Wujudkan Mimpi yang Tertunda bersama Boost Optimum

Boost Optimum

Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Saya jadi teringat quote ini yang diucapkan teman saya di chat Whatsap beberapa hari yang lalu. Kita memang tidak bisa memungkiri bahwa kita akan menghadapi masa itu (kalau ditakdirkan masih hidup), masa menjadi tua. Namun kita tetap harus optimis menghadapi dan menjalani masa tua bahkan dengan mimpi-mimpi kita yang belum terwujud di masa muda.

Terkait dengan masa tua, Badan Pusat Statistik memperkirakan pada tahun 2035 nanti jumlah lansia akan mencapai 48 juta jiwa atau 15% dari total penduduk Indonesia. Tingginya jumlah penduduk lansia ini berdampak positif bila mereka tetap dalam keadaan sehat, aktif dan produktif.

Sebaliknya, akan terjadi peningkatan biaya kesehatan bila mereka memiliki masalah penurunan kesehatan. Oleh sebab itu kita harus lebih memperhatikan kesehatan para lansia kita, agar mereka tetap dapat menjalani hidup dengan semangat.

Boost Optimum
Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, dr. Yulia Megawati, Don Hasman.

Pada hari Senin (11/11) lalu, Nestle Health Science menggelar acara talkshow dengan tema “Hidupkan Mimpi yang Tertunda” sekaligus memperkenalkan produk Nestle Boost Optimum. Acara yang diadakan di Paloma Bistro, Des Indes Hotel, Menteng, Jakarta ini menghadirkan :

  • Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, dokter spesialis geriatri
  • dr. Yulia Megawati, Marketing Manager Nestle Health Science
  • Don Hasman, fotografer senior berusia 79tahun

Yang kerap terjadi pada lansia kita adalah ketidakcukupan gizi atau malnutrisi, papar Dr. dr. Purwita. Padahal kecukupan gizi akan membantu lansia beraktivitas dengan sehat dan lancar. Bertambahnya usia, tentu akan menurunkan fungsi tubuh dan juga metabolisme tubuh yang akibatnya para lansia jadi mudah cape, rentan penyakit, kehilangan massa otot juga penurunan berat badan.

Malnutrisi pada Lansia

Malnutrisi yaitu ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kebutuhan energi tubuh untuk mendukung pertumbuhan, pemeliharaan dan kerja fungsi spesifik tubuh yang sehat. Malnutrisi pada lansia dapat meningkatkan resiko terjadi infeksi, penurunan kekebalan tubuh, penurunan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka, sarkopenia dan frailty syndrome.

Boost Optimum
Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer,dokter spesialis geriatri

Malnutrisi pada lansia dapat terjadi karena faktor fisik (hilang nafsu makan, kesehatan gigi yang buruk), faktor sosial (hidup sendiri, kurangnya mobilitas), dan faktor media (infeksi, riwayat penyakit, depresi).

Lansia yang mengalami malnutrisi mengalami gejala sebagai berikut, yaitu:

  • hilangnya massa otot(sarkopenia)
  • berkurangnya lemak dibawah kulit
  • penurunan berat badan
  • tulang yang terlihat menonjol
  • bibir pecah-pecah dan cekung di bawah mata
  • rambut kusam dan mudah rontok
  • memar di kulit, kulit kering, bersisik, ada penumpukan cairan di bawah kulit.

Gejala-gejala tersebut dapat kita hindari dengan memberikan asupan gizi yang cukup dan seimbang kepada mereka. Asupan gizi yang sebaiknya mereka peroleh yaitu asupan gizi makro seperti karbohidrat, lemak dan protein, serta gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.

Namun selain asupan gizi makro dan mikro tersebut, para lansia juga membutuhkan prebiotik dan probiotik untuk membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Satu hal lagi yaitu serat agar terhindar dari masalah pencernaan dan sembelit.

Saya jadi teringat almarhumah ibu saya yang juga sempat mengalami malnutrisi. Asupan gizi di tubuh almarhumah memang kurang memadai karena beliau mengalami sakit stroke. Jadi beliau mengalami penurunan nafsu makan.

Oleh karena pengalaman itulah saya berharap di masa tua nanti saya dapat tetap sehat menjaga kondisi tubuh saya agar tetap fit seperti pak Don Hasman yang masih sanggup berkunjung ke berbagai negara sendirian. Beliau bahkan berhasil melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki sejauh 1000km.

Boost Optimum
Don Hasman, fotografer senior

Kisah inspiratif bapak Don Hasman ini patut dijadikan contoh supaya kita dapat menjaga asupan gizi dan mengatur pola makan yang sehat dan juga aktivitas fisik.

Di usia yang menginjak 79 tahun ini pak Don Hasman rajin menjaga stamina tubuh dan menjaga pola makan. Salah satu asupan gizi pendukung yang beliau konsumsi adalah Nestle Boost Optimum.

Nestle Boost Optimum, wujudkan mimpi yang tertunda

“Dreams aren’t just for kids

Dreams are lifelong

There is no expiration date on aspiration and plans

Big ones or small ones”

Sanak keluarga memiliki peran penting dalam memperhatikan asupan gizi para lansia. Keluarga pula yang disarankan turut mengambil peran menyemangati para lansia agar terus menghidupkan mimpi-mimpinya dengan tubuh yang sehat.

Boost Optimum
dr. Yulia Megawati, Marketing Manager Nestle Health Science

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Yulia Megawati, bahwa Nestle Health Science berkomitmen dalam mengembangkan terapi gizi, salah satunya dengan menghadirkan Nestle Boost Optimum yang diperuntukan lansia dalam memenuhi kecukupan asupan gizinya.

Boost Optimum
Boost Optimum

Nestle Boost Optimum ini kaya akan protein whey dan kasein yang bermanfaat membantu memenuhi kecukupan asupan gizi lansia. Nestle Boost Otimum yang dulu dikenal dengan Nutren Optimum kini makin diperkaya dengan  Vitamin D, E, B6, dan B12, serta probiotik (Lactobacillus paracasei) dan prebiotik (serat pangan inulin dan fructo-oligosaccharides) yang membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Dengan dukungan dan perhatian dari keluarga, kehidupan lansia akan menjadi lebih aktif dan dapat menjalani hidup lebih sehat, serta mampu mewujudkan mimpinya yang tertunda.

 

One Reply to “Wujudkan Mimpi yang Tertunda bersama Boost Optimum”

  1. pak Don Hasman usia 79 tahun dan masih sanggup berkunjung ke berbagai negara sendirian.!

    Ga kebayang kalo daku, usia baru injak kepala 5 aja udah gemeeteran dengkul hihihi gimana beliau yang berjalan kaki sejauh 1000 km yaaa

Leave a Reply