Kemnaker Genjot Kualitas SDM di Indonesia dengan Pelatihan Vokasi

Kemnaker genjot kualitas SDM di Indonesia dengan pelatihan vokasi

“Kamu kenapa ambil jurusan Teknlogi Informasi?” tanya saya pada Fauzi, salah seorang siswa yang kebetulan semeja dengan saya di lantai 24 gedung Perpusnas, Jakarta Pusat.

“Sekarang era digital, bu.. Apa-apa banyak dikendalikan melalui perantara internet. Selain itu juga, Saya pengen selepas SMK ini bisa langsung bersaing karena skill lebih yang Saya punya di tempat Saya bekerja nanti”, jawabnya. “Sekarangpun Saya nyambi ngajar privat coding ke anak-anak SD di sekitar rumah. Yah lumayan bu..untuk mempraktekan ilmu yang saya dapat, biar gak lupa juga,” tambahnya.

Persaingan bisnis dan pembangunan di era revolusi industri 4.0 sekarang ini makin bertumpu pada pemanfaatan SDM. Banyak perusahaan yang kian menetapkan kemampuan yang lebih pada karyawannya. Disinilah pentingnya investasi SDM bagi Indonesia.

Kemnaker genjot kualitas SDM di Indonesia dengan pelatihan vokasi
SekJen Kemnaker, Khairul Anwar

Pengalaman saya dulu sewaktu kuliah, saya ngga mengandalkan ilmu yang saya dapat dari dosen di kampus. Tapi saya juga berusaha mengasah dan menguji skill saya dengan mengikuti kelas komputer sebagai penunjang kerja di hotel tempat saya bekerja.

Apalagi bisnis hotel dan pariwisata di Indonesia berkembang pesat. Banyak tenaga-tenaga kerja dibutuhkan untuk memenuhi panggilan pasar. Namun hanya SDM yang berkualitaslah yang akan dapat bersaing dipasaran.

Terkait SDM di Indonesia, seperti yang diarahkan bapak Presiden Jokowi kepada Mentri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri bahwa prioritas pembangunan SDM di Indonesia yaitu dengan melakukan masifikasi pelatihan vokasi.

Pentingnya upaya masifikasi pelatihan vokasi sebagai bentuk kompetisi SDM dilakukan di BLK (Balai Latihan Kerja) yang ada di seluruh Indonesia.

Kemnaker genjot kualitas SDM di Indonesia dengan pelatihan vokasi

BLK yang ada sekarang berbeda dengan BLK yang dulu. Kemnaker mengambil terobosan baru melalui BLK dengan memberikan triple skilling, yaitu:

1. Skilling, pelatihan untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill.

2. Up-skilling, pelatihan untuk pekerja yang ingin meningkatkan skillnya.

3. Re-skilling, pelatihan untuk pekerja yang ingin mendapatkan ketrampilan baru.

Pentingnya pemberian triple skilling tersebut, terkait dengan data Kemnaker yang menyebutkan bahwa angkatan kerja sebesar 58,76% adalah lulusan SD-SMP, serta problem mismatch yang mencapai 63%.

Tentu saja hal tersebut membuat miris. Bagaimana negara kita dapat bersaing dengan tenaga dari luar, kalo skill tidak ditongkatkan. Disinilah pentingnya terobosan pelatihan vokasi bagi SDM negara kita melalui BLK.

Data Kemnaker menyebutkan secara akumulasi sejak 2015- Oktober 2018 peserta pelatihan BLK mencapai 383.132orang dan diperkirakan akan naik menjadi 660.476 orang di tahun 2019.

Hal ini tentu menggembirakan karena minat masyarakat kita dalam mengupgrade diri melalui pelatihan di BLK cukup tinggi.

Bahkan untuk pemagangan dan peserta sertifikasi juga mengalami peningkatan yang signifikan. Terakumulasi dari 2015- Oktober 2018 mencapai 149.064 orang dan diperkirakan naik sebesar 360.864 orang di tahun 2019 untuk pemagangan.

Sedang untuk peserta sertifikasi, terakumulasi sebesar 1.349.559 orang sejak 2015- Oktober 2018 dan diperkirakan meningkat menjadi 1.875.748 orang pada tahun 2019.

Pencapaian ini tentu menjadi angin segar bagi pertumbuhan kualitas SDM negara kita. Dengan begitu SDM kita mampu dan siap bersaing.

