Tenangkan Hati dan Pikiran karena Pikiran adalah Kunci

Tenangkan hati dan pikiran,karena Pikiran adalah Kunci

“Happiness is when what you think, what you say and what you do are in Harmony.”

Mahatma Gandhi (1869-1948)

Apakah nasib seseorang ditentukan oleh tingkat kepintarannya? Pendidikannya? Keluarganya? Ternyata bukan, melainkan bagaimana isi PIKIRAN orang tersebut.

Banyak orang tidak mengira bahwa pikiran lah sebenarnya yang menjadi akar dari kekuatan. Benar, pikiranlah yang memiliki kekuatan dan sudah kita miliki sejak kita bayi.

Hidup kita sebenarnya banyak diisi oleh pikiran-pikiran dari luar yang mempengaruhi kita karena kita ijinkan pikiran-pikiran itu tinggal dalam pikiran kita. Itulah yang pada akhirnya membentuk kehidupan kita sekarang ini.

Tenangkan hati dan pikiran,karena Pikiran adalah Kunci
Tenangkan hati dan pikiran, karena Pikiran adalah Kunci

Sukses atau tidak sukses, menyenangkan atau tidak menyenangkan hidup kita sepenuhnya karena pikiran kita. Kitalah yang membuat mindset itu. Karena pikiran adalah kunci.

Seperti yang dikatakan penulis “Pikiran adalah Kunci” yang juga motivator, mbak Meuthia Z. Rizki bahwa terapis paling andal adalah pikiran kita sendiri.

Dalam acara peluncuran buku ketiganya ini di Cozyfield Cafe, Gramedia Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan pada Kamis (14/03) lalu, beliau banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya. Bahwa selama ini apa yang menjadi kelemahannya adalah karena pikirannya.

Tenangkan hati dan pikiran,karena Pikiran adalah Kunci
Meuthia Z Rizki, penulis Pikiran adalah Kunci

Penulis yang telah melahirkan dua buah buku sebelumnya, yaitu “Memeluk Mimpi, Mendayung Harapan (1992) yang ditulis oleh Alberthiene Endah dan buku kedua berjudul “Aku, Edisi Baru!” (2015) yang ditulis olehnya sendiri ini banyak mengalami perubahan karena merubah mindsetnya.

Menjadi anak yang pemalu, penyakitan dan gagap hingga usia remaja membuat mbak Meuthia merasa hidupnya sangat miserable. Ditambah lagi ketika dewasa pun beliau mengalami kebangkrutan, hingga depresi ketika melahirkan kedua anaknya.

Hal tersebut membuat mbak Meuthia menyadari bahwa hal tersebut tidak dapat dibiarkan begitu saja. Beliau merasa harus berubah, harus mengubah cara berpikirnya. Berbagai peristiwa telah melemahkan pikirannya. Dan saatnya harus berubah.

Memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di perusahaan terkemuka dan justru memulai untuk melakukan usaha sendiri tentu tidaklah mudah. Namun semua dilakukan mbak Meuthia untuk menemukan passionnya.

Sejak memutuskan berhenti dari pekerjaannya, mbak Meuthia fokus mendirikan klub untuk bisnis direct sellingnya dan memberikan banyak pelatihan dan motivasi yang bernama Alpha Life Transformation yang mengajarkan cara mengubah hidup dengan gelombang Alpha.

Pikiran adalah Kunci

Buku dengan ukuran 13,5 x 20 cm setebal 176 halaman ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) pada 11 Maret 2019. Buku dengan nuansa hijau menyegarkan tidak hanya hanya mata dan juga membuka pikiran kita.

Buku Pikiran adalah Kunci karya mbak Meuthia Z Rizki ini mendapat kehormatan dengan hadirnya kata pengantar dari mantan Ibu Negara kita yaitu ibu Ani Yudhoyono. Beliau mengomentari buku mbak Meuthia ini sebagai buku inspirasi yang layak menjadi buku referensi bagi pecinta buku yang membutuhkan pemantik positif dalam hidup, yang menginginkan kehidupan yang lebih baik.

Sebagaimana yang tertuang dalam Bab I bahwa hidup tergantung pada isi pikiran. Saya setuju sekali, hidup selayaknya menjadi perjalanan yang menyenangkan dalam mencapai tujuan dengan penuh kemudahan, ketenangan dan keberuntungan.

Semua itu dapat kita peroleh dan kita capai apabila kita juga mempunyai pikiran yang positif yang mendukung itu semua. Bagaimana kehidupan kita saat ini adalah gambaran dari pikiran kita. Duuh Saya merasa tertampar dengan kutipan itu.

