#TolakPenyalahgunaanObat dan Napza Sekarang!

Peredaran obat baik itu yang kadaluarsa atau bahkan yang ilegal sekarang ini makin marak terjadi. Tidak hanya dikalangan menengah ke atas bahkan juga merambah ke kalangan menengah ke bawah. Hal ini sangat mengkhawatirkan, dimana kebanyakan sasarannya adalah dari kalangan usia sekolah. Data BNN-Puslitkes UI melalui Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2014 menyebutkan bahwa saat ini Indonesia Darurat Narkoba. Sebanyak 4.022.702 (2,18%) masyarakat Indonesia menjadi penyalahguna narkotika dimana 91,3% berjenis kelamin laki-laki dan 60,7% pengguna memiliki tingkat pendidikan SMU/MA sederajat. Bagaimana nasib generasi penerus bangsa kalau peredaran obat dan napza ini terus dibiarkan? Sudah seharusnya ini menjadi warning bagi kita semua, segala lapisan masyarakat untuk turun berperang melawan penyalahgunaan obat.
img_20171023_140657206286494.jpg
Pada hari Minggu (22/10) kemarin, saya beserta rekan-rekan dari Komunitas Blogger Cihuy menghadiri area Car Free Day (CFD) di jalan MH Thamrin, Jakarta untuk menghimbau dan mengajak masyarakat mengikuti aksi #TolakpenyalahgunaanObat yang sebelumnya telah dicanangkan di Buperta Cibubur pada 3 Oktober lalu oleh Presiden Joko Widodo didampingi Kepala Badan POM RI ibu Penny Lukito  dan sejumlah pejabat terkait. Kegiatan jalan sehat ini merupakan satu rangkaian kegiatan dari Badan POM RI yang mengajak masyarakat untuk peduli akan ancaman bahaya penyalahgunaan Obat dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) sekarang ini.
Pukul 5.30 pagi saya berangkat dari rumah menuju lokasi kegiatan, Alhamdulillah cuaca cerah, matahari bersinar hangat. Terlihat sudah ramai orang berkumpul di area CFD di bunderan HI dan ketika melintas melalui jalan Imam Bonjol saya lihat sudah berdiri panggung dan mobil-mobil dari Badan POM RI yang sudah siap sedia. Wahh..ternyata ada panggungnya juga ya, saya bayangkan ini pasti acaranya meriah. Beberapa saat kemudian temen-teman lainpun berdatangan, tidak lama kemudian saya mendengar pembawa acara mulai membuka acara.

img-20171022-wa0004-1103836021.jpg
Ibu Penny Lukito, Kepala Badan POM RI (Dok:twitter bpom)
Hadir perwakilan-perwakilan dari berbagai instansi pemerintah seperti Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian RI (Polri) dan pelajar SLTA dan mahasiswa juga masyarakat umum. Acara dibuka dengan mengadakan long march mulai dari Jalan Imam Bonjol menuju Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di depan Sarinah Thamrin Plaza. Sepanjang long march peserta  membawa atribut berupa poster dan banner juga yel-yel ajakan untuk menolak penyalahgunaan obat dan mewaspadai peredaran obat ilegal dan kadaluarsa ke masyarakat.
Mobil Badan POM RI yang siap melayani masyarakat (Dok:penulis)
Setelah long march acara disusul dengan senam bersama, antusias masyarakat terlihat sekali di area CFD itu. Sebagian terlihat berkerumun di sekitar mobil-mobil Badan POM RI yang menggelar aneka contoh obat-obat ilegal, kadaluarsa atau yang tidak memiliki ijin. Di mobil Badan POM RI itu juga sudah standby petugas yang siap menjelaskan tentang obat-obatan yang beredar di masyarakat.
Selanjutnya dengan disaksikan oleh perwakilan masing-masing instansi dan masyarakat yang hadir di CFD hari itu, dilakukan juga penggalangan komitmen untuk bersinergi memerangi penyalahgunaan obat dan napza demi menjaga stabilitas nasional. “Kelompok pelajar dan mahasiswa ini akan menjadi Duta Tolak Penyalahgunaan Obat dan Napza. Mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Badan POM RI dalam mendorong kesadaran pelajar dan mahasiswa untuk perang terhadap penyalahgunaan obat dan napza”, jelas Kepala Badan POM RI, ibu Penny Lukito.
Hadir juga Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN bapak Sobri, Ketua IAI ibu Azizahwati, Ketua Bidang Umum Kowani ibu Nuning Siregar, dan Wakil Ketua Sekretaris Jenderal Kowani ibu Hikam. Kegiatan hari itu juga menghadirkan paduan suara pelajar SMA se Jakarta yang menyanyikan jingle #TolakPenyalahgunaan Obat juga rampak gendang yang dibawakan oleh para pemain rampak gendang dari Banten.
Seperti yang terlihat tren kasus penyalahgunaan obat banyak menyasar generasi muda, yaitu kalangan anak-anak dan remaja usia sekolah. Tentunya hal ini merupakan masalah sosial yang serius dan wajib ditangani bersama. Upaya penanganan kejahatan dan penyalahgunaan obat ini memerlukan solusi holistik pada seluruh rantai demand dan supply, baik melalui upaya preventif maupun represif.
Dengan pencanangan aksi #TolakPenyalahgunaanObat ini diharapkan masyarakat aware akan bahaya ini dan bersama Badan POM RI dan instansi terkait berperang melawan peredaran napza dan melindungi buah hati kita generasi penerus bangsa. Mari #TolakPenyalahgunaanObat dan jadilah masyarakat yang cerdas, gunakan obat sesuai aturan. Hindari membeli obat-obatan secara online atau ditempat-tempat yang tidak resmi, karena pemerintah tidak menjamin keaslian dari obat-obatan yang dijual secara online ataupun di tempat resmi seperti apotek, toko obat berijin atau pelayanan kesehatan lainnya.
Ada baiknya juga kita mencari tahu tentang obat-obatan yang sekiranya kita merasa curiga dengan menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM RI terdekat. Atau bisa juga melalui media sosial Badan POM RI yaitu :
Contact Center HALO BPOM : 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533
Website : www.pom.go.id
Email : halobpom@pom.go.id
Facebook : Badan POM
Twitter : @bpom_ri
Instagram : @bpom_ri
 
 
 
HQ’17
 

0 Replies to “#TolakPenyalahgunaanObat dan Napza Sekarang!”

  1. aRum Sukapto says: Reply

    kl ampe salah minum obat, yg awalnya pgn sembuhin penyakit bs malah jd masalah yaaa…

    1. Hai mbk Arum…iya betul tuh mbak, makanya kita harus hati2 ya. Apalg klo obatnya belinya online duuhh emg baju ya…Makasih udah berkunjung ya.

  2. Serem banget ya mba jaman skrg, Harus pandai2 memilah obat2 yg mau dibeli. Lebih baik memang sesuai anjuran dokter

    1. hai marlena..iya ya,takutnya kita malah beli obat ilegal kalo belinya tdk di tempat berijin seperti apotek. makasih sudah berkunjung ya..

  3. Hati- hati ya kalau belanja obat melalui online. Duh kok nggak recomended banget ya ?

    1. Hai kak Gita,bener jangan deh beli obat melalui online emangnya beli baju ya kak..Makasih udah berkunjung ya.

  4. Duhhh..
    jd harus waspada nih sama obat-obatan..

Leave a Reply