Jaga Kelestarian Hutan Kita demi Kelangsungan Masa Depan Bangsa

Jaga kelestarian hutan kita demi kelangsungan masa depan bangsa

Perubahan cuaca beberapa waktu belakangan ini tentu kita rasakan bersama, tidak hanya di Indonesia tapi juga dibelahan negara lainnya.

Jaga kelestarian hutan kita demi kelangsungan masa depan bangsa
Penulis memegang tas dari hasil hutan karya Rumah Rakuji

Bahkan terdengar kabar bahwa terjadinya pemanasan global salah satu yang memicu terjadinya perubahan yang bisa dibilang cukup ekstrim. Hujan tiba-tiba diselingi dengan petir dan bahkan angin puting beliung menimpa beberapa daerah di Indonesia.

Tidakkah kita berpikir bahwa perubahan cuaca akibat pemanasan global ini akibat ulah manusia juga yang tidak atau kurang menjaga bumi tempat kita berpijak? Contohnya saja, membuang sampah di sepanjang aliran sungai, penebangan hutan liar, pembangunan rumah/hotel yang tidak diimbangi dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan, dan masih banyak lagi.

Jaga kelestarian hutan kita demi kelangsungan masa depan bangsa
Yayasan Doktor Sjahrir (YDS)

Adalah Yayasan Doktor Sjahrir dan Climate Reality Project Indonesia yang pada Sabtu (09/02) lalu menggelar acara “Forest Talk with Bloggers” di Almond Zucchini, Jakarta Selatan. Hadir di acara bincang santai pagi itu yaitu:

  • DR. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Project Indonesia
  • DR. Atiek Widayati, Tropenbos Indonesia
  • Ir. Murni Titi Resdiana, MBA, Asisten Khusus Presiden bidang Pengendalian Perubahan Iklim
  • DR. Sri Maryati, Direktur Eksekutif Yayasan Belantara
  • Myra Widiono, founder Rumah Rakuji

Yayasan Doktor Sjahrir (disingkat YDS) adalah organisasi nirlaba yang dibentuk untuk meneruskan warisan DR. Sjahrir alm yang bergerak dalam b idang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. YDS aktif dalam serangkaian kegiatan yang memfokuskan dalam peningkatan kapasitas kepada pemuda dan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dalam rangka menghadapi perubahan iklim global sekarang ini.

Seperti yang dipesankan oleh Dr. Kartini Sjahrir bahwa pentingnya menjaga kelestarian hutan, bukan hanya tugas YDS sebagai yayasan nirlaba tapi juga seluruh masyarakat. Oleh sebab itu YDS memandang perlunya peningkatan kemampuan pada masyarakat untuk lebih aware dengan pelestarian lingkungan terutama hutan sebagai paru-paru dunia.

Jaga kelestarian hutan kita demi kelangsungan masa depan bangsa
DR. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Project Indonesia

Selain YDS juga ada The Climate Reality Project Indonesia yang merupakan bagian dari The Climate Reality Project yang berbasis di Amerika Serikat. The Climate Reality project ini dipimpin oleh mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore. Beliau sangat concern dengan perubahan iklim di dunia dan mendorong masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi tersebut.

Baca juga : “An Inconvenient Sequel: Truth to Power” Ajakan Al Gore untuk Memikirkan Perubahan Iklim Dunia

The Climate Reality Project tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan memiliki lebih dari 300 relawan yang dikenal dengan sebutan climate reality leader yang terdiri dari berbagai kalangan, latar belakang, mulai dari pemimpin bisnis, profesional, pendidik, atlet, musisi, ilmuwan, aktor, pelajar, bahkan pemuka agama.

Hutan sebagai kesatuan ekosistem

Hutan adalah sekelompok area yang terdiri dari pohon dewasa dengan tutupan kanopi lebih dari 6.25 Ha yang tidak bisa lepas dari konteks lanskap yang mendukungnya menjadi ekosistem terbaik.

Dengan kata lain, hutan merupakan berkumpulnya satu ekosistem yang apabila ruang lingkupnya terganggu, maka akan berefek pada keutuhan keseluruhan ekosistem tersebut.

Hutan yang ada sekarang ini banyak mengalami perubahan, pengeksploitasian yang mirisnya tidak didikung dengan usaha pelestariannya.

