Pengalaman Isolasi Mandiri di Rumah Ketika Terkonfirmasi Positif Covid-19

Tips isolasi mandiri

Musibah dapat menimpa siapa saja dan dimana saja. Mendapatkan musibah bukan berarti penderitaan tiada akhir. Sebagaimana saya yakini bahwa Tuhan tidak akan menguji umatNya sesuai dengan kemampuannya. Justru dengan adanya musibah, ada hikmah dibalik itu dan insyaAllah akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Terkait dengan musibah yang saya alami ini, saya bahkan sama sekali tidak menduga bahwa saya akan mengalaminya. Virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 yang sedang mewabah di dunia termasuk di Indonesia. Ya, saya terdeteksi positif Covid-19 beberapa waktu lalu dan inilah pengalaman saya melakukan isolasi mandiri di rumah.

Tips isolasi mandiri
Tetep happy walau positif Covid-19

Virus Corona atau Covid-19

Covid-19 yang pertama kali terjadi di Wuhan, Cina akhir Desember 2019 lalu akhirnya menyebar juga sampai ke Indonesia. Virus ini sangat cepat pergerakannya dan menyebar melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas.

Dilansir dari who.int droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya. Kita dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika kita berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi Covid-19. Kita juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut kita.

Oleh sebab itu penggunaan masker selama di luar rumah diwajibkan untuk membantu mencegah penularan virus ini. Selain itu juga kita harus menjaga jarak minimal 2 meter dan rutin mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik dan membilasnya dengan air bersih yang mengalir.

Pergerakan virus yang terbilang sangat cepat ini melanda hampir tiap negara di dunia, termasuk di Indonesia. Data yang saya dapatkan per tanggal 15 September 2020 dari who.int sebesar 3.507 kasus positif dari sebelumnya ditemukan 2 kasus positif pertama kali di Depok, pada awal Maret 2020.

Dimana kena virusnya? Kok bisa?

Kejadian mewabahnya Covid-19 ini membuat saya extra hati-hati ketika berada di luar rumah. Protokol kesehatan 3M selalu saya terapkan. Namun seperti kata pepatah, untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak, sayapun terkonfirmasi positif virus tersebut.

Kalau ditanya kok bisa kena ya? Kenanya dimana? saya sendiri juga gak tahu kenapa. Yang saya pikirkan ketika saya mengetahui bahwa saya terdeteksi positif covid-19 ini yaitu segera melapor ke ketua RT di lingkungan tempat saya tinggal. Selain itu saya berusaha untuk tetap berpikir positif bahwa saya dapat melