Yuuk, Dukung Imunisasi MR: Agar Buah Hati Kita Terhindar Dari Bahaya Penyakit Campak dan Rubella

Seminggu belakangan ini, saya sering melihat iklan layanan masyarakat tentang salah satu korban penyakit campak dan rubella. Anak itu adalah Ubi, putri ibu Grace Amalia yang ketika lahir terdapat kerusakan otak, tuli, dan penyakit jantung bawaan. 
Sedih sekali saya melihat video tentang Ubi, seandainya saya yang berada di posisi ibun yang anaknya mengalami penyakit itu..ah apakah saya akan setegar dan setabah itu? Selama ini yang saya tau, campak dan rubella itu sejenis penyakit ringan biasa yang apabila bercak merahnya sudah keluar semua dan menghilang, maka akan terbebas dari resiko selanjutnya.
Namun saya salah, campak dan rubella tidak bisa dianggap enteng begitu saja. Campak dan Rubella untuk anak-anak berakibat buruk hingga sampai ke kematian, bahkan untuk orang dewasa dalam hal ini ibu hamil, dapat melahirkan bayi cacat. 
Untuk itulah imunisasi dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya  bahaya penyakit campak dan rubella. Pemerintah pun gencar mengkampanyekan imunisasi MR ke masyarakat akan pentingnya mengetahui bahaya penyakit campak dan rubella. Juga agar masyarakat mau dan sadar untuk membawa buah hatinya mendapatkan imunisasi MR.

Bersyukur pada tanggal 21 Juli lalu, saya mendapat kesempatan untuk menghadiri temu Blogger yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan RI bersama rekan-rekan Blogger Cihuy lainnya. Kemenkes ingin masyarakat lebih jauh lagi mendapat penjelasan mengenai pentingnya imunisasi MR melalui kami, para blogger. 
Temu Blogger hari itu dihadiri oleh ibu DR Jane Soepardi, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, bapak dr Hindra Irawan Satari dari Ikatan Dokter Indonesia, juga bapak DR HM Asrorun Niam Sholeh, MA yang menjabat Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat.

Narasumber ki-ka: Bapak Indra(Kemenkes), dr Hindra Irawan Satari (IDI),DR HM Asrorun Ni’am Sholeh,MA (Sekretaris Komisi Fatwa MUI),DR Jane Doepardi (Direktur Surveilans&Karantina Kesehatan,Dirjen P2P,Kemenkes) Dok:helenamantra.com
Seperti yang dijelaskan oleh ibu DR Jane, bahwa dari segi hukum anak-anak Indonesia itu berhak atas kesehatannya. Oleh sebab itu kita sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan hak anak untuk mendapatkan imunisasi agar terhindar dari bahaya penyakit. 
Di Indonesia sudah ada beberapa imunisasi yang diwajibkan untuk diberikan kepada anak-anak mulai dari bayi baru lahir hingga usia 15 tahun. Imunisasi MR ini merupakan salah satu imunisasi wajib yang harus diberikan oleh anak-anak mulai dari usia 9 bulan – 15 tahun. 
Sebelum lanjut mengenai penjelasan pemberian imunisasi MR. Apa sih sebenarnya campak dan rubella itu?Campak dan Rubella adalah penyakit menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. 
Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular. Campak dapat menyebabkan komplikasin yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian. 
Sedang Rubella berupa penyakit ringan pada anak, yang apabila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Juga kelainan jantung, kelainan mata (katarak kongenital), tuli, keterlambatan perkembangan bahkan juga kerusakan jaringan otak.
Adapun gejala penyakit campak yaitu demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. Ini yang sering terlewatkan oleh kita. 
Gejala umum hanya berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah, dan nyeri persendian, seperti gejala flu biasa. Campak dan Rubella tidak ada obatnya, namun dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.
Apa ya vaksin MR itu? Vaksin MR adalah vaksin Campak (Measless) dan Rubella untuk perlindungan terhadap penyakit campak dan Rubella. Vaksin MR yang digunakan telah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan ijin edar dari Badan POM. 
Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit campak dan Rubella, bahkan telah berhasil digunakan di lebih dari 141 negara di dunia. Wahh..berarti vaksinnya import donk ya. Aman ga sih?Pasti banyak yang mempertanyakan kan? Walaupun vaksin MR impor tapi sudah teruji di Badan POM bahkan mendapat sertifikat halal dari MUI.
Jangan terlalu mudah percaya berita-berita hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai vaksin MR ini. Seperti yang banyak beredar di masyarakat, bahkan sampai dishare di berbagai social media bahwa vaksin MR dapat menimbulkan autisme. Itu tidak benar, sama sekali tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme, termasuk vaksin MR ini.
Bahkan untuk efek samping saja,tidak ada. Menurut dr Hinda, demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, dan nyeri ditempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisaasi yang serius pun sangat jarang terjadi. So..ga ada yang perlu dikuatirkan kan?Bayangkan efek apabila buah hati kita tidak mendapatkan imunisasi MR ini, tidak hanya membahayakan dirinya bahkan juga membahayakan orang lain.
Imunisasi MR ini diberikan untuk semua anak usia 9bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama Kampanye Imunisasi MR. Selanjutnya imunisaasi MR masuk dalam jadwal rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi campak. Seandainya buah hati kita sudah mendapatkan2 dosis imunisasi campak sebelumnya, maka imunisasi MR ini tetap harus dilakukan agar mendapat kekebalan terhadap Rubella.
Perbedaannya apa ya vaksin MR dan vaksin MMR? Karena anak saya sebelumnya pun pernah mendapatkan vaksin MMR. Vaksin MR berfungsi untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. 
Sedang vaksin MMR berguna untuk mencegah penyakit Campak, Rubella dan gondongan (mums). Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan. Jadi untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit campak dan rubella, maka imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR sebelumnya.
Jadi ga ada yang perlu diragukan lagi ya, teman-teman tentang imunisasi MR ini. Karena selain sudah teruji di Badan POM, bahkan sudah ada Fatwa dari MUI No.4 tahun 2016. Seperti yang dijelaskan bapak DR Asrorun bahwa Imunisasi itu pada dasarnya diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. 

