HIV AIDS Ada Obatnya, Jangan Jauhi Penderitanya (ODHA)

HIV AIDS ada obatnya jangan jauhi penderitanya

Banyak orang awam yang masih bergidik ngeri ketika mendengar kata HIV AIDS. Jangankan membayangkan penyakitnya, berjumpa atau berdekatan dengan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) banyak yang enggan.

HIV AIDS ada obatnya jangan jauhi penderitanya
Pic by @kemenkesRI

Padahal kenyataannya, ODHA itu tidak perlu kita jauhi apalagi disingkirkan. Justru kita harus mensupport mereka agar dapat hidup lebih baik lagi, terlepas dari apa yang telah mereka lakukan di masa lalu hingga terkena HIV AIDS.

HIV AIDS

Sejak pertama kali HIV AIDS ditemukan pada tahun 1987 hingga saat ini telah tersebar hampir diseluruh propinsi di Indonesia.

Data dari Kemenkes yang dilaporkan sejak tahun 2005 hingga tahun 2016 tercatat jumlah kasus HIV sebanyak 41.250 orang dan jumlah kasus AIDS sebanyak 7.491 orang.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Akibatnya tubuh tidak mampu lagi melindungi dari berbagai penyakit lain yang menyertainya (infeksi oportunistik).

Infeksi oportunistik adalah infeksi yang umumnya tidak berbahaya pada orang dengan tubuh normal. Tapi akan berakibat fatal pada ODHA karena sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Sedangkan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah kumpulan dari gejala penyakit yang muncul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.

HIV sendiri terdapat dalam darah dan cairan tubuh lainnya, seperti cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu (ASI). Itulah sebabnya mengapa Penderita HIV yang sedang hamil atau menyusui ada kemungkinan akan menulari janin dan bayinya.

Penularan, Pencegahan dan Pengobatan HIV AIDS

Terkadang kita merasa bahwa penderita HIV AIDS itu dapat menulari siapa saja hanya dengan bersentuhan. Padahal kenyataannya tidak. Penularan HIV AIDS tidak semata begitu saja dapat ditularkan hanya karena kita bersentuhan, makan bersama, bertukar pakaian, berenang, atau bahkan tinggal bersama.

HIV AIDS ada obatnya jangan jauhi penderitanya

Penularan HIV AIDS dapat terjadi melalui:

  • hubungan seksual dengan orang yang terkena virus HIV. Akan semakin besar resiko tertularnya bila berganti-ganti pasanagn.
  • menggunakan jarum suntik bersama dengan yang terkontaminasi HIV, seperti alat suntik, tato, tindik.
  • ibu yang terkontaminasi HIV kepada janin atau bayi yang disusuinya. Karena penularan dapat terjadi selama kehamilan, saat melahirkan dan menuyusui.
  • tranfusi darah dan produk darah lainnya yang terkontaminasi HIV, oleh sebab itu setiap pendonor diperlukan tes HIV.

Walaupun demikian, penularan HIV dapat dicegah kok, yaitu dengan menjalankan :

  • Abstinence – tidak melakukan hubungan seks beresiko tinggi
  • Be Faithfull – bersikap saling setia pada pasangan
  • Use Condom – gunakan kondom secara benar dan konsisten saat melakukan hubungan seksual
  • No Drug – hindari penggunaan jarum suntik tidak steril secara bergantian
  • Education – mencari informasi HIV AIDS yang tepat dan benar yang dapat diperoleh di layanan kesehatan terdekat.

HIV AIDS ada obatnya jangan jauhi penderitanya

Oleh sebab itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui informasi mengenai HIV AIDS ini. Jangan sampai kita jadi salah kaprah menilai para penderita HIV.

HIV AIDS ada obatnya jangan jauhi penderitanya
Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes

Walaupun demikian, para penderita HIV pun kini sudah ada obatnya. Seperti penuturan ibu Neneng yang hadir pada acara Temu Blogger di Kementrian Kesehatan, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia juga dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P3ML).

HIV AIDS ada obatnya jangan jauhi penderitanya
Ibu Neneng, baju hitam, ODHA

Ibu Neneng adalah salah seorang penderita HIV yang menjalani pengobatan selama kurang lebih 15 tahun ini. Beliau tertular HIV oleh suaminya pada saat beliau hamil. Namun Alhamdulilah dengan pengobatan, anaknya lahir selamat dan tidak tertular HIV.

Pada saat beliau tahu bahwa dirinya terkena HIV, beliau merasa sedih dan tertekan sekali. Namun beliau tidak putus asa dan berkat perkenalannya dengan salah satu LSM beliau dapat perlahan mengatasi rasa sedihnya dan mulai berobat.

Penggunaan obat HIV yang ibu Neneng konsumsi yaitu jenis ARV yaitu Anti Retro Viral. Dengan rajin mengkonsumsi ARV tersebut janin yang dikandungnya terbebas dari virus HIV dan lahir selamat.

Kebutuhan utama dari orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah pengobatan. Pengobatan dengan ARV inilah yang saat ini dapat mengendalikan jumlah pertumbuhan HIV dalam tubuh dan meningkatkan kualitas hidup ODHA. Sampai saat ini saja ODHA yang mendapatkan pengobatan ARV sebesar 65.826 orang.

Salah satu saksi hidupnya adalah ibu Neneng, yang selama hampir 15 tahun rutin mengkonsumsi ARV dan mampu menjaga virus HIV berkembang dan membuatnya dapat beraktifitas normal seperti biasa.

ODHA yang jika tidak diobati, maka kekebalan tubuhnya akan menurun dan rentan dengan penyakit infeksi seperti TBC, pneunomia pneumocystis (PCP), toksoplasma dan kriptokokus.

ODHA bahkan diketahui memiliki resiko 30 kali lebih besar terinfeksi TBC dibanding dengan orang yang tidak terinfeksi HIV.

Pemerintah dalam hal ini Kemenkes mengajak masyarakat untuk ikut serta membantu menyukseskan program 3 Zero target 2030 yaitu Zero new HIV infection, Zero AIDS related to death dan Zero discrimantion dengan melakukan STOP:

  • S = Suluh, masyarakat paham dan mengerti akan HIV
  • T = Temukan, 90% ODHA tahu akan statusnya
  • O = Obati, 90% ODHA mendapat pengobatan dengan ARV
  • P = Pertahankan, 90 % ODHA yang mengkonsumsi ARV tidak terdeteksi virus.

Kunjungi layanan kesehatan untuk mendapatkan informasi dan pengobatan dengan ARV, karena #SayaBeraniSaya Sehat.

HIV AIDS ada obatnya jangan jauhi penderitanya

 

 

Leave a Reply