CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas

Beberapa tahun lalu Saya pernah mengalami ada benjolan kecil di payudara sebelah kanan Saya. Awalnya tidak terlalu Saya perhatikan, Saya pikir hanya benjolan biasa yang timbul ketika menjelang menstruasi. Lama-kelamaan benjolan terasa ketika bukan menjelang atau saat menstruasi saja, tapi juga di hari lain. Apalagi benjolan tersebut juga mulai menonjol ke permukaan dengan dibarengi rasa gatal dan panas.

Sayapun merasa semakin tidak nyaman. Saat itu usia Saya masih remaja, ada rasa malu dan takut untuk menceritakan gangguan pada payudara ini pada orang lain termasuk orang tua. Selang beberapa lama Saya hanya membiarkan saja. Saya mulai disibukkan dengan kegiatan sekolah, apalagi ujian akhir juga sudah dekat.

Seiring berjalannya waktu, Saya pindah ke kota Jogjakarta untuk meneruskan sekolah. Ternyata benjolan yang ada mulai kembali Saya rasakan. Akhirnya ketika Saya pulang ke Jakarta Saya mendatangi salah satu dokter di RS kanker di daerah Jakarta Barat. Ketika bertemu dokter dan dilakukan pemeriksaan, ternyata ada tumor di payudara Saya. Dokter mengatakan bahwa benjolan yang ada di payudara Saya termasuk tumor jinak. Dokterpun meresepkan Saya sejumlah obat dan berpesan untuk menjaga pola hidup, pola makan dan melakukan sadari.

Alhamdulillah Saya lega sekali, ternyata yang Saya kuatirkan tidak terjadi. Walau demikian, Saya tidak mau sembarangan. Beruntung Saya segera memeriksakan diri dan ternyata benjolan itu hanya tumor jinak. Tapi dokter juga berpesan dari tumor tersebut kalau Saya lengah bisa saja berkembang menjadi kanker.

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas
CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas

Selang beberapa tahun kemudian, benjolan itu tidak terasa lagi dan ketika Saya memeriksakan diri kembali ke dokter, beliau mengatakan payudara Saya bersih. Saya tidak bisa membayangkan seandainya Saya terlambat untuk memeriksakan diri, bisa saja Saya terkena kanker payudara. Karena banyak kejadian penderita kanker payudara terdeteksi justru di stadium tinggi. Oleh sebab itu penting sekali bagi kita kaum perempuan dan juga laki-laki untuk melakukan sadari (memeriksa payudara sendiri).

Kanker payudara HER2+

Mungkin masih banyak masyarakat awam yang mengira bahwa kanker payudara hanya terjadi pada perempuan. Memang kenyataannya banyak penderita kanker payudara adalah perempuan dan biasanya dengan usia di atas 30tahun. Tapi ternyata ada juga penderita kanker payudara pada laki-laki, walau mungkin persentasenya kecil.

Seperti penuturan bapak Wielly Wahyudin, seorang penyintas kanker payudara HER2+ stadium 4. Beliau mengatakan bahwa sebelum terdeteksi kanker payudara beliau menjalani hidup seperti biasa. Namun suatu hari beliau mengalami kecelakaan di tempatnya bekerja dimana dadanya terbentur.

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas
Bapak Wielly Wahyudin dan Ibu Yuni Tanjung penyintas kanker payudara HER2-positif.

Saat itu beliau memeriksakan diri ke dokter dan tidak terdeteksi apa-apa. Namun berselang hari beliau merasa ada yang tidak beres dengan dadanya. Lalu beliau lanjut pemeriksaan yang ternyata hasilnya adalah beliau terdeteksi kanker payudara HER2+.

Apa sih kanker payudara HER2+ itu? Untuk orang awam seperti Saya tentu saja menjadi bertanya-tanya, karena sependek pengetahuan Saya yang Saya ketahui yaitu kanker payudara. Tapi kini ternyata ada kanker payudara jenis HER2+.

Jadi kanker payudara HER2+ adalah jenis kanker payudara yang pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dengan HER2+ yang lebih agresif dibandingkan dengan jenis kanker payudara lainnya. Di Indonesia bahkan sekitar 20-25% kanker payudara merupakan jenis kanker HER2+.

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas

Seperti kita ketahui, kanker payudara termasuk dalam lima jenis kanker dengan insiden dan kematian tertinggi di dunia. Lebih dari 2 juta kasus kanker payudara baru di dunia dan paling banyak ditemukan pada perempuan.