Al-Dlarurat adalah kondisi keterpaksaan yang apabila tidak diimunisasi dapat mengancam jiwa manusia

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian,penyaki berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yg kompeten dan dipercaya,maka imunisadi itu wajib hukumnya.

Al-Hajat adalah kondisi keterdesakan yang apabila tidak diimunisasi akan dapat menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang

Oleh sebab itu pemerintah mengadakan kampanye Imunisasi MR yang bertujuan:

  • Meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat.
  • Memutuskan transmisi virus camdapak dan rubella sederajat.
  • Menurunkan angka kesakitan campak dan rubella.
  • Menurukan angka kejadian CRS

Adapun Kampanye Imunisasi MR ini ditujukan pada:

  • Sasaran : usia 9 bulan – 15 tahun
  • Pelaksanaan, yang meliputi :

Lokasi : diseluruh wilayah Indonesia di 34 Propinsi. Pelayanan dilakukan di sekolah-sekolah PAUD, TK, SD/MI sederajat, SMP/Mts sederajat, Posyandu, Polindes, Puskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit dan Fasilitas kesehatan lainnya.

  • Waktu, dibagi dalam 2 fase:

Fase 1 : bulan Agustus dan September 2017 diseluruh propinsi Jawa
Fase 2 : bulan Agustus dan September 2018 di seluruh propinsi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

  • Biaya : gratis untuk seluruh anak Indonesia

Nah, tunggu apa lagi? Yuuk kita datangi pusat kesehatan terdekat. Disini saya kutip tips dari Kemenkes apa saja yang perlu dilakukan pada hari Imunisasi, yaitu:

  1. Datang ke pos imunisasi pada waktu yang telah ditentukan
  2. Pastikan anak kita sudah makan sebelum diimunisasi
  3. Sampaikan kondisi kesehatan anak kita kepada petugas (riwayat penyakit, pengobatan yang sedang dijalani, adanya cacat bawaan, kelahiran prematur, alergi atau riwayat reaksi berat setelah imunisasi sebelumnya)
  4. Setelah anak diimunisasi , tunggulah sekitar 30 menit di fasilitas kesehatan untuk memantau kemungkinan kejadian ikutan pasca imunisasi
  5. Demam ringan, ruam merah, dan bengkak ringan di tempat suntikan adalah reaksi normal dan tidak perlu terlalu dikuatirkan
  6. Bawalah segera ke fasilitas kesehatan terdekat, apabila terjadi kejadian serius pasca imunisasi seperti: demam tinggi, kejang, pembengkakan ditempat suntikan.

Yuuk kita dukung program pemerintah agar anak-anak Indonesia terhindar dari penyakit Campak dan Rubella. Jangan lupa bulan Agustus, imunisasi MR ya.
 Untuk informasi lebih lengkap dapat mengunjungi:
www.kemkes.go.id
Twitter : @kemenkesRI

Blogger bersama Narasumber (Dok:BloggerCihuy)
 HQ’17

0 Replies to “Yuuk, Dukung Imunisasi MR: Agar Buah Hati Kita Terhindar Dari Bahaya Penyakit Campak dan Rubella”

  1. Aku berulangkali nonton video Ubii itu dan selalu saja nangis. Mami Gesi dan Papi Adit itu memang luar biasa
    Dan kita semua bisa turut berperan serta dalam program ini, dengan mengajak anak2 untuk imunisasi agar tercipta lingkaran sehat di sekitarnya
    Semangat sehat mbak

    1. Iya mbak…mereka hebat ya..untungnya progress ubi makin membaik ya

  2. udah nge-share info imunisasi MR, banyak ibu2 tertarik, semoga pas hari H banyak juga yg hadir untuk imunisasi anaknya

    1. Betul mbak,kesadaran itu diperlukan bgt. Biar anak2 mendapatkan haknya..

  3. Aku ga pernah nyangka kalau rubella itu bisa segitu bahayanya. Sampai 3thn lalu aku tau blognya Grace Melia. Ternyata sangat fatal ya akibatnya.
    Semoga program ini sukses dan Indonesia bebas dari rubella.

    1. Betul mbak…selama ini saya pikir cuma penyakit biasa,ga nyangka efeknya bisa sedahsyat itu

  4. Alhamdulillah, aku juga bakal bawa anak anak ikut imunisasi di posyandu. Semoga dg begitu cita cita bebas campak rubella terwujud ya 🙂

    1. Aamiin mbak. Yuuk kita viralkan manfaat imunisasi MR ini..

    2. Aamiin mbak. Yuuk kita viralkan ms

  5. Liat dampaknya kasihan banget,mesti imunisasi sedari dini

    1. Betul mbk…ga cuma ke si anak tapi juga ke orang lain..

Leave a Reply