS dan PsA ini belum diketahui secara pasti.

Tapi sekitar 85-95% pasien menunjukkan positif pada HLA-B27. Gen ini tidak menyebabkan penyakit, tapi bisa membuat orang lebih rentan terkena dan menderita AS dan PsA.

Pasien tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut, hingga setelah merasakan peradangan dan rasa sakit yang terus-menerus dan tidak tertahankan lagi hingga tidak bisa bergerak.

Inovasi Novartis bagi pasien AS dan PsA
dr. Adhiyatma P Gunawan, Dr.dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR, Jorge Wagner, dan drg. Rio Suwandi

Tata Laksana Pengobatan AS dan PsA

Inovasi Novartis bagi pasien AS dan PsA
Jorge Wagner, President Director Novartis Indonesia

Jorge Wagner, selaku President Director Novartis Indonesia mengatakan komitmen Novartis Indonesia dalam meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat seputar isu kesehatan.

Pasien adalah prioritas utama Novartis. Oleh sebab itu Novartis terus berupaya melakukan peningkatan kualitas hidup pasien melalui penyediaan obat-obat yang berkualitas, program edukasi kesehatan dan menjalin kemitraan dengan pihak terkait, seperti JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Dr.dr. Rudy memaparkan, alternatif penatalaksanaan baik untuk pasien AS dan PsA lebih banyak pada memperbaiki kelainan pada postur tubuh, mencegah kecacatan, meningkatkan kemampuan pasien untuk kembali beraktifitas normal, serta mengurangi dan menekan rasa sakit dan peradangan.

Obat-obatan yang digunakan oleh pasien AS dan PsA diantaranya yaitu obat-obatan non-steroid anti-inflamasi (NSAID), obat anti-reumatik (DMARDs) dan yang terbaru yaitu agen biologik.

Secukinumab sebagai salah satu pilihan terapi biologik pada pasien, diharapkan dapat membantu pasien agar bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Inovasi Novartis bagi pasien SA dan PsA
Foto bersama narasumber, rekan blogger dan media (Pic by Julayjo)

 

8 Replies to “Inovasi Novartis bagi Pasien Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA)”

  1. Wah jadi kepikiran tulang ekorku yang sering banget nyeri, kayaknya harus waspada ini, thanks infonya yah Mbak..

  2. Nama2 ny susah ya ..
    Rada2 ga paham ni tapi memang nyeri sendi bukan main kalau sdh sakit . Terimakasih sharingnya

  3. Wah jangan2 sakit tulang belakang yg dirasa papa dan kakak ade masuk kategori AS. Duuh, kudu cek kedokter berarti ya, Mba.

  4. Alhamdulillah udah disetujui BPOM ya kak, btw secukinumab ini bisa pake JKN gitu ga sih?

  5. alhamdulillah udah disetujui BPOM ya kak, btw secukinumab ini udah bisa pake JKN belum sih kak?

  6. Ruas tulang belakang menyatu, serem yaa.. biasanya mikir saraf kejepit kalau sakit bagian tulang belakang, trus diurut atau akupunktur. Memang nggak bisa nebak-nebak sakit ya, harus berobat ke dokter.

  7. Wah ternyata nyeri sendi gak bisa disepelekan ya, harus diperiksa nih kalau sudah sering mengalami. Sejauh ini ibuku kalau nyeri sendinya kambuh oles krim anti nyeri sendi gitu, tapi aku kyknya harus maksa nih utk cek

  8. Baru dengar istilah penyakit ini kalo aq bagian pinggang suka nyeri kalo kecapean jalan.

Leave a Reply