Menurut DR. Atiek Widayati kerusakan hutan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Deforestasi, yaitu kehilangan hutan akibat berbagai aktifitas manusia
  2. Degradasi hutan, yaitu perusakan atau penurunan kualitas hutan
  3. Konversi hutan, yaitu hutan menjadi penggunaan non hutan, seperti menjadi lahan pertanian atau perkebunan

Oleh sebab itu pentingnya masyarakat mengetahui dan diedukasi mengenai pelestarian hutan. Banyak kok hal yang bisa kita kerjakan terkait dengan pelestarian hutan dan lingkungan. Salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan hasil hutan untuk keperluan sehari-hari hingga meminimalisir penggunaan produk berbahan plastik yang membahayakan lingkungan.

Namun demikian pemanfaatan hutan juga harus selaras dengan penjagaan dan pelestariannya, bukan hanya mengambil manfaat tanpa ada usaha untuk melestarikannya serta mengembalikan fungsi hutan pada tempatnya.

Pelestarian hutan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak hutan

Hal itulah yang memprakarsai Yayasan Belantara dan Rumah Rakuji serta Javara dalam membantu pelestarian hutan. Walau memanfaatkan hasil hutan, tapi tidak lepas dari usaha pelestariannya.

 

DR. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Project Indonesia

Yayasan Belantara yang concern akan hutan di Indonesia merupakan salah satu institusi penyalur dana hibah (grant-making institution), yang bekerja untuk melindungi bentang alam Indonesia. Adapun yang dilakukannya yaitu dengan mengembangkan program berkelanjutan di area konservasi, reforestasi dan pengembangan masyarakat berkelanjutan.

Salah satu program alokasi hibah yaitu untuk mendukung kegiatan dan implementasinya pada:

  • Kawasan Konservasi
  • Kawasan Hutan Produksi
  • Kawasan Hutan Lindung
  • Perhutanan Sosial
  • Restorasi Hutan dan Lahan
  • Proteksi Hutan dan Lahan dari Karhutia
  • Konservasi spesies langka, maupun yang terancam punah melalui perlindungan habitat dan mitigasi perdagangan ilegal
  • Penguatan institusi
  • Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat

Seperti yang dilakukan Rakuji dan Javara yang mengelola hasil hutan dan membantu memberdayakan masyarakat hingga hasil hutan membantu ekonomi kreatif masyarakat.

DR. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Project Indonesia
Myra Widiono, founder Rumah Rakuji

Selain mengambil hasil hutan, juga dilakukan penanaman pohon agar terjadi reboisasi. Apa yang diambil dari hutan dikembalikan lagi berupa pohon-pohon yang ditanam.

Adapun pohon yang ditanam untuk mendukung ekonomi kreatif berupa: pohon sumber serat, pohon sumber pewarna alam, pohon bahan kuliner, pohon sumber furniture dan pohon sumber barang dekorasi.

DR. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Project Indonesia
Penulis mengenakan kain tenun hasil hutan karya Rumah Rakuji

Contoh dari hasil hutan yang dimanfaatkan yaitu rotan dan lontar yang dijadikan produk fashion dan kerajinan tangan. Juga daun jati, kulit secang yang digunakan sebagai pewarna kain dan minuman, dan masih banyak lagi.

DR. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Project Indonesia
Hasil hutan produksi Javara

Bagaimana kita dapat berkontribusi dalam pelestarian hutan?

Hutan dan lanskap sekitarnya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sejatinya kita dapat ikut berkontribusi menjaga pelestarian hutan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan:

  • mendukung pelestarian hutan yang ada
  • mendukung hasil hutan bukan kayu
  • pemanfaatan jasa ekosistem (hutan)
  • mendukung ekonomi masyarakat tepi hutan
  • mendukung produksi/produk kayu berkelanjutan

Pada akhirnya masyarakat juga yang merasakan manfaat hutan yang lestari. Yuuk kita sama-sama menjaga hutan kita untuk masa depan yang lebih baik.

Jaga kelestarian hutan kita demi kelangsungan masa depan bangsa
Produk hasil Javara

Jaga kelestarian hutan kita demi kelangsungan masa depan bangsa

3 Replies to “Jaga Kelestarian Hutan Kita demi Kelangsungan Masa Depan Bangsa”

  1. Hutan bermanfaat bukan hanya untuk tempat hidupnya hewan akan tetapi juga kita yang bisa merasakan besar manfaatnya.

  2. […] Baca juga : Jaga Kelestarian Hutan Kita demi Kelangsungan Masa Depan Bangsa […]

Leave a Reply