Oleh sebab itu Kemnaker juga berupaya mendekatkan pelatihan vokasi ini ke masyarakat, salah satunya dengan membangun BLK Komunitas. Pemerintah menargetkan memberikan pelatihan kepada 100 orang di tiap BLK Komunitas setiap tahunnya.

Upaya peningkatan kompetensi SDM tidak hanya sampai disini saja. Kemnaker juga bahkan merambah ke pekerja migran yang berada di luar negeri. Untuk apa? Agar mereka dapat memberikan skill yang mumpuni di negaraΒ  dimana mereka bekerja.

Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) sebagai wadahnya, menargetkan 100.000 calon pekerja migran yang mendapatkan pelatihan.

Perwujudan respon dari perkembangan industri digital inilah yang akhirnya membuat bapak Hanif menginisiasi pembangunan Innovation Room di Kantor Kemenaker pada Juni 2018 lalu.

Kemnaker genjot kualitas SDM di Indonesia dengan pelatihan vokasi

Innovation Room adalah sebuah Talent Hub yang merespon era baru induatri digital dan industri 4.0 sekaligus sebagai wadah berkembangnya SDM Indonesia yang berkualitas.

Seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal Kemnaker, Khairul Anwar bahwa bonus demografi Indonesia yang terjadi pada Indonesia di tahun 2025-2030 akan kuat apabila rakyat dengan usia produktif yang dimiliki juga memiliki skill dan kompetensi. Dan bonus demografi ini akan menjadi berkah dan bukan musibah.

Kemnaker genjot kualitas SDM di Indonesia dengan pelatihan vokasi
Kemnaker genjot kualitas SDM di Indonesia dengan pelatihan vokasi

 

 

 

 

 

 

 

 

31 Replies to “Kemnaker Genjot Kualitas SDM di Indonesia dengan Pelatihan Vokasi”

  1. BLK memang banyak melakukan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat. Tidak hanya untuk anak muda. Aku sukanya BLK bahkan sekarang banyak mengadakan pelatihan untuk ibu-ibu juga, agar lebih produktif di rumah.

  2. Jumlah masyarakat Indonesia sangat banyak. Tetapi, memang kualitas SDM masih menjadi PR yang cukup besar. Semoga dengan adanya gerakan ini bisa meningkatkan kualitas SDM Indonesia

  3. keren nih sama kemnaker apalagi sistem triple skilling melalu BLK ya mba πŸ™‚ semoga kualitas SDM makin baik dan berkualitas

  4. Hafizatul Ismi says: Reply

    Semoga kualitas SDM tanah air semakin cemerlang ya. Tidak kalah saing dengan negara tetangga..

  5. Alhamdulillah yaa, pemerintah makin serius meningkatkan kualitas SDM Indonesia, apalagi dengan banyak dibukanya BLK, kesempatan jd makin luas

  6. Salut dengan programnya BLK, anak-anak tamatan SMA yang tak punya biaya untuk melanjutkan perguruan tinggi bisa belajar keahlian di BLK ya..

  7. Ini materi pelatihannya keren amaaat! Maa syaa Allah! Saya setuju pake banget soal skill/keterampilan jadi poin penting dan utama di dunia kerja. Sebab orang yang pendidikan dan IPK tinggi bisa kalah dengan orang yang terampil di satu bidang sampai tingkatan ahli dan profesional.

    Ini saya rasakan sendiri ketika proses mencari kerja. Bahkan ada perusahaan yang nggak tanya ijazah atau transkrip sama sekali. Yang penting punya keterampilan bagus (advanced) pada bidang yang dibutuhkan. Oya mbak, kalau mau ikut acara ini gimana ya? haha. Saya jadi kepingin. Dan usia minimal berapa?

  8. Setuju.
    Kita harus selangkah lebih maju menyikap bonus demografi ini.

    Suka banget sama closing mba.
    Bonus demografi harus jadi berkah bukan musibah!

  9. di jaman digital begini memang sebaiknya generasi muda menguasai keahlian di bidang digital biar bisa bersaing, meski profesi yg nanti dipilih nggak bergerak dibidang digital langsung, tapi keahlian digital bakal terpakai banget πŸ™‚

  10. Setuju banget dengan apa yang dilakukan oleh Kemnaker. Jadi bisa menghasilkan SDM SDM yang berkualitas dan bisa membuka lapangan kerja juga ya mba Hida

  11. aku malah dulu pilih jurusan hanya karena ‘bendera’ aja tanpa ngerti nanti mau diaplikasikan atau tidak hehe… makanya sekarang ke anak-anak aku lebih tekankan mau di aplikasikan atau tidaknya.

