Program Strategis Pemberdayaan agar Koperasi dan UMKM Naik Kelas

UMKMNaikKelas

Produk-produk koperasi dan UMKM sekarang ini mulai banyak dikenal masyarakat baik lokal maupun internasional. Namun sayangnya masih banyak kendala yang ditemui para pelaku usaha baik koperasi maupun UMKM yang masih mengganjal hingga produk mereka kurang mendapat tempat.

Padahal kontribusi ekonomi para pelaku koperasi dan UMKM cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di negara kita. Berdasarkan data dari Kementrian Koperasi dan UMKM menyatakan bahwa kontribusi koperasi dan UMKM pada PDB sebesar 60,34% dari total 60.702 UMKM. Hal ini menandakan bahwa koperasi dan UMKM dapat diandalkan.

Bukan itu saja, pada sektor lapangan kerja dan usaha, koperasi dan UMKM bahkan menyerap 97% total lapangan kerja dan 99% total lapangan usaha. Artinya, koperasi dan UMKM berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi (naik kelas).

Betapa potensi yang terdapat pada UMKM sebenarnya dapat menaikkan mereka, ternyata tidak didukung karena adanya kendala di pasaran maupun dari pihak mereka sendiri. Beberapa kendala umum yang seringkali mereka hadapi, yaitu:

  • SDM dan manajemen, dimana mereka masih stuck pada pola pikir lama, belum lagi kendala rekrutmen, pendampingan usaha, budaya kerja serta kualitas SDM yang mereka miliki.
  • Finansial, terhambat akan akses pembiayaan/permodalan, laporan keuangan, pajak dan juga pengelolaan keuangan.
  • Institusi, terkait perijinan usaha, data usaha, definisi, standar produk dan kontrak bisnis.
  • Inovasi dan Teknologi, inovasi produk dipasaran, teknologi dan kapasitas produksi.
  • Pasar dan Bahan Baku, kurangnya akses pasar dimana sekarang era digital (ecommerce) mulai merambah dunia koperasi dan UMKM, serta kemitraan untuk lebih memperluas produk dan faktor kelangkaan ketersediaan bahan baku.

UMKMNaikKelas

Dari kendala-kendala inilah yang membuat Kementrian Koperasi dan UMKM berkomitmen untuk membuat strategi dan arah kebijakan pemberdayaan bagi koperasi dan UMKM agar mereka dapat naik kelas. Berikut strategi yang dibuat Kementrian Koperasi dan UMKM:

  1. Pengembangan Koperasi dan UMKM melalui pendekatan komunitas, kelompok atau kluster berdasarkan sentra produksi komoditas dan wilayah.

Maksudnya adalah bahwa setiap daerah membuat produksi yang berfokus pada keunggulan produk mereka, jadi tidak membuat banyak produk yang akhirnya malah membuat sulit dalam pemasaran. Contohnya salah satu sentra industri batik di Yogyakarta, dimana para perajin batik berkumpul membuat batik dan mendapat pendampingan dari Kementrian Koperasi dan UMKM.

2. Prioritas pemberdayaan koperasi dan UMKM pada sektor riil (produksi) yang berorientasi ekspor dan substitusi impor.

Sektor rill atau produksi sekarang ini tidak lagi bisa menggunakan cara lama. Pemberdayaan sektor riil yang menyentuh langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat akan menjadi lebih mudah dan terfokuskan. Misalnya saja sentra industri yang menggunakan bahan baku lokal yang dapat mengganti dan mengurangi impor bahan baku luar. Disinilah pentingnya saling mendukung antar UMKM dalam upaya menaikkan produk mereka.

3. Pemberdayaan dilakukan secara lintas sektoral dan mengedepankan kemitraan

Kolaborasi antar mitra UMKM diperlukan untuk meningkatkan produk mereka. Bahkan kolaborasi dan kemitraan juga perlu dilakukan dengan kementrian lain selain Kementrian Koperasi dan UMKM, misalnya saja dengan Kementrian Pariwisata dengan membuat ajakan untuk membeli produk hasil koperasi dan UMKM di daerah wisata.

4. Pemberdayaan UMKM dilakukan secara variatif sesuai dengan karakteristik dan level UMKM

Tidak semua produk koperasi dan UMKM memiliki karakteristik yang sama. Disinilah pemberdayaan UMKM perlu dilakukan berdasarkan karakteristik masing-masing, tidak dapat disamaratakan.

5. Modernisasi dan inovasi teknologi

Berkembangpesatnya kemajuan teknologi sekarang ini tentu berbeda di masa 10-20 tahun yang lalu. Bisa jadi di masa lalu penjualan dapat dilakukan secara konvensional, face to face. Berbeda dengan sekarang dimana e-commerce kini menjarah pasar, masyarakat dimanjakan dengan adanya beraneka pilihan e-commerce. Disinilah perlunya modernisasi produk koperasi dan UMKM agar dapat mengikuti perkembangan jaman.

Dengan kelima strategi dan kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu para pelaku koperasi dan UMKM dapat naik kelas dan menjadi agen perubahan serta melahirkan entrepreneur baru dan modernisasi koperasi.

 

 

 

Leave a Reply