Yuk Dukung Terwujudnya Langit Biru dengan Menggunakan BBM Ramah Lingkungan

Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan

Beberapa waktu lalu di media sosial ramai diposting foto penampakan langit Jakarta yang biru cerah dengan awan putihnya. Sejak pandemi yang telah berjalan setahun ini kesibukan warga di luar rumah dengan menggunakan kendaran bermotor memang cenderung berkurang. Otomatis polusi udara akibat asap kendaraan juga berkurang.

Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Penampakan langit biru di samping rumah.

Sebenarnya polusi udara Jakarta akibat asap kendaraan bisa dikurangi dengan mengganti bahan bakar minyak (BBM) dengan BBM yang ramah lingkungan. Pemerintah sendiri terutama Pertamina mengeluarkan banyak varian BBM yang dapat digunakan pengendara untuk kendaraannya, salah satunya BBM ramah lingkungan yaitu Pertamax Plus dan Pertamax Turbo.

Terkait permasalahan BBM ramah lingkungan ini YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) bersama KBR (Kantor Berita Radio) menyelenggarakan webinar yang menarik dengan tema “Mendorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru”. Webinar ini berlangsung pada hari Rabu (10/03) yang dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah dan nara sumber lainnya, antara lain:

-Tulus Abadi – Ketua Pengurus Harian YLKI
-Fabby Tumiwa – Executive Director, Institute for Essential Service Reform (IESR)
-Ratna Kartikasari-Kepala Sub Direktorat Pengendalian Penceamaran Udara Sumber Bergerak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
-Denny Djukardi W- VP Sales Support PT. Pertamina
-Heriyanto, Redaktur Pontianak Post Daily Newspaper
-Nugie, Musisi dan Penggiat Lingkungan Hidup
-Rika Cornelissa, Penyiar Radio Kotawaringin Timur
-Gapur, Standup Comedy Samarinda
-Isal Gorapu, Content Creator, Gorontalo
-Rion Laode, Musisi, Kendari.

Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Webinar KBR dan YLKI tentang Penggunaan BBM ramah lingkungan demi terwujudnya program Langit Biru.

Program Langit Biru demi terciptanya lingkungan yang bersih

Kalau mendengar kata langit biru otomatis di pikiran saya adalah indah dan cerahnya penampakan langit serta udara yang bersih minim asap kendaraan. Fenomena perubahan iklim global (Global Climate Change), beberapa tahun belakangan ini kini menjadi perhatian seluruh warga dunia. Tanpa diperangi bersama, alam dan seisinya bisa semakin rusak, dan dapat berdampak pada perubahan iklim global yang bisa mewujudkan berbagai krisis.

Sadar akan kondisi tersebut dan menyikapi hal ini, pada November 2015 lalu, Presiden Jokowi telah menandatangani Paris Protocol, terkait kesanggupannya mereduksi emisi gas karbon antara 29-40 persen pada 2050.

Namun, sebenarnya pemerintah Indonesia sudah menggagas kebijakan yang spiritnya sama, yaitu kebijakan Program Langit Biru. Program ini digawangi oleh Kementerian Lingkungan Hidup, via Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup No. 15 Tahun 1996 yaitu mengenai BBM yang ramah lingkungan.

Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI.
Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Ratna Kartikasari-Kepala Sub Direktorat Pengendalian Penceamaran Udara Sumber Bergerak KLHK.

Spirit Program Langit Biru adalah upaya untuk mengantisipasi adanya krisis lingkungan, khususnya polusi udara, yang dicetuskan oleh multi sebab, baik karena benda/barang tidak bergerak, dan atau benda/barang bergerak. Adapun sumber pencetus utama
benda/barang bergerak adalah sektor transportasi darat. Maka dari itu, untuk mewujudkan program langit biru dan juga mereduksi gas karbon sebagaimana janji Presiden Jokowi pada Protokol Paris (2015), maka mau tidak mau target untuk mewujudkan jenis BBM ramah lingkungan (berstandar Euro 2) menjadi suatu keharusan.

Dalam konteks melindungi warganya, mandat untuk untuk mewujudkan program langit biru dengan cara mengurangi emisi gas karbon, adalah bukan hanya mandat pemerintah pusat saja. Pemerintah daerah punya tanggung jawab yang sama, yang secara regulasi bisa melakukan dan mewujudkannya.

