Mulai dari Tujuh Detik Saja, Ramadhan Kejar Pahala

ramadhan kejar pahala

Bulan ramadan tinggal beberapa hari lagi, umat Muslim menyambut dengan suka cita bulan yang penuh rahmat dan berkelimpahan berkah ini. Sebisa mungkin kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan walau hanya sebesar batu kerikil dan beberapa detik saja, karena kita tidak pernah tahu sampai kapan kita akan tetap berada di dunia ini.

Memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada sekarang inilah yang banyak dilakukan agar saat bulan #RamadhanKejarPahala dapat kita lakukan. Hal tersebut juga dilakukan Rumah Zakat menyambut bulan suci ramadan dengan berbagai program yang mereka buat untuk terus #BergerakNyata untuk Indonesia tercinta.

ramadhan kejar pahala

Ramadhan Kejar Pahala berawal dari Tujuh Detik Saja

Waktu yang singkat di dunia sudah seharusnya dilakukan dengan banyak melakukan amal kebaikan pada sesama. Apalagi di bulan suci ramadan, di mana kita dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan, tentu kita tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Begitu pula yang dilakukan dengan Rumah Zakat yang meluncurkan gerakan Ramadhan Kejar Pahala #BergerakNyata untuk Indonesia, dengan target membahagiakan 1 juta penerima manfaat dari Aceh hingga Papua. Program istimewa ini dilakukan sebagai momentum ramadan yang menyuguhkan ragam menu program seperti Berbagi Ifthar, Infak Sembako Keluarga, Syiar Qur’an, Sedekah Takjil, Sajadah Masjid, dan Ramadhan Bebas Hutang.

Bersama donatur dan para mitra pula, Rumah Zakat memberdayakan 1,5 juta penerima manfaat dan sebanyak 19,5% penerima manfaat dari program ekonomi Rumah Zakat dapat keluar dari garis kemiskinan dan mengalami peningkatan kesejahteraan. Melanjutkan tahun sebelumnya, di tahun 2023 Rumah Zakat menargetkan minimal 15% penerima manfaat keluar dari garis kemiskinan.

Baca juga: #BergerakNyata untuk Indonesia bantu Entaskan Kemiskinan

ramadhan kejar pahala
Ki-ka: Ustad Erick Yusuf, CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha, MC Joko Pamungkas.

Dalam menyambut momen ramadan ini pula Rumah Zakat melakukan Gerakan Bersih-bersih 1000 Masjid di Indonesia. “Gerakan ini bertujuan untuk membuat masjid menjadi nyaman saat digunakan untuk beribadah di bulan ramadan. Rumah Zakat juga menyalurkan karpet masjid dan juga Al Qur’an yang merupakan titipan dari para donatur”, ungkap CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha di acara press conference Launching Single Tujuh Detik Saja, kemarin (21/03) di Farabi Music Education Center milik musisi Dwiki Dharmawan.

ramadhan kejar pahala

Mesjid yang bersih, wangi, rapi tentunya akan membuat jamaahnya akan merasa nyaman dan fokus dalam beribadah. Bagaimanapun kebersihan itu adalah sebagian dari iman, kalau bukan kita sebagai umat Muslim yang merawat dan meramaikan mesjid sebagai rumah ibadah kita, siapa lagi yang akan melakukan dan memberikan contoh teladan yang baik bagi anak cucu generasi muda soleh dan sholehah penerus bangsa dan agama.

ramadhan kejar pahala

Dalam peluncuran Single lagu Tujuh Detik Saja ini hadir sang musisi Dwiki Dharmawan, Ustad Erick Yusuf dan juga CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha. Kolaborasi yang dilakukan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan waktu di bulan ramadan untuk memperbanyak melakukan kebaikan, mengejar pahala sebanyak-banyaknya.

Single lagu Tujuh Detik Saja ini bercerita tentang penyesalan seorang hamba yang telah menyia-nyiakan waktu hidup di dunia. Inspirasi lagu ini menurut Ustad Erick Yusuf diambil dari pengalamannya ketika di jalan melihat seorang bapak yang sepertinya membutuhkan bantuan, namun tidak segera dilakukan karena memikirkan hal lain. Ketika memutuskan untuk kembali ke jalan tersebut untuk membantu sang bapak ternyata si bapak sudah tidak ada di jalan itu.

ramadhan kejar pahala
Dwiki Dharmawan dan ustad Erick Yusuf kolaborasi single Tujuh Detik Saja

Hal ini membuat Ustad merasa bersalah karena tidak dapat segera membantu si bapak. Kejadian inilah yang menginspirasi beliau dalam pembuatan single lagu Tujuh Detik Saja yang liriknya juga mengandung salah satu doa pertobatan yang diucapkan oleh Nabi Adam ketika melanggar perintah Allah SWT. Bunyi doa tersebut yaitu :

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Doa tobat nabi Adam ini merupakan bentuk pengakuan dan upaya untuk kembali padaNya serta merendahkan diri karena membutuhkanNya.

Inspirasi Tujuh Detik Saja juga diambil dari kisah orang yang telah meninggal namun apabila diberi kesempatan beberapa detik saja untuk melakukan pertobatan dan berbuat baik. Hal ini menginsyaratkan betapa meruginya orang-orang yang telah menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah SWT selama di dunia.

Single lagu Tujuh Detik Saja ini merupakan single religi pertama yang dibuat dalam format FMA (Fractional Music Asset) dan dapat diakses melalui https://netra.live/ dan jugapada 30 platform DSP (Digital Service Provider) utama, seperti Spotify, Apple Music, dsb.

Aplikasi transparansi Zakat Rumah Zakat 2.0

Selain itu untuk memberikan kemudahan menunaikan zakat oleh para donatur seperti lacak zakat, laporan zakat, penghitungan zakat dengan kalkulator zakat, Rumah Zakat sejak Desember 2022 telah meluncurkan aplikasi Rumah Zakat App.2.0. Dengan aplikasi ini juga para donatur dapat melihat beragam program ramadan yang ada di Rumah Zakat.

Aplikasi yang bisa diunduh di Google Play dan AppStore ini telah memiliki 5000 pengguna aktif. Alhamdulillah dengan aplikasi ini para donatur mendapatkan laporan transparan mengenai donasi yang mereka keluarkan untuk kepentingan umat, khususnya di bulan ramadan ini.

ramadhan kejar pahala

 

Leave a Reply