Kesetaraan Gender bagi Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju

VivaTalkPerempuan

Masih teringat jelas dalam ingatan saya ketika saya bekerja di suatu hotel dengan sistem shift. Seringkali saya mendapat shift kedua di jam 15.00 dan pulang jam 23.00, terkadang mendapat shift ketiga yaitu di jam 23.00 dan pulang jam 07.00 pagi.

Untuk mereka yang tidak terbiasa dengan shift kerja seperti ini, tentu merasa heran kenapa saya hampir setiap hari pulang malam dan bahkan sampai pagi, ditambah lagi saya seorang perempuan.

Stigma masyarakat sering tertancap pada saya dengan mengatakan saya perempuan nakal yang sering kali pulang malam. Padahal yang saya lakukan adalah bagian dari pekerjaan. Beda bila hal tersebut dilakukan oleh seorang laki-laki.

VivaTalkPerempuan
VivaTalk: Perempuan Berdaya Indonesia Maju

Masih banyaknya kendala perempuan dalam kesetaraan pekerjaan ini membuat perempuan jadi terhambat dalam mengembangkan diri. Perempuan masih saja diidentikkan dengan urusan sumur, dapur, kasur.

Terkait kesetaraan gender inilah, Viva Network mengadakan talkshow dengan tema “VivaTalk: Perempuan Berdaya Indonesia Maju, Perempuan di Era Digital” pada Senin (3/12) lalu di Hotel Millenium, Jakarta.

Talkshow yang bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) ini menghadirkan narasumber:

  • Ibu Dr. Sri Danti Anwar, pakar gender
  • Bapak Eko Bambang Subiantoro, Chief of Research at Polmark dan Aliansi Laki-laki Baru
  • Diajeng Lestari, founder HijUp
VivaTalkPerempuan
Henky Hendranantha – Chief Operation Officer Viva Network.

Viva Network yang diwakili oleh Bapak Henky Hendranantha, Chief Operation Officer mengatakan bahwa peran perempuan di era globalisasi dan kemajuan internet ini sangat besar sekali bagi negara kita.

Tonggak emansipasi perempuan menjadi salah satu yang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa. Peran pahlawan ibu Kartini seperti kita ketahui sangat besar dalam sejarah keperempuanan kita.

VivaTalkPerempuan
Indra Gunawan – Deputi Bidang Kemasyarakatan, KPPA.

Bagaimana sosok ibu Kartini banyak menjadi inspirasi perempuan kita. Apalagi di era digitalisasi sekarang ini perempuan harus mampu berdaya untuk Indonesia maju.

Sudah bukan jamannya lagi urusan rumah tangga dan anak menjadi urusan perempuan. Mencari nafkah memang menjadi kewajiban laki-laki, tapi sebagai perempuan pun berhak untuk mengaktualisasikan diri dalam berkarya.

Justru kesetaraan gender dalam rumah tangga seperti pengasuhan anak, mengurus rumah menjadi hal yang dapat dikerjakan bersama. Tidak akan ada lagi orang yang mengernyitkan dahi melihat para suami menggendong anaknya sambil menyuapi.

VivaTalkPerempuan
VivaTalk, Perempuan Berdaya Indonesia Maju.

Juga tidak akan lagi ada cibiran karena perempuan pulang malam sehabis bekerja. Pada dasarnya yang membedakan perempuan dan laki-laki cuma satu yaitu kodrat. Kodrat perempuan mendapatkan haid, mengandung dan melahirkan. Itulah kodrat perempuan.

Tapi kalau memasak, mencuci, dan urusan dapur itu bukan hanya kodrat perempuan. Laki-lakipun dapat melakukan juga. Sama halnya dengan laki-laki yang bekerja dari rumah juga sudsh banyak dilakukan.

Di era digitalisasi sekarang ini, laki-laki dan perempuan dituntut untuk bekerja dalam kesetaraan. Seperti yang dikatakan bapak Eko Bambang peran laki-laki sangat dibutuhkan dalam hal menumbuhkan kesetaraan gender pada perempuan.

Dibutuhkan pengurangan privilege pada laki-laki agar perempuan juga dapat maju. Selain itu juga bagi perusahaan dibutuhkan dukungan bagi para pekerjanya untuk mendukung pasangannya yang sedang cuti melahirkan untuk ikut membantu.

Kesetaraan gender bukan tentang kemaskulinan atau kefeminiman, tapi bagaimana perempuan dan laki-laki dapat bersama saling mendukung. Tidak masalah laki-laki yang bekerja dari rumah sambil mengurus keluarga atau perempuan yang dengan pengetahuan dan kemampuannya menunjukkan aktualisasi dirinya.

VivaTalkPerempuan
Blogger mendukung kesetaraan gender

 

 

 

 

Leave a Reply