Yuk Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru dengan Kesadaran Melakukan 3M

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru

Siapa yang menyangka bahwa pandemi Covid-19 ini akan terjadi. Sudah 7 bulan lebih negara kita menghadapi wabah pandemi ini dan sejak saat itulah adaptasi kebiasaan baru mulai diterapkan yaitu menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Sejak ditemukannya pasien Covid-19 pertama kali pada bulan Maret lalu, sudah banyak sekali masyarakat kita yang terpapar virus tersebut. Kita tidak tahu dari mana kita terpapar virus tersebut.

Yang pasti virus tersebut ada dan dapat menyebar melalui droplet dari mulut atau hidung yang menempel di sekitar kita. Oleh sebab itu pemerintah giat menginstruksikan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan ketika berada dan beraktivitas di luar rumah.

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru

Tidak dipungkiri bahwa pandemi ini memaksa kita untuk melakukan adaptasi. Yang biasanya melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan kampus, bekerja di kantor, kini kita harus membiasakan diri melakukan kegiatan tersebut di rumah.

Kalaupun masih ada yang melakukan kegiatan belajar dan bekerja di luar rumah, tetap patuhi protokol kesehatan. Namun kenyataannya masih banyak masyarakat kita yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Tips Menghadapi Adaptasi New Normal

 

Dalam rangka menekan dan memutus penyebaran virus ini, pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan mengajak masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan mengadakan seminar online yang  bertema “Yuuk Disiplin COVID-19 Ambyar.”

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru
dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Seminar online yang diadakan pada Rabu (30/9) ini dihadiri oleh blogger dan narasumber Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. yang biasa dikenal dengan bunda Romi. Hadir juga dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat yang membuka seminar online hari itu.

Dikarenakan blogger sebagai salah satu warga net juga mempunyai peran dalam mensosialisasikan dan menginformasikan hal-hal positif terkait adaptasi kebiasaan baru dan 3M, hadir juga mbak Wardah Fajri selaku founder dari Komunitas BloggerCrony.

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru

Adaptasi kebiasaan baru

Perubahan pandangan, sikap dan perilaku masyarakat memang dituntut dalam menghadapi pandemi sekarang ini. Dalam salah satu pidatonya Presiden Jokowi juga telah menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19.

Pertama, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti. Kedua, pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang harus didasarkan oleh data dan fakta di lapangan.

Ketiga, penentuan skala prioritas yang harus disiapkan secara matang mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap. Keempat, adanya konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, serta bergotong royong melibatkan semua elemen masyarakat. Kelima, melakukan evaluasi secara rutin. Presiden terus mengingatkan agar jajarannya tidak lengah terutama karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis.

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru

Seperti yang dijelaskan dr. Riskiyana bahwa virus Covid-19 ini merupakan penyakit baru yang menyebabkan gangguan pernafasan dan radang paru. Gejala klinisnya antara lain demam hingga lebih dari 37 derajat Celcius, batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan, letih dan lesu.

Penularannya melalui droplet atau cairan yang berasal dari batuk atau bersin, kontak pribadi, menyentuh permukaan yang terdapat virus Covid-19 kemudian menyentuh mulut, hidung dan mata tanpa mencuci tangan terlebih dulu.

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru

Begitu cepatnya virus ini menyebar tentu membuat kita harus melakukan sesuatu untuk mencegahnya. Oleh sebab itu dibutuhkan kesadaran yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga untuk mematuhi protokol kesehatan.

Keluarga merupakan satuan masyarakat terkecil yang menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran virus ini. Diperlukan adaptasi kebiasaan baru dan disiplin dalam menjalan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Sangat mudah sekali, kan? Kita tidak tahu dimana virus itu berada namun kita dapat mencegah penyebarannya.

Kesadaran moral dalam menjalankan adaptasi baru

Sesuatu yang awalnya tidak pernah atau jarang dilakukan memang sulit untuk dilakukan. Dibutuhkan kesadaran moral dalam menjalankannya terutama menjalankan adaptasi baru di tengah pandemi sekarang ini.

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru
Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi. (bunda Romi).

Berikut pesan bunda Romi dalam menjalankan adaptasi baru, yaitu:

  1. Perkuat moral virtue
  2. Kenali manfaat 3M bagi diri sendiri dan keluarga terdekat
  3. Permudah, jangan persulit dengan menyiapkan masker lebih dari satu dan menyediakan sabun dan air bersih untuk mencuci tangan
  4. Terapkan kebiasaan konsisten
  5. Mulai dari diri sendiri karena kita yang pegang kendali atas diri
  6. Mulai juga ke lingkungan terdekat seperti keluarga, rekan kerja
  7. Jadilah contoh untuk lingkungan.

Tanpa adanya kesadaran moral untuk mencegah penyebaran virus ini dengan mematuhi protokol kesehatan, kecil kemungkinan kita terbebas dari virus ini.

Siapa sih yang gak bosan 7 bulan di tengah pandemi ini? Tentu semua merasakannya, tapi kita dapat saling membantu dengan mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M yang paling sederhana. Pasti bisa, kan? Yuk kita patuhi protokol kesehatan dan siap menghadapi adaptasi baru dengan 3M.

Patuhi Adaptasi Kebiasaan Baru
(Dok: BloggerCrony)

 

 

 

Leave a Reply