PIP Lakukan Penundaan Angsuran Kredit pada Program Kredit UMi yang Terdampak Pandemi Corona

Penundaan Angsuran Kredit UMi oleh PIP

Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 3 bulan lalu ini membawa dampak di setiap sektor, terutama sekali sektor perekonomian. Banyak usaha kecil, menengah bahkan yang besarpun terkena dampaknya.

Jangankan memikirkan keuntungan, bisa membayar gaji karyawannya saja banyak yang merasa hal itu lebih dari cukup. Sebisa mungkin mereka tetap bertahan dan tidak melakukan pemecatan bagi karyawannya. Apalagi bagi pengusaha kecil yang untuk modalnya saja mereka masih mengambil dari program kredit UMi (Ultra Mikro).

Penundaan Angsuran Kredit UMi oleh PIP

Program kredit UMi yang diprakarsai PIP atau Pusat Investasi Pemerintah ini memberikan layanan fasilitas pembiayaan berupa pinjaman dengan pagu maksimal sebesar Rp10juta kepada pengusaha mikro.

Di tengah badai pandemi ini, tentunya sangat terasa sekali kesulitan para pengusaha kecil ini dalam membayar cicilan pinjaman mereka. Oleh sebab itu untuk memastikan kehidupan sosial dan roda perekonomian tetap berjalan, PIP memberikan relaksasi pembayaran kewajiban pokok pinjaman kepada mereka.

Baca juga :Program Strategis Koperasi dan UMKM

PIP melakukan penundaan angsuran kredit

Program kredit UMi yang di dapat oleh pengusaha mikro dan menengah ini merupakan usaha pemerintah melalui PIP untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan usaha mereka.

Sebagai unit organisasi non eselon di bidang pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, PIP berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perbendaharaan.

Penundaan Angsuran Kredit UMi oleh PIP

PIP menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dalam menjalankan tugas dan misinya. PIP juga melaksanakan koordinasi dana (coordinated fund) pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan memberikan fasilitas maksimal Rp10 juta kepada debitur yang selama ini tidak
dapat mengakses pembiayaan perbankan dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Seperti para pedagang makanan kecil yang tidak masuk dalam kategori bankable tentunya sangat membantu sekali mendapatkan program kredit UMi ini.

Untuk memudahkan dan mempercepat penyaluran, UMi disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dengan pola langsung (one step) atau two step melalui linkage koperasi/lembaga keuangan mikro.

Persyaratan yang dimintapun juga termasuk mudah dan tentunya berbeda dengan layanan perbankan. Selain itu PIP memberikan pendampingan usaha baik secara perorangan maupun kelompok.

Oleh karena itu upaya relaksasi pembayaran kewajiban pokok kepada pengusaha mikro dan menengah ini yang terdampak pandemi Covid-19, sejalan dengan perhatian Presiden dan Mentri Keuangan dalam membantu menyelamatkan para pelaku usaha mikro.

Kelonggaran dalam melakukan pembayaran kewajiban pokok ini rencananya berlangsung selama 6 bulan ke depan selama pandemi ini. Untuk mekanisme pemberian relaksasi sendiri diatur dalam Peraturan Direktur
Utama (Perdirut) Pusat Investasi Pemerintah Nomor PER-05/IP/2020 tentang Tata Cara Pemberian Relaksasi Bagi Penerima Pembiayaan Ultra Mikro Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diterbitkan pekan lalu (04/06).

Penundaan Angsuran Kredit UMi oleh PIP

Penundaan Angsuran Kredit UMi oleh PIP

Tata laksana relaksasi pembayaran kewajiban pokok pinjaman

Dalam siaran persnya secara online pada Rabu (10/06) ini, Ririn Kadariyah selaku Direktur Utama PIP (Pusat Investasi Pemerintah) mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berimbas secara langsung terhadap kelangsungan usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Melalui Perdirut ini PIP memberikan relaksasi (penundaan) pembayaran
kewajiban pokok pinjaman terhadap debitur, linkage dan penyalur UMi (Ultra Mikro) maksimal enam bulan. Diharapkan kebijakan ini dapat menjadi stimulus bagi pelaku usaha mikro,” jelas Ririn Kadariyah.

Dalam menerapkan kebijakan relaksasi program kredit UMi yang diputuskan PIP ini, tentu saja memperhatikan prinsip kehati-hatian (know your customer) dan tata pemerintahan yang benar (good corporate governance). Hal tersebut sebagai upaya agar kebijakan yang ditempuh dapat dipertanggungjawabkan.

Tata laksana atau mekanisme relaksasi UMi sendiri pada prinsipnya ada dua bentuk, yaitu penundaan kewajiban pokok dan pemberian masa tenggang (Grace Period) pembayaran kewajiban pokok. Relaksasi diberikan pada periode bulan Maret-Desember 2020.

Rentang waktu tersebut tentunya dibuat berdasarkan penetapan pandemi global oleh WHO di awal Maret lalu. PIP melihat perkembangan jumlah penyaluran pembiayaan UMi selama pandemi, dipastikan komitmen
PIP dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional terus berjalan.

Jumlah penyaluran program kredit UMi

“Penerima UMi adalah betul-betul masyarakat kecil. Mereka inilah yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia sebenarnya. Pandemi Covid-19 harus diakui berimbas secara langsung terhadap mereka,” papar Ririn.

Penundaan Angsuran Kredit UMi oleh PIP
Direktur Utama PIP (Pusat Investasi Pemerintah), Ririn Kadariyah.

Jumlah program kredit UMi sebanyak Rp361,3 miliar telah disalurkan dalam periode Maret-Mei tersebut. Jumlah ini bahkan lebih besar dari jumlah penyaluran di periode yang sama pada tahun lalu, yaitu sebesar Rp255 miliar.

Terbitnya Perdirut PIP ini disambut positif oleh para penyalur UMi karena dapat menjawab kebutuhan relaksasi para debitur yang terdampak usahanya sejak pandemi Covid-19 ditetapkan. Selain itu menjadi solusi bagi para penyalur yang juga terpengaruh likuiditasnya selama pandemi berlangsung.


Direktur Utama PIP juga menambahkan,
Ririn mencontohkan lebih dari separuh (54%) penerima manfaat kredit UMi mengambil pinjaman senilai Rp2,5 juta dengan mayoritas (89%) tenor pinjaman yang diambil adalah antara tujuh bulan hingga setahun. Sementara pelaku usaha mikro yang memanfaatkan UMi sebagian besar adalah perempuan (93%) dengan usia di atas usia 40 tahun (58%). Melalui kredit UMi diharapkan terjadi kemandirian usaha di seluruh masyarakat.

Sejak program pembiayaan UMi digulirkan pada pertengahan 2017 hingga 27 Mei 2020, PIP telah menyalurkan kredit Ultra Mikro (UMi) senilai Rp6,55 triliun bagi 2 juta lebih pelaku usaha mikro di seluruh provinsi melalui 3 Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan 44 Koperasi/linkage.

Semoga dengan adanya pemberian relaksasi pembayaran kewajiban pokok ini membuat perekonomian para pengusaha mikro dan menengah tetap berjalan yang otomatis membantu perekonomian negara juga.

 

 

 

 

 

 

2 Replies to “PIP Lakukan Penundaan Angsuran Kredit pada Program Kredit UMi yang Terdampak Pandemi Corona”

  1. Riski Saputra says: Reply

    programnya bagus sekali sih, jadi bisa membantu meringankan juga. semoga bisa berjalan dengan maksimal

  2. […] Baca juga : PIP Lakukan Penundaan Angsuran Kredit pada Program Kredit UMi […]

Leave a Reply