Tenangkan hati dan pikiran,karena Pikiran adalah Kunci
Penandatanganan buku oleh Meuthia Z Rizki

Sejujurnya Saya masih sering memiliki pikiran-pikiran yang was-was, kuatir dan curiga apakah Saya dapat menjalankan peran Saya sebagai ibu dan juga teman di kehidupan saya ini. Padahal apa yang saya alami sekarang ini adalah buah dari pikiran Saya selama ini.

Berpikirlah yang baik-baik, yang positif, maka hasil akan mengiringi pada kebaikan. Enak atau tidak enak, baik atau buruk semua tergantung isi pikiran kita. Tuhan hanya mengiyakan sesuai prasangka Hamba-Nya.

“Fokus dan ucapkan sesuatu yang kita inginkan terjadi, bukan hal-hal yang ingin kita hindari”

Semua manusia pada dasarnya mempunyai modal yang sama untuk sukses, yaitu kekuatan pikiran. Oleh sebab itu jadikan kekuatan pikiran kita untuk menghadirkan pikiran-pikiran yang positif.

Sebagai manusia, makhluk Tuhan yang paling sempurna, kita diberi kemampuan untuk mengubah. Kesalahan apapun yang pernah kita lakukan, kita bisa mengubahnya menjadi lebih baik.

Seperti dalam surat QR. Ar-Ra’d, 13:11), bahwa “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

Jadi apapun yang kita simpan dalam pikiran, cenderung kuat terjadi pada kehidupan. Jika kita ingin mengubah keadaan, maka ubahlah terlebih dahulu isi pikiran kita.

Membaca bab demi bab dalam buku ini, saya merasakan sekali energi positif didalamnya. Sebanyak 7 Bab mbak Meuthia mengupas tuntas cara mengubah pikiran kita.

Pada intinya pikiran bisa kita perintah, perintah dengan jelas karena terapis yang paling andal adalah pikiran kita sendiri. Contohnya saja kalimat “Saya tidak mau miskin” (terdapat pada halaman 60). Tentu kita tahu maksudnya adalah bahwa Saya ingin kaya.

Tapi perkataan yang Saya ucapkan justru adalah program menuju hidup miskin, karena Saya meminta pikiran terfokus pada kata miskin. Lalu bagaimana sebaiknya? Ucapan “Saya ingin Kaya” justru hanya sebatas pada keinginan. Dalam benak terekam bahwa sekarang dalam keadaan miskin dan kaya hanya menjadi sebatas keinginan.

Namun kita bisa mengatakan “Saya berhasrat menjadi Kaya”. Karena hasrat terbukti mendatangkan keuntungan, mendatangkan afirmasi positif. Jadi harus diingat, bahwa apa yang kita inginkan dan rasakan itu berhubungan.  Serahkan kekhawatiran dan ketakutan pada Tuhan karena hanya kepada-Nya kita semua bersandar.

“Kun Fayakun, Jadilah maka terjadilah ia”

Apa yang kita pikirkan, bagi Tuhan itu adalah hal yang mudah untuk diwujudkan. Maka sebaiknya pikirkanlah hal yang besar dan baik maka kebaikan akan mengikuti.

Dibagian Penutup, mbak Meuthia menuturkan bahwa ketika kita dihadapkan pada kenyataan yang berbeda jauh dari yang kita harapkan, kuncinya hanya satu yaitu Rida. Terimalah dengan lapang dada dan besarkan hati kita. Hindari diri kita dari memendam rasa amarah. Tetaplah berbaik sangka pada Yang Kuasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Replies to “Tenangkan Hati dan Pikiran karena Pikiran adalah Kunci”

  1. Ucapan , tindakan dan pikiran haruslah sejalan. Jangan sampai tidak. Merubah pikiran di isi kepala terkadang suka melenceng. Meski di luruskan

  2. Setuju mba dengan buku ini pikiran adalah kunci dari penentu apa yang kita perbuat, semua dirasa hanya pikiran kuncinya sekaligus sebagai hypnoterapy bagi kita ya mba

  3. Setuju pikiran adalah kunci, kita bisa menjalani semua tinggal Mengikuti pilihan mau jadi baik atau tidak . Itu nm ny menikmati hidup ya

  4. Pikiran adalah kunci. Bener banget ya. Mau hepi ya pikirannya yg dibikin hepi dulu. Mau kaya ya pikirannya diset gmn caranya biar kaya gt yak hahaha

Leave a Reply