Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, Upaya Bangkitkan Perekonomian Peternak Lokal

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, upaya bangkitkan perekonomian peternak lokal

Bulan Syawal baru saja berlalu, gak terasa sebentar lagi memasuki bulan Dzulhijah dimana setiap tanggal 10 diperingati sebagai Hari Raya Kurban atau Idul Adha. Hari yang dinanti oleh umat Islam terkait dengan pelaksanaan rukun  ke lima dari rukun Islam yaitu melakukan ibadah haji jika mampu.

Bertepatan dengan ibadah haji pula, umat Islam melakukan penyembelihan hewan kurban sebagai perintah Allah kepada hambaNya. Bahkan perintah berkurban sudah ada sejak zaman nabi Adam, yang termuat dalam QS Al Maidah ayat 27.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, upaya bangkitkan perekonomian peternak lokal

Menyambut datangnya Hari Raya Kurban atau Idul Adha, Dompet Dhuafa sebagai lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis dan wirausaha sosial mengajak rekan blogger dan media untuk mengunjungi lokasi budidaya hewan ternak di desa Cikondang, Cianjur, Jawa Barat dalam kegiatan “Sociotrip Tebar Hewan Kurban 1440 #JanganTakutBerkurban”.

Tebar Hewan Kurban yang mendukung program Kampoeng Ternak Nusantara Dompet Dhuafa

Pada hari Rabu (10/07), kami bergerak dari kantor Dompet Dhuafa di Gedung Filantropi menuju desa Cikondang, Cianjur, Jawa Barat. Desa Cikondang merupakan salah satu desa tempat berdirinya Kelompok Ternak Al-Ikhwan yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa sebagai mitra pendamping dalam membudidayakan hewan ternak sebagai hewan kurban.

Adalah Bapak Ayi Rahmat selaku ketua Kelompok Ternak Al-Ikhwan yang menyambut kami setibanya di desa Cikondang. Beliau menceritakan awal mula berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa dalam pendampingan kelompok tani beras.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, upaya bangkitkan perekonomian peternak lokal

Seperti yang kita ketahui, masyarakat Cianjur merupakan petani padi dimana produk pertanian unggul khas Cianjur adalah beras. Berawal dari kelompok tani beras itulah beliau merambah ke ternak hewan doka (dombang dan kambing).

Kegagalan pernah dialami dalam merintis usaha pembudidayaan hewan ternak. Namun karena niat untuk maju, maka beliau terus berusaha dan mendapat support dari Dompetr Dhuafa berupa pemberian hewan ternak sebanyak 50 ekor dan terus berkembang hingga 300 ekor hewan doka.

Dalam memelihara hewan ternaknya, Pak Ayi dan peternak lainnya menjaga sekali kualitas dan kesehatan hewan ternaknya. Kualitas hewan kurban yang disyaratkan yaitu:

  • mempunyai bobot 23-28kg untuk standar dan 29-35kg untuk premium
  • hewan ternak sehat
  • tidak cacat
  • cukup umur
Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, upaya bangkitkan perekonomian peternak lokal
Penimbangan hewan ternak

Program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) yang dirintis Dompet Dhuafa sebagai upaya lembaga untuk memasarkan hewan ternak dari para petani lokal. Selain meningkatkan kesejahteraan peternak kecil juga membangun jaringan para peternak.

Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban sebagai upaya agar penyebaran hewan kurban dapat merata ke seluruh pelosok yang tidak terjangkau di momen Hari Raya Kurban.

Saya pernah mendengar cerita bahwa masih ada daerah di negeri kita yang belum terjangkau dalam pembagian hewan ternak kurban. Tentu saja hal ini membuat concern Dompet Dhuafa dengan program Tebar Hewan Kurbannya ini.

Seperti yang dipaparkan oleh ibu Etika Setiawanti selaku GM Marketing Communication DD dan bapak Kamaludin selaku Manajer Program Pemberdayaan Ekonomi bahwa Dompet Dhuafa menargetkan kurban sebanyak 30.000 ekor dan pendistribusiannya menjangkau 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga : Sociotrip Kurbanesia 2018

Bahkan provinsi yang terdampak bvencana seperti Palu, Lombok, Banten, Samarinda dan Konawe menjadi prioritas penyebaran THK ini. Bukan hanya di wilayah Indonesia, THK juga menjangkau wilayah negara seperti Timor Leste, Filipina, Myanmar, Vietnam, Palestina, Thailand dan Bangladesh dalam pendistribusian hewan kurban.

Walaupun demikian, pengadaan hewan kurban sangat dijaga standar dan mutu kualitas hewan kurban. Tim Quality Control melakukan pendekatan kepada para peternak lokal untuk memastikan kualitas hewan kurbannya.

Saya dan rekan blogger serta media yang mendapat kesempatan melihat langsung kegiatan peternak binaan Dompet Dhuafa ini merasa bersyukur sekali. Kami melihat sendiri kondisi hewan ternak doka yang ada dalam kondisi sehat dan terawat.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, upaya bangkitkan perekonomian peternak lokal

Ketika kami berkunjung, peternak juga menjelaskan bahwa hewan ternak dipelihara sebaik mungkin. Hewan doka dimandikan dengan rutin dan dicukur bulunya untuk menghindari berkembangnya kuman penyakit.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, upaya bangkitkan perekonomian peternak lokal

Terkait basis data penyaluran, Dompet Dhuafa memiliki data penyaluran dan penerima manfaat dengan detail. Sistem digitalisasi pengelolaan juga dilakukan untuk mempermudah penelusuran.

Saat ini Global Information System (GIS) dikembangkan oleh Dompet Dhuafa yang berisi data dan lokasi sebaran penerima manfaat dalam bentuk peta geografik. Dompet Dhuafa juga bekerja sama dengan e-commerce dan fintech dalam mengembangkan sistem digitalisasi pengelolaan zakat dan juga kurban.

Jadi dengan kemudahan ini diharapkan masyarakat untuk #JanganTakutBerkurban karena adanya sistem yang transparan dan pendistribusiannya yang mudah ditelusuri.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, upaya bangkitkan perekonomian peternak lokal

 

Leave a Reply