Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini

Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini

Pneumonia, dari namanya saja mungkin terdengar susah untuk diucapkan. Apa sih Pneumonia itu? Mengutip dari laman halodoc.com Pneumonia adalah kondisi dimana seseorang mengalami infeksi (oleh virus, bakteri dan jamur) yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru orang tersebut. Kantung udara yang terinfeksi tersebut akan terisi oleh cairan. Kondisi ini disebut juga sebagai penyakit paru-paru basah.

Pneumonia mempunyai gejala yang ringan seperti gejala pada flu, batuk dan demam. Tapi biasanya durasinya lebih lama daripada flu biasa, yang apabila dibiarkan akan menimbulkan gejala yang lebih berat lagi seperti sesak nafas, batuk berdahak, mual muntah dan demam tinggi.

Di Indonesia sendiri, Pneumonia menjadi penyebab kematian nomer 2 pada anak setelah diare. Tingginya kematian anak akibat Pneumonia dikarenakan pengetahuan masyarakat dan orang tua yang minim akan Pneumonia itu sendiri. Banyak yang tidak terdeteksi karena dianggap gejala yang terjadi pada penderita Pneumonia hanyalah flu atau batuk biasa.

Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini
#StopPneumonia

STOP Pneumonia mulai dari sekarang

Terkait dengan minimnya pengetahuan masyarakat akan bahayanya Pneumonia sekaligus meluncurkan kampanye STOP Pneumonia pada anak, diadakanlah talkshow Ruang Publik. Acara tersebut diselenggarakan  pada Minggu (18/8) di lapangan museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta atas kerjasama KBR, 89,2 Power FM dan Save the Children.

Acara yang dimulai di Minggu pagi yang cerah itu dibuka dengan tarian massal atau flash mob Cokekan yang dilakukan oleh penari wanita dan masyarakat umum di halaman Museum Fatahillah tepat di depan arena talkshow.

Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini

Dalam acara talkshow Ruang Publik yang disiarkan langsung melalui 89,2 Power FM ke 100 jaringan KBR mulai dari Aceh hingga Papua. Penyiaran ini dimaksudkan agar masyarakat yang tidak hadir di acara tersebut tetap dapat menyimak pembicaraan yang dihadiri oleh narasumber-narasumber yang ahli di bidang kesehatan, seperti:

  • Selina Patta Sumbung, Ketua Yayasan Save the Children
  • dr. Windra Woworuntu, M.Kes, Direktur P2PML Kemenkes RI
  • dr. Erna Mulati, MSc, CMFM, Direktur Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI
  • dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A, Ikatan Dokter Anak Indonesia
  • Bayu Oktara, public figure

Banyaknya masyarakat umum yang tidak mengetahui tentang Pneumonia membuat angka kematian balita karena Pneumonia menjadi tinggi. Gejala Pneumonia yang terjadi pada anak seringkali dianggap gejala flu, batuk atau demam biasa.

Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini

Pengaruh lingkungan terhadap penyakit Pneumonia ternyata juga sangat berperan. Apalagi polusi udara di Jakarta yang semakin hari semakin mengkhawatirkan membuat anak-anak juga semakin rentan terkena pneumonia. Kondisi polusi udara yang dapat membuat anak terkena batuk, demam, flu  berkepanjangan apalagi disertai sesak nafas yang tidak biasa patut kita curigai ya. Secepatnya kita harus segera membawa ke dokter untuk segera dilakukan pemeriksaan.

Pencegahan terhadap Pneumonia sebenarnya dapat kita lakukan sejak dini. Sejak bayi berikan ASI Eksklusif sebagai salah satu imunitas anak terhadap penyakit, disusul dengan pemberian MPASI ketika berumur diatas 6 bulan agar kebutuhan gizi seimbang didapat oleh anak. Jangan lupa lakukan imunisasi lengkap agar anak menjadi kebal terhadap penyakit.

Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini

Sebagai orang tua kita juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Salah satunya yaitu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Selain itu hindari anak dari asap rokok yang dapat memicu terjadinya penyakit. Pastikan lingkungan aman, nyaman dan bersih.

Salah satu kegiatan yang dilakukan pada acara campaign Stop Pneumonia hari itu yaitu dengan dilakukannya penandatanganan kepedualian akan Pneumonia yang dilakukan oleh narasumber yang hadir. Stop Pneumonia sendiri berarti:

  • Susu ibu saja sampai usia 6 bulan
  • Tuntaskan imunisasi dasar balita
  • Observasi jika anak sakit
  • Pastikan kecukupan gizi pada anak

Nah..tunggu apalagi nih, yuuk #StopPneumonia pada anak dan mulai

Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini
(Pic by: @ISB)

 

9 Replies to “Yuk Stop Pneumonia pada Anak dengan 4 Langkah ini”

  1. Pernah merawat bayi yg kena pneumonia membuatku aware untuk perhatikan tiap anak batuk jangan sampai sesak napas. STOP Pneumonia supaya prevalensi pneumonia pada bayi Dan balita di Indonesia menurun.

  2. Polusi tinggi membuat semakin banyak penyakit pernapasan berbahaya pada anak yah

  3. Teman ku anak nya meninggal dunia di usia 2 tahunan karna pneumonia . Yuk kita sama sama stop pneumonia pada anak , demi bangsa Indonesia , demi anak anak Indonesia

  4. Asap rokok tuh bahaya banget ya bagi anak. Tapi para perokok itu susah banget deh dinasihatinya. Kasian anak-anak masih kecil udah kena pneumonia.

  5. Mba hiid, duh aku kurang ilmu banget soal ini. Maaci udah dishare lengkap soal pneumonia ini yah. Smg sih anak2 nggak ngalamin. Tp at least aku jd punya ilmu baru nih

  6. Sakit pneumonia ini diderita oleh anak2 dan ngeri jg yah kalo misalkan orangtua awam taunya flu biasa

  7. Serrm juga ya Bu, lebih baik mencegah sedini mungkin dengan hidup sehat yuk galangkan Asi 6 bulan

  8. Stop Pneumonia ini menjadi konsentrasi utama seorang ibu pasca melahirkan ya. Mulai dari menuntaskan imunisasinya dengan lengkap dan pemberian asi minimal 6 bulan.

  9. Anak temenku di palembang terkena pneumonia mbak krn pas asap 2015. Duh semoga ini byk dibaca pihak terkait ya. Supaya penyebabnya bisa diminimalisir

Leave a Reply