Tips Menangani Bayi Prematur Agar Dapat Tumbuh Kembang Secara Optimal

TiTips menangani bayi prematurps menangani bayi prematur

Memiliki anak menjadi impian semua orang tua di dunia ini. Berbagai cara dilakukan oleh pasangan suami istri agar dapat memiliki buah hati.

Ketika harapan dikabulkan, tentu sebisa mungkin sang istri dengan dibantu suami menjaga kandungannya agar tetap sehat. Namun adakalanya janin yang ada di dalam kandungan justru lahir dalam keadaan kurang bulan atau biasa disebut prematur.

Bayi Prematur dan Masalahnya

Tips menangani bayi prematur
Pic by Pixabay

Apakah definisi bayi prematur itu? Bayi lahir prematur yaitu bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu akibat berbagai kondisi. Di seluruh dunia sebanyak 15 juta bayi terlahir prematur pertahunnya, dan angka ini terus bertambah. Indonesia bahkan menempati peringkat ke-5 kelahiran prematur tertinggi di dunia, dengan angka kejadian 15,5% (Blencowe, et al. 2012; Liu, et al. 2012).

Tips menangani bayi prematur

Pada hari Sabtu (17/11) lalu, dalam rangka memperingati Hari Prematur Sedunia, Nutricia Sarihusada menyelenggarakan #BicaraGizi dengan tema “Dukung si Kecil yang Lahir Prematur untuk Tumbuh Kembang Optimal”.

Bertempat di Ocha&Bella, Jakarta Pusat, hadir narasumber dr.Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K) selaku Dokter Anak Konsultan Neonatalogi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, Joana Alexandra, seorang selebriti yang juga ibu dengan anak yang lahir prematur, Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia, dan juga ibu Nina dan suami, yang anaknya (Khalid) lahir prematur namun dapat tumbuh sehat dan optimal.

Tips menangani bayi prematur
Joana dan dr.Putri

Tantangan memiliki bayi lahir prematur datang justru setelah ibu dan bayi tidak lagi berada di Rumah Sakit pasca melahirkan. Menurut dr.Putri anak yang terlahir prematur beresiko memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus, karena berdampak pada tumbuh kembangnya nanti.

Masalah pada bayi terlahir prematur, antara lain metabolisme tinggi, imaturitas organ, feeding intolerance, rentan terhadap penyakit, cadangan nutrisi rendah sedangkan kebutuhan nutrisinya tinggi.

Tips menangani bayi prematur

Masalah-masalah tersebut tentunya menumbuhkan kekhawatiran sang ibu yang tidak ingin bayinya gagal tumbuh dan mengalami stunting atau juga sindrom metabolik seperti disiplidemia (kondisi yang terjadi saat kadar lemak dalam aliran darah terlalu tinggi atau terlalu rendah), penyakit jantung, diabetes melitus dan hipertensi.

Tips menangani bayi prematur
Joana Alexandra

Seperti itu juga kekhawatiran yang dialami oleh Joana Alexandra, ketika bayinya lahir prematur. Padahal ketiga kehamilan dan kelahiran sebelumnya normal-normal saja. Mbak Joana ingin memberikan yang terbaik pada bayinya walau terlahir prematur.

Cara Penanganan pada Bayi Terlahir Prematur

Lalu bagaimanakah cara penanganan pada bayi yang terlahir prematur tersebut? Banyak orang tua yang khawatir apakah bayinya akan tumbuh dan kembang secara optimal layaknya bayi yang lahir normal.

Perlu diingat bahwa masa depan anak tidak hanya ditentukan setelah ia lahir. Masa depan seorang anak dipengaruhi oleh status kesehatan pada 1000 hari pertama, dimulai sejak masih dalam kandungan ibu (270 hari).

Baca juga : 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan Memberikan Nutrisi Terbaik

Namun demikian, tantangan kesehatan dan permasalahan setelah lahir tetap harus ditangani secara maksimal. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah penanganan nutrisi untuk mengejar ketinggalan tumbuh kembang selama periode emas 1000 HPK tersebut.

Penanganan bayi terlahir prematur tersebut antara lain:

  • Penuhi kebutuhan nutrisi secara optimal, tidak terlalu berlebihan ataupun kekurangan. Pemberian asupan nutrisi ditujukan untuk mengejar pertumbuhan yang seharusnya dicapai pada saat di dalam kandungan.
  • Pantau grafik pertumbuhan bayi apakah sudah sesuai dengan kurva pertumbuhan dengan melakukan kontrol dan konsultasi pada ahlinya.
  • Lakukan skrining pemeriksaan pada mata, telinga, tulang, darah, dan ultrasonografi kepala. Karena kelompok bayi ini rentan terhadap gangguan pada beberapa sistem vital tubuh tersebut.
  • Rutin kontrol, apakah perkembangan sudah dicapai sesuai dengan usianya.
Tips menangani bayi prematur
Yanne Sukmadewi

Hadirnya ibu Yanne Sukmadewi dari Danone Indonesia yang merupakan saksi hidup, bahwa beliau sebagai bayi yang terlahir prematur dapat tumbuh dan kembang optimal, dengan kecerdasannya berhasil menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia dan bahkan menduduki posisi penting di Danone Indonesia.

Tips menangani bayi prematur
Ibu Nina, suami dan Khalid, putranya yang terlahir prematur

Pengalaman ibu Yanne, mbak Joana dan juga ibu Nina dalam menangani bayi lahir prematur yaitu satu. Ikhlas dan terus berusaha menstimulasi anak dengan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang serta juga stimulasi motorik lainnya, dan tentunya dengan tetap konsultasi ke dokter ahli.

Tips menangani bayi prematur

Jadi, pemberian nutrisi untuk bayi prematur harus sesuai kebutuhan dan harus tepat. Serta didukung pemantauan berkala yang harus dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang optimal, juga pemantauan pertumbuhan menggunakan grafik pertumbuhan yang sesuai. InsyaAllah bayi terlahir prematur akan tumbuh kembang optimal dan dapat mengejar ketertinggalannya dengan bayi yang lahir normal.

Tips menangani bayi prematur

 

 

 

 

5 Replies to “Tips Menangani Bayi Prematur Agar Dapat Tumbuh Kembang Secara Optimal”

  1. Merawat bayi prematur butuh perhatian ekstra ya. Meski terlahir kecil, bayi prematur bisa tumbuh optimal dan berprestasi

  2. Anak sulung saya lahir premature
    Awalnya takut banget. Takut ngga bisa seperti bayi normal
    Alahamdulillah prestasi akademi bagus
    Sayangnya mudah sakit. Ngga bisa cape

  3. Yang penting pemberian nutrisinya ya bayi pasti akan sehat dan tumbuh dengan baik dan tetap sehat

  4. […] Baca juga : Tips Menangani Bayi Prematur agar dapat Tumbuh Kembang secara Optimal […]

  5. […] Baca juga : Tips Menangani Bayi Prematur agar dapat Tumbuh Kembang secara Optimal […]

Leave a Reply

error: Jangan coba-coba copas yaa !!