Di Indonesia sendiri ada sekitar 22.000 kematian atau 17 per 100.000 pasien kanker payudara. Jujur hal ini membuat Saya sedih sekaligus beruntung Saya masih diberi kesehatan dan hanya pernah mengalami tumor jinak di payudara Saya.

Tingginya kematian akibat kanker dapat dicegah yaitu dengan pengobatan anti HER2. Jika melakukan pengobatan anti HER2 dan penanganannya dengan benar, maka harapan sembuh dapat meningkat juga, bahkan untuk pasien kanker payudara HER2+ yang sudah metastatik (stadium IV).

Namun demikian dalam pengobatan pasien kanker payudara HER2+ bukan tanpa kendala. Obat yang mahal menjadi kendala bagi pasien, apalagi kalau tidak ditanggung oleh asuransi atau JKN.

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas
Dr. Farida Briani Sobri, Sp.B.Onk

Menurut Dr. Farida, terapi sistemik kanker payudara HER2+ menurut banyak penelitian internasional yang hasilnya sejak 1998 hingga sekarang secara konsisten memperlihatkan keuntungan bagi pasien adalah terapi yang mengandung target.

Selain melakukan kemoterapi, pasien juga harus melanjutkan dengan terapi Trastuzumab agar pengobatan dapat berlangsung maksimal. Di luar Trastuzumab, diharapkan pelayanan rumah sakit baik dari prosedur diagnostik maupun pengobatan masih harus diperbaiki sesuai dengan standar terapi yang benar yang juga akan menghemat pengeluaran JKN.

CSIC membentuk sub-komunitas HER2+

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas

Indonesian Cancer Information and Support Center (CSIC) adalah komunitas kanker di Indonesia yang berpusat di Jakarta. Dengan diketuai oleh ibu Aryanthi Baramuli Putri, SH, MH, beliau mengatakan ingin berbagi informasi, inspirasi dan dukungan bagi pasien kanker payudara HER2+, penyintas, keluarganya juga masyarakat umum yang peduli pada kanker payudara HER2+.

Sebagai sebuah komunitas kanker, CSIC juga membentuk sub-komunitas khusus untuk mensupport para pasien dan penyintas kanker payudara HER2+ dengan nama CSIC for HER2.

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas
Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, Sp.PD-KHOM, Ayu Dyah Pasha dan Ketua Umum CSIC, Aryanthi Baramuli Putri, SH, MH. (pic by: @Yulia Rahmawati)

Dalam peluncuran CSIC for HER2 yang diadakan pada tanggal 25 Agustus lalu ini, CSIC juga menyediakan saluran komunikasi melalui Facebook Fan Page Indonesia for HER2. Hal ini dimaksudkan sebagai ajang berbagi informasi hingga diketahui oleh masyarakat luas melalui media sosial.

Kesempatan mengenal CSIC for HER2 Saya dapatkan saat Saya menghadiri undangan CSIC di hari Kamis (29/8) di Hong Kong Cafe, Jakarta sekaligus mendengarkan langsung paparan nara sumber yang terdiri dari dokter dan ahli kanker yang kompeten.

Acara yang dipandu oleh MC cantik ibu Ayu Dyah Pasha ini menghadirkan Dr. Farida Briani Sobri, Sp.B.Onk, Dr. Ronald A. Hukom, MHSc, Sp.PD-KHOM juga ketua umum CSIC, Aryanthi Baramuli Putri, SH, MH.

Lomba penulisan cerita tentang HER2+

Di peluncuran CSIC for HER2 juga digelar Lomba Tulis Cerita tentang HER2+ yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ketentuan lomba dan informasi selengkapnya dapat dilihat di Facebook Fan Page Indonesia for HER2.

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas

Lomba penulisan ini berlangsung hingga 1 Oktober 2019 dengan hadiah menarik, yaitu:

  • Juara I senilai Rp6.000.000
  • Juara II senilai Rp4.000.000
  • Juara III senilai Rp3.000.000
  • Juara Favorit senilai Rp2.000.000 (semua hadiah dipotong pajak)

Yuuk ikuti lomba penulisan ini, karena selain sebagai wadah untuk mengenal lebih jauh tentang HER2+ dari cerita inspiratif pasien, juga #ItsTimeToShareHER2 ke khalayak luas.

CSIC Dukung Pasien Kanker Payudara HER2 Positif dalam Wadah Komunitas
Yuk dukung CSIC for HER2+

Leave a Reply