Glo, Kau Cahaya: Semangat Atlet Disabilitas yang Bangkit dari Keterpurukan

Film Glo Kau Cahaya

Bisa dihitung dengan jari film-film yang mengambil latar budaya dan alam di Indonesia Timur seperti Papua. Sebut saja Denias, Senandung di Atas Awan (2006), Lost in Papua (2011), Di Timur Matahari (2012), dan Epen Cupen (2015) yang setting lokasi dan ceritanya tentang Papua. Pemandangan alam Papua memang sangat memanjakan mata, banyak lokasi di sana yang menjadi destinasi wisata namun jarang orang yang tahu yang bisa digarap menjadi latar film yang apik.

Di film Glo, Kau Cahaya persembahan Bhuana Art Sinema ini banyak menampilkan keindahan alam dan masyarakat Papua. Disutradarai oleh Ani Ema Susanti, seorang mantan pekerja migran yang berprestasi yang bukan hanya menyoroti tentang keindahan alam Papua tapi juga tentang seorang atlet disabilitas Papua yang berjuang dengan kesehatan mentalnya paska kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan pada kedua kakinya. Sebagai mantan pekerja migran Indonesia, Ema merasakan sekali bagaimana dia berjuang di negeri orang dengan berbagai permasalahan yang dihadapi.

Film Glo Kau Cahaya

Adalah Gloria Sembiak, seorang atlet perempuan Papua yang mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kelumpuhan di kedua kakinya. Glo yang ditinggal wafat kedua orang tuanya dalam kecelakaan merasakan trauma mendalam, terlebih lagi dia yang seorang atlet renang harus mengalami kelumpuhan. Namun kesemuanya dijalani termasuk akhirnya bangkit dan ikut berjuang di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua, Glo belajar akan esensi dari sebuah kemenangan.
Papua, sama seperti dengan daerah lain di Indonesia yang mampu dan bisa sejajar. Papua bukan lagi daerah tertinggal, Papua juga bisa maju sama dengan kota-kota lain di Indonesia. Pesan inilah yang ingin disampaikan dalam film Glo,Kau Cahaya yang juga mendapat dukungan dari Peparnas bahwa Bela Negara dalam bentuk olahraga dapat dilakukan bahkan oleh seorang disabilitas.

Dalam acara Gala Premier yang berlangsung Senin (6/03) malam di XXI BXChange, Tangerang Selatan hadir sutradara Ani Ema Susanti, eksekutif produser M Hamka, para cast seperti Tatyana Akman (sebagai Glo), Kevin Royano (sebagai Julvri), Ratna N Riantiarno (sebagai nenek Isy), Wulan Guritno, dan masih banyak lagi. Persembahan Tifa Dance yang dibawakan penari-penari asal Papua juga ikut memeriahkan acara Gala Premier yang juga disaksikan tamu undangan dan pengunjung yang hadir di lokasi.

Film Glo Kau Cahaya
Bersama Ani Ema Susanti, sutradara film Glo, Kau Cahaya.

Film Glo,Kau Cahaya ini merupakan film panjang pertama karya penulis sekaligus sutradara Ani Ema Susanti, yang sebelumnya lebih banyak melahirkan karya film-film pendek yang bahkan mendapatkan penghargaan internasional. Walaupun saat ini lebih banyak genre film horor yang diminati masyarakat, namun kehadiran film Glo,Kau Cahaya ini dapat mengisi kekosongan film dengan tema berbeda bagi penikmat film lainnya. Harapannya film yang mengambil latar Papua dan semangat juang disabilitas mendapat tempat di hati masyarakat sekaligus sebagai legacy kepada masyarakat Papua.

