Fokus Rakornas KADIN 2019 pada Pertanian dan Industri Makanan dan Daya Saingnya

RakornasKadin2019

Ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pangan masih menjadi fokus utama pemerintah Indonesia. Apalagi di tengah tantangan akan jumlah populasi yang kian meningkat. Memang sih bonus demografi menjadi keuntungan di masa depan karena akan banyaknya tenaga produktif. Namun hal itu harus dibarengi dengan peningkatan produksi pangan.

Pada Selasa (5/11) lalu, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat. Tema yang diambil pada rakornas kali ini yaitu “Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan”.

RakornasKadin2019
Rakornas KADIN 2019

Selain dihadiri oleh Ketua KADIN dan narasumber dari berbagai disiplin ilmu, juga Mentri Riset dan Teknologi (Menristek) bapak Bambang Brodjonegoro. Beliau mengatakan bahwa para petani itu bukan hanya yang bergelut dengan tanah, air dan tanaman tapi juga orang-orang yang berusaha di bidang pertanian.

Siapa bilang petani tidak bisa berusaha? Justru petani dapat ikut bekerjasama misalnya dalam hal lahan. Dengan melibatkan petani dalam usaha maka hasilnya dapat dirasakan bersama.

RakornasKadin2019
Juan P. Adoe dan Bambang Brodjonegoro (pic by: Creative & Production Sinar Mas)

Pada tahun 2045, jumlah populasi dunia diperkirakan menembus angka 9 milyar jiwa, sedang untuk penduduk In donesia akan mencapai angka 350 juta jiwa. Bisa dibayangkan betapa kita harus dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan meningkatkan produksi pangan yang signifikan.

Dalam meningkatkan produksi pangan inilah diperlukan bibit tanaman unggul dan berproduksi tinggi. Namun kenyataannya di lapangan, masih banyak bibit-bibit yang diluar standar dan belum dikoordinasikan dengan baik.

Walaupun dilapangan banyak bibit dan benih yang beredar, namun masih banyak yang diluar standar dan ada juga yang hilang dari pasaran. Hal ini mengakibatkan bibit dan benih jadi mahal dan masuknya bibit impor yang tidak memenuhi kebutuhan petani.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan bapak Frangky O. Widjaja mengatakan bahwa pemerintah perlu mengeluarkan payung kebijakan yang mengatur tentang perbibitan dan perbenihan komoditas pangan secara nasional agar dapat terkoordinasi mulai dari pengadaan, pendistribusian, penyimpanan hingga cara menanamnya. Juga diperlukan menumbuhkembangkan in dustri pembibitan dan perbenihan dengan memberikan insentif khusus.

Rakornas Kadin 2019
Rakornas Kadin 2019 (pic by: Creative & Production Sinar Mas).

Secara umum, kendala yang masih ditemui di lapangan mengenai peningkatan produktivitas pangan, yaitu:

  • Tata dagang (distribusi)bibit dan benih yang baik, serta penangkar benih yang terlatih dan tersebar ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga bibit mudah didapat dan harga terjangkau.
  • Edukasi kepada petani bahwa penggunaan pupuk berimbang untuk sejumlah komoditas tertentu akan meningkatkan hasil produksi.
  • Perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan suhu yang cenderung meningkatkan hama tanaman dan merubah pola curah yang berdampak pada penurunan produksi pangan.
  • Sistem perdagangan pasar global yang semakin terbuka yang menyebabkan harga produk pangan dalam negeri ikut terpengaruh.

Itulah sebabnya diperlukan persiapan yang matang dalam strategi industrialisasi berbasis agrobisnis. Ditambahkan oleh Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, Juan P. Adoe bahwa pentingnya pertumbuhan investasi di subsektor pangan yang harus didukung oleh infrastruktur pembiayaan perbankan yang lebih inovatif dan kreatif. Hal ini akan membantu petani dalam akses permodalan dengan skema perkreditan yang lebih kompetitif dan menciptakan nilai tambah keuntungan bagi petani dan peternak.

Rakornas Kadin 2019
Rakornas Kadin 2019 (pic by: Creative & Production Sinar Mas).

Rakornas yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta ini terdiri dari Dewan Pengurus KADIN seluruh Indonesia di sektor agribisnis, para pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, asosiasi dan himpunan bisnis, petani, korporasi, perbankan dan lembaga keuangan hingga anggota parlemen dan lainnya, jelas Ketua Pelaksana Rakormas, Frangky Welirang.

Semoga dengan adanya Rakornas KADIN 2019 ini semakin membawa angin segar pertumbuhan dan perkembangan Agribisnis, khususnya untuk ketahanan pangan bangsa Indonesia, sesuai dengan taglinenya “Together We Go Far and Fast”.

Leave a Reply