Launching Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017

Koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia

Mendengar kata koperasi, apa sih yang ada dibenak teman-teman? Tempat kalo kita membeli pensil atau penghapus waktu sekolah dulu? Tempat simpan pinjam di desa? Banyak orang yang masih berpandangan bahwa koperasi itu hanya sekedar tempat untuk kita dapat mengajukan pinjaman untuk anggotanya. Ada beraneka macam koperasi, misalnya saja koperasi sekolah, koperasi desa, koperasi mahasiswa, koperasi simpan pinjam, dan lain sebagainya.
Sebenarnya apa ya Koperasi itu? Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan orang seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan pada prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi di Indonesia sekarang ini tumbuh pesat sejalan dengan perkembangan teknologi. Bahkan sudah banyak kok koperasi yang membangun jaringan usahanya berbasis digital dan melakukan transaksi online layaknya perbankan.

20171030_1328351817386679.jpg
Bapak Wahyu, Bapak Meliadi Sembiring, Bapak Irsyad Muchtar dan Dedy ‘Miing’ Gumelar (Dok:penulis)
Sehubungan dengan perkembangan koperasi tersebut pada Senin (31/10) lalu, saya berkesempatan menghadiri acara peluncuran Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017. Bertempat di auditorium Kementrian Koperasi UKM, Jakarta acara peluncuran buku ini dihadiri langsung oleh Bapak AAGN Puspayoga selaku Mentri Koperasi UKM Indonesia. Buku 100 Koperasi Besar 2017 ini ditulis oleh Bapak Irsyad Muchtar, selaku Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah PELUANG yang juga berkarir sebagai penulis.
Seperti yang kita ketahui Majalah PELUANG merupakan salah satu media yang masih konsisten dan bertahan di era digital sekarang ini. Dimana banyak sekali media-media lain yang mulai kolaps, namun Majalah PELUANG tetap berkibar dan bahkan juga merambah dunia digital. Hal inilah yang membuat bapak Irsyad sebagai Redaktur Majalah PELUANG dan juga pengamat perkoperasian ini tergerak untuk menulis buku tentang koperasi di Indonesia.
20171027_1302111817386679.jpg
Bapak Irsyad Muchtar dan Ibu Yuni Hegarwati (Dok:penulis)
Selain acara peluncuran buku juga dilakukan penyerahan piagam serta trofi kepada sejumlah koperasi besar yang kinerjanya menonjol. Ke 13 koperasi yang mendapat penghargaan sebagai pengelola Aset Terbesar, Volume Usaha Terbesar, CSR Terbaik dan IT Terbaik adalah:

  1. Kopdit Lantang Tipo sebagai koperasi kredit dengan Aset,Volume Usaha dan IT Terbaik.
  2. KSPPS UGT Sidogiri sebagai koperasi syariah dengan Aset, Volume Usaha dan IT Terbaik.
  3. Koperasi Setia Bakti Wanita Surabaya sebagai koperasi konsumen dengan Aset Terbesar dan IT Terbaik.
  4. Kisel Jakarta sebagai koperasi fungsional dengan Volume Usaha Terbesar dan IT Terbaik.
  5. Kospin Jasa Pekalongan Jawa Tengah sebagai koperasi simpan pinjam dengan Aset dan Volume Usaha Terbesar.
  6. Koperasi Pusat Susu Bandung Utara, Lembang sebagai koperasi produsen dengan Aset dan Volume Usaha Terbesar.
  7. Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia sebagai koperasi syariah dengan CSR Terbaik.
  8. Koperasi Astra Internasional sebagai koperasi fungsional dengan CSR Terbaik.
  9. Koppas Srinadi sebagai koperasi konsumen dengan Aset Terbesar.
  10. Kopdit Keling Kuman Sintang, Kalbar sebagai koperasi kredit dengan CSR Terbaik.
  11. Koperasi Agro Niaga Jabung Malang, Jawa Timur sebagai koperasi produsen dengan CSR Terbaik.
  12. Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama Bogor, Jawa Barat sebagai koperasi simpan pinjam dengan IT Terbaik.
  13. Healthcare Mandiri Jakarta sebagai koperasi fungsional dengan Aset Terbesar.
20171030_112214-790940792.jpg
Bapak Irsyad Muchtar, Bapak AAGN Puspayoga dan para penerima penghargaan koperasi (Dok:penulis)
Seperti yang kita sering dengar bahwa ada pandangan miring tentang koperasi dan bahwa hanya kelas pinggiran saja koperasi itu ada. Untuk menjawab semua pandangan miring itulah melalui Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017, bapak Irsyad Muchtar ingin menunjukkan bahwa koperasi kita itu sudah berkembang bagus kok. Bisnis koperasi bahkan kini sudah masuk dalam skala besar, buktinya yaitu dengan adanya koperasi yang berhasil meraih aset sebesar Rp7triliun dan volume usaha sebesar Rp5,7triliun. Hal itu membuktikan bahwa koperasi kita itu dapat diandalkan dan berkembang mengikuti teknologi jaman sekarang ini.
Menurut survey yang dilakukan selama kurang lebih 2 tahun dalam pembuatan Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017 ini, pak Irsyad mengatakan bahwa justru pertumbuhan koperasi itu banyak di daerah-daerah yang terbilang relatif kecil dan pertumbuhan mereka pun sangat signifikan. Hal tersebut tentu saja menggembirakan, karena para pengelola koperasi besar dapat keluar dari bayang-bayang suramnya usaha koperasi yang selama ini berkonotasi negatif, seperti menunggu kredit murah dan bantuan modal pemerintah.
Tapi semua itu dapat ditepis dengan prestasi koperasi-koperasi ini yang kini justru banyak di pimpin oleh kaum muda, misalnya Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia yang berlokasi di Tangerang, Banten. Koperasi ini banyak digerakkan oleh pemuda-pemuda dengan rata-rata berumur 24 tahun. Hal ini membuktikan bahwa koperasi juga dapat menggaet hati kalangan muda sebagai karir mereka. Apalagi kaum muda yang kita kenal dekat dengan generasi milenial atau generasi gadget. Tentunya mereka dapat membantu memajukan koperasi dengan teknologi informasi seperti layaknya usaha perbankan.
20171030_1110021817386679.jpg
Peresmian peluncuran oleh Bapak AAGN Puspayoga dan Bapak Irsyad Muchtar (Dok:penulis)
Di acara peluncuran buku yang ketiga ini (sebelumnya sudah terbit dua buah buku di tahun 2012 dan 2015), sejumlah koperasi melakukan dialog bersama pejabat terkait yang hadir diantaranya bapak Wahyu selaku Ditjen Pajak, bapak Agus Muharam selaku  Sekretaris Mentri Koperasi UKM, bapak Meliadi Sembiring selaku Deputi Bidang Kelembagaan, ibu Emilia Suhaimi selaku Dirut LLP UKM, bapak Braman Setyo selaku Dirut LPDB UKM dan juga ibu Yuni Hegarwati, selaku tuan rumah dari acara peluncuran buku ini juga sebagai Dirut PT Dua Visi (Majalah PELUANG).
Dalam dialog yang dipandu oleh Dedy “Miing” Gumelar ini berjalan atraktif dan santai, para hadirin yang bertanya sebagian besar menanyakan tentang pemberlakuan peraturan pajak kepada koperasi. Mereka merekomendasikan peraturan pajak khusus kepada koperasi agar perlakuannya tidak sama dengan transaksi jual beli umumnya. Hal tersebut terkait dengan pengenaan pajak berdasarkan PPn Pasal 4 Ayat 1, pajak SHU sudah dikenakan pajak namun anggota yang menerima pajak juga masih dipungut pajak. Juga dikeluhkan tentang pemberlakuan PPh Pasal 22 tentang pungutan hasil pertanian dan peternakan bahan baku industri, dimana anggota peternak masih dipungut pajak pakan ternak sebesar 0,25%.
Dengan adanya peluncuran Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017 ini justru menjadi ajang bagi para pegiat koperasi untuk mengajukan beberapa permintaan terkait mengenai pajak koperasi yang dirasa tidak adil tersebut. Poin-poin permintaan tersebut dirangkum sebagai berikut:

  • Peninjauan ulang terhadap PPh Pasal 4 ayat 1 tentang jasa/bunga simpanan anggota kepada koperasi simpan pinjam atau unit simpan pinjam.
  • Pemberian insentif khususnya PPn keluaran atas transaksi dengan anggota koperasi
  • Peninjauan ulang atas tarif PPh Badan atas laba/Sisa Hasil Usaha koperasi
  • Pemberian insentif PPh Pasal 4 Ayat 1 atas SHU yang diterima anggota dari bagian SHU koperasi
  • Peninjauan ulang terhadap PPh pasal 22 tentang pungutan hasil pertanian dan peternakan bahan baku industri
  • Peninjauan terhadap tarif PNBP bagi koperasi pegawaqi negeri sipil yang menggunakan aset/fasilitas negara.

Semoga dengan pengajuan peninjauan ulang tersebut dapat memberikan efek kerja yang semakin bagus kedepannya. Bagaimanapun koperasi sebagai warisan budaya bangsa Indonesia tentu diharapkan dapat tumbuh dan berkembang serta memakmurkan para anggotanya.

 
HQ’17
 
 
 

0 Replies to “Launching Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017”

  1. Semoga koperasi Indonesia makin maju, dan para penerus bangsa tetap suka membaca. Karena membaca buku sangat bermanfaat.

    1. Hai mbak Ria,setuju banget, sudah seharusnya ya generasi muda ikut juga memajukan koperasi kita. Terima kasih sudah berkunjung ya.

  2. Hihihi dulu aku taunya juga koperasi tuh ya buat beli atk aja loh mbak… Makin kesini baru nyadar kalau ternyata arti koperasi tuh luaaasss banget…

    1. Hai Natara..iya nih, saya juga dulu taunya koperasi sekolah tempat kita membeli ATK ya. Semoga koperasi sekarang bisa lebih maju dan menjadi soko guru perekonomian kita ya. Terima kasih sudah berkunjung.

  3. Hihihi dulu aku taunya juga koperasi tuh ya buat beli atk aja loh mbak… Makin kesini baru nyadar kalau ternyata arti koperasi tuh luas banget…

  4. Sepertinya saat ini sudah agak sulit ya menemukan koperasi di area publik. Biasanya koperasi adanya ditmpt2 tertentu seperti di sekolah atau di perusahaan pemerintahan ya.
    Semoga kedepannya koperasi lbh maju dan berkembang lg ya

    1. Hai mbak Ria, memang koperasi sekarang keberadaannya tidak seterkenal usaha lain. Tapi semoga dengan apresiasi tentang kinerja koperasi di buku 100 Koperasi Besar Indonesia dapat memicu koperasi lain untuk lebih aktif lagi. Terima kasih sudah berkunjung ya.

  5. Sudah sangat jarang memang saat ini ditemukan koperasi. Sangat membantu sekali ya buat masyrakat. Kalau dikantorku memang ada koperasi dan sangat membantu karyawan dalam siman injam, membeli sesuatu barang dan lain-lain.

    1. Hai Tika..iya ya memang sudah jarang banget.Kantor kanu Astra kan?kan masuk dalam penghargaan juga deh koperasinya.

  6. Di cibubur juga ada koperasi dan sangat maju. Tadinya kupikir koperaasi cuma ada di sekolahan dan kantoran aja mba ternyata bnyk ya

    1. Hai indri, makasih sudah berkunjung ya…wahh,koperasi dari perusahaan atau mandiri yang di cibubur itu?Seneng ya kalo ada koperasi yang maju.

Leave a Reply