Perjuangan Glo baik secara fisik maupun psikis patut dijadikan contoh semangat nyata dan tentunya berkat support system keluarga lah maka Glo dapat melewati cobaan dalam kehidupannya hingga berhasil mewujudkan cita-citanya di ajang Peparnas. Semangat juang inilah yang mendorong Tatyana Akman untuk tanpa ragu menerima peran yang ditawarkan sebagai Gloria. Bahkan tawaran peran Glo ini seperti jawaban atas keinginannya untuk mendapatkan karakter yang berjuang dengan kesehatan mentalnya.

Selain itu dalam film Glo, Kau Cahaya ini Tatyana berhadapan dengan dialog dan juga logat Papua yang tentunya jauh berbeda dari keseharian Tatyana. Namun hal ini tidak membuatnya mundur karena justru menambah referensinya akan pribahasa daerah lain selain bahasa sehari-hari. Tantangan lainnya yaitu harus dapat berperan sebagai atlet renang serta emosi yang dirasakan Gloria yang harus diungkapkan. Belum lagi harus berkejaran dengan jadwal Peparnas yang kebetulan pas syuting itu bertepatan dengan ajang Peparnas yang membuat jadwal reading hanya sebentar.

Berbeda dengan Tatyna, Kevin Royano justru merasa takut pada awalnya, dengan beratnya tantangan karakter yang jauh dari karakternya. Namun karena cerita yang bagus yang menampilkan perjuangan kesehatan mental dari seorang Glo dan adanya unsur edukasi pada masyarakat, maka memutuskan Kevin untuk lanjut dan memberikan yang terbaik yang dia bisa. Terbukti dengan perannya sebagai Julvri yang menurut saya justru pas dan natural baik dari logat maupun penghayatannya.

Bukan cuma keindahan alam Papua saja yang layak ditonjolkan dalam film Glo, Kau Cahaya ini tapi juga budaya kekeluargaan dan dukungan masyarakat Papua yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia. Bahwa orang Papua juga banyak yang semangat juangnya tinggi dan berprestasi mengharumkan nama daerahnya. Seperti pengalaman salah satu pemain Monalisa Sembor yang melihat sendiri bagaimana keluarganya ada yang berjuang di Peparnas dan hal tersebut membuatnya bangga.

Film Glo Kau Cahaya
Bersama Wulan Guritno, pemain film Glo, Kau Cahaya

Senada dengan Mona, Wulan Guritno pun juga mengungkapkan ketertarikannya akan cerita film Glo, Kau Cahaya ini yang mengajarkan kita akan semangat untuk mencoba come out from it dari cobaan-cobaan dan kembali dengan keadaan yang sekarang, jauh lebih baik. Melalui film kita mendapatkan hiburan, namun kita juga mendapatkan pengetahuan, pembelajaran, ibarat jendela atas kehidupan yang mungkin tidak kita alami namun dapat kita informasikan kepada masyarakat melalui film. Semoga film Glo, Kau Cahaya mendapat tempat di hati masyarakat, tutup Wulan.

Untuk penikmat film yang nggak sabar untuk menyaksikan Glo, Kau Cahaya akan tayang serentak di bioskop kesayangan kalian pada tanggal 9 Maret 2023. Yang penasaran bisa juga diintip trailernya di channel youtube Bhuana Art Sinema di sini.

 

 

 

 

2 Replies to “Glo, Kau Cahaya: Semangat Atlet Disabilitas yang Bangkit dari Keterpurukan”

  1. Ika Nasution says: Reply

    Wow it’s a must ditonton besties..base on true even pastinya bisa membuat kita termotivasi untuk pantang menyerah dalam keadaan terpuruk sekali pun..semoga kelak film2 motivasi seperti ini bisa membooming dibioskop2 kesayangan Indonesianya nantinyaaa ????????????

  2. Ika Nasution says: Reply

    Wow it’s a must ditonton besties..base on true even pastinya bisa membuat kita termotivasi untuk pantang menyerah dalam keadaan terpuruk sekali pun..semoga kelak film2 motivasi seperti ini bisa membooming dibioskop2 kesayangan Indonesianya nantinyaaa ????????????

Leave a Reply