  12. Makin banyak balai latihan kerja yang berikan pelatihan bermanfaat pasti makin banyak yang bisa merasakan dampak positifnya ya. Dan biasanya pelatihannya juga untuk ketrampilan yang paling diperlukan

  13. Makin banyak balai latihan kerja yang berikan pelatihan bermanfaat pasti makin banyak yang bisa merasakan dampak positifnya ya. Dan biasanya pelatihannya juga untuk ketrampilan yang paling diperlukan

  14. Mantap ya, KemNaker menyediakan pelatihan vokasi buat eningkatkan skill anak-anak negeri.
    Semoga ke depan makin banyak generasi muda yang memiliki skill bagus di berbagai bidang, agar negeri ini makin jaya

  15. Wah laju revolusi industri terus berkembang sesuai jamannya ya mba, kita juga harus upgrade skill terus biar gak ketinggalan hihi…

  16. Zaman sekarang mah asal punya kreativitas tinggi bs suksea deh…keterampilan jg penting ya terutama yg berkaitan dgn teknologi …..

  17. Mantep deh, BLK ini…. Kalau anak muda sudah mengerti passionnya sejak dini, memang SMK bisa jadi pilihan ya Mbak….

  18. seneng yaa klaau bisa ikut pelatihan2 begini, ilmu up, peningkatan SDM juga up.

  19. Tugas pemerintah yang juga penting ya, mengentaskan pengangguran. Tentunya SDM harus punya skill yang menunjang biar tak kalah bersaing.

  20. SDM memang faktor penting dan tak bisa diabaikan. Untuk menjadi negara yg mandiri, diperlukan SDM yang mumpuni. Setuju dengan closingnya. Mbak….

  21. Pelatihannya harus diperbanyak nih di semua daerah. Jadi makin banyak tenaga kerja produktif dan memiliki keterampilqn spesifik

  22. Keren nih, pemerintah makin peduli dengan mberdayakan SDM, semoga makin merambah khususnya ke daerah-daerah yah

  23. Aku nih mba mantan yang pernah ngerasain rasanya belajar di BLK hehehe
    seru mba, yakin enakkk dapet pelatihan ilmu gratis pula. Menyenangkan. Saya mendukung kemnake nih genjot terus kualitas SDM Indonesia

  24. Semoga program yang baik ini bisa dirasakan juga oleh saudara-saudara kita di luar Jawa, khususnya.
    Karena pemerataan skill SDM ini diperlukan mengingat Indonesia luas dan negara kepulauan.

  25. Memang harus diberi pelatihan untuk meningkatkan SDM ya, agar anak bangsa ini lebih berkualitas

  26. Iya di era Jokowi BLK skrng jd bagus2 banget. Gak ada lagi ceritanya peralatan yg ketinggalan zaman. Jd emang yg berlatih di sana bener2 bisa mengaplikasikan ke aktivitas sebenarnya. Anggaran negara pun gak sia2 ya mbak πŸ™‚

  27. Di Semarang sini BLKnya juga aktif banget melakukan pelatihan vokasi. Di kampungku beberapa kali mengirim utusan untuk mengikuti beberapa pelatihan di sana. Rata-rata pada berhasil tuh selepas mengikuti pelatihan. Ada perkembangan kemampuan yang signifikan gitu.

  28. Pemwrintah sebenarmya sdh menyediakan fasilitas pendidikan gratis dari dulu ya, salah satunya BLK ini, tinggal masyarakatnya nih termotivasi untuk belajar apa ngga

  29. Program pemerintah dalam rangka menggenjot kualitas SDM yang makin sering digalakkan seperti ini semoga bisa mengangkat ekonomi masyarakat Indonesia lebih maju yaa

  30. Wooow, anak SD pun sekarang udah belajar coding. Yeaay, kereenn.
    Nakertrans emang sering banget ya buat training2 gitu yg sayang banget klo dilewatkan oleh generasi muda jaman now. Biar skill mereka makin improve dan berkualitas ya Mbak πŸ™‚

  31. SMK bagaimanapun lebih unggul dibandibgkan dengan SMA. Kenapa? Antara lain karena terpenuhinya PKL di SMK. Apalagi dengan adanya trobosan baru melalui Triple Skilling dan adanya Ennovatikn Room wadah generasi muda utk secara aktif berkembang menyongsong era ekononi digital dan revolusi industri 4.0.

Leave a Reply