Jadikan Masa New Normal sebagai Peluang dan Tantangan Usaha Direct Selling

tantangan dan peluang direct selling di era new normal

Masa pandemi yang sudah berjalan 2 tahun ini memberi banyak pelajaran bagi kita semua. Kalo ngomongin dampak, kita semua terdampak akibat pandemi ini. Gak cuma dampak kesehatan tapi juga dampak ekonomi. Sebagai tulang punggung keluarga dan pencari nafkah tunggal, saya merasakan sekali dampak ekonomi akibat pandemi ini. Tawaran pekerjaan berkurang yang otomatis berimbas ke pemasukan, sementara kebutuhan sehari-hari harus terus dipenuhi.

Baca juga: Pengalaman Isolasi Mandiri di Rumah ketika Terkonfirmasi Positif Covid-19

tantangan dan peluang direct selling di era new normal
(pic by: pixabay)

Sempet lho terlintas di benak saya tentang para pelaku usaha direct selling di masa pandemi ini. Bayangin aja di masa pandemi ini pelaku usaha berlomba-lomba menjual produk, barang dan jasa melalui online agar mereka tetap survive. Bagaimana dengan para pelaku usaha direct selling atau penjualan langsung? Pas banget nih apa yang saya pertanyakan terjawab di APLI Indonesia talkshow hari terakhir yang diadakan Jumat (17/12).

Mengangkat tema Implementasi New Normal pada Industri Direct Selling dalam Era Digitalisasi terhadap Para Pelaku Usaha, talkshow APLI hari terakhir ini sama seperti di dua hari sebelumnya juga disiarkan secara live melalui channel youtube APLI dan juga via zoom. Talkshow terakhir ini merupakan bagian dari rangkaian acara APLI Convention yang terdiri dari talkshow, expo dan juga pemberian award yang menjadi puncak acara tahunan APLI.

Baca juga: APLI talkshow day 2

tantangan dan peluang direct selling di era new normal

Peluang dan tantangan pelaku penjualan langsung

Imbas pandemi pada pelaku usaha juga dialami oleh pelaku penjualan langsung. Walau secara omzet mengalami banyak penurunan di 2 tahun terakhir pandemi ini, namun kabar baiknya terjadi peningkatan pada mitra usaha dari 6,3 juta di tahun 2019 naik menjadi 7,3 juta di tahun 2021. Selain itu juga terjadi peningkatan di jumlah komisi dan bonus yang dibagikan kepada mitra usaha dari 4,9 triliun menjadi 5,1 triliun di tahun 2020.

tantangan dan peluang direct selling di era new normal

Oke Nurwanto, Dipl., Ing, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri mengingatkan para pelaku penjualan langsung untuk tetap berada di koridornya sesuai dengan pedoman di PP No. 5/2021 dan PP No. 29/2021 tentang Kebijakan Penjualan Langsung. Mengapa begitu? Karena ditemukan beberapa pelanggaran yang ditemukan di lapangan, seperti menjual barang yang tidak tercantum dalam program pemasaran, alamat yang tidak ditemukan atau berhenti beroperasi tanpa pemberitahuan, belum mencantumkan nama perusahaan dan dijual dengan sistem penjualan langsung, over claim produk dan atau program pemasaran serta ditemukannya penjualan barang di ecommerce.

tantangan dan peluang direct selling di era new normal
Oke Nurwan dan Ina H. Rachman

Dengan adanya pelanggaran ini pemerintah berharap melalui APLI dapat berkoordinasi dengan anggotanya untuk menciptakan iklim penjualan yang kondusif dan bersama-sama menghadapi situasi new normal ini. Diperlukan strategi khusus agar dapat bersama-sama menghadapi perkembangan teknologi yang serba digital, namun juga menyesuaikan dengan ketentuan yang harus dipenuhi.

Karena bagaimanapun perubahan trend yang serba digital ini harus dihadapi oleh pelaku penjualan langsung. Tinggal bagaimana hal tersebut dapat diimplementasikan tanpa melanggar aturan yang ada.

Walau persaingan di dunia penjualan era digital ini semakin meningkat, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang bukan tidak mungkin juga dapat dilakukan oleh penjualan langsung melalui wadah yang tepat yang diorganisir oleh APLI sebagai organisasi bagi pelaku penjualan langsung.

Semoga dengan diadakannya rangkaian talkshow APLI ini dapat membawa perbaikan untuk kemajuan dan kebaikan pelaku penjualan langsung kedepannya.

tantangan dan peluang direct selling di era new normal

Leave a Reply