YLKI yang bergerak dalam perlindungan konsumen juga ikut mendukung program Langit Biru ini salah satunya dengan mendorong penggunaan BBM yang ramah lingkungan sesuai standar dunia. BBM ramah lingkungan yaitu BBM yang memiliki nilai oktan tinggi karena rendah emisi dan residu yang ditinggalkan pada kendaraan juga keci

Seperti yang dikatakan Tulus bahwa negara kita termasuk tertinggal dalam hal pengadaan dan penggunaan BBM ramah lingkungan. Standar BBM level Euro yang digunakan di beberapa negara yaitu Euro 4 bahkan banyak negara lain yang sudah mencapai level Euro 6. Adapun level Euro 2 yang ada di setiap SPBU di negara kita yaitu pertamax dengan RON 92, sedangkan Euro 6 baru sebagian saja ada di SPBU yaitu pertamax turbo dengan RON 95.

Penggunaan BBM ramah lingkungan ini akan sangat membantu terciptanya program Langit Biru yang dijalankan. Karena selain menjaga kondisi lingkungan juga menjaga kendaraan itu sendiri. Oleh sebab itu pemerintah didesak untuk mengeluarkan peraturan P20 tahun 2017 tentang keharusan menggunakan BBM ramah lingkungan minimal level Euro 4 bagi kendaraan di negara kita. Peraturan tersebut juga dibuat agar produsen kendaraan memproduksi kendaraan dengan kondisi Euro 4 agar sesuai dengan BBMnya.

Langit Biru dapat tercipta dengan kesadaran kita bersama akan pentingnya menjaga lingkungan

Selain menggunakan BBM yang ramah lingkungan, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk ikut menjaga dan mendukung program Langit Biru ini. Contoh sederhananya saja yaitu dengan berjalan kaki dari kantor ke restoran atau mall tempat kita makan siang daripada menggunakan kendaraan. Seringkali jarak antara kantor dengan tempat kita makan siang itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki, itung-itung olahraga membakar lemak, ya gak?

Apalagi pedestrian untuk para pejalan kaki di kota besar seperti Jakarta juga semakin bagus, jadi gak ada alasan untuk tidak berjalan kaki. Selain lebih sehat juga ramah di kantong karena hemat ongkos kendaraan umum dan juga BBM bagi kendaraan.

Ketergantungan kita akan menggunakan kendaraan dapat kita minimalisir kok, asal ada kesadaran dari diri kita. Selain jalan kaki, menggunakan sepeda juga dapat kita lakukan untuk meminimalisir menggunakan kendaraan. Apalagi sekarang ini juga masyarakat kita sedang hype dengan gowes atau bersepeda bersama.

Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Nugie, Musisi dan Penggiat Lingkungan Hidup.
Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Rion Laode, Musisi, Kendari.
Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Rika Cornelissa, Penyiar Radio Kotawaringin Timur.

Seperti pengalaman Nugie, seorang musisi yang juga penggiat lingkungan hidup yang rutin bersepeda ini. Harus ada keseimbangan antara aktifitas kita dengan urgensi kita menggunakan kendaraan. Diperlukan kebijakan agar penggunaan BBM dapat dilakukan dengan lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain dengan berjalan kaki dan juga berkendara sepeda, menjaga lingkungan dengan program Langit Biru ini, menurut saya harus kita mulai dari diri sendiri. Sederhananya saja kita mulai dengan membuang sampah di tempat sampah, menggunakan tas daur ulang atau membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja baik di toko besar atau toko tradisonal, membawa tumbler atau botol minum sendiri, kalaupun menggunakan kendaraan gunakan transportasi umum. Hal tersebut sebenarnya cukup sederhana dan dapat memaksimalkan diri untuk ikut menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman dan aman untuk ditinggali bersama.

Program langit biru dengan BBM ramah lingkungan
Yuk gunakan tranportasi umum untuk mendukung program Langit Biru.

Masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan terkait untuk mewujudkan program Langit Biru ini, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak tidak hanya pemerintah, masyarakat tapi seluruh elemen yang terkait. Yuuk kita ikut menjaga Langit Biru kita agar tetap biru, bersih dan nyaman sampai anak cucu nanti.

 

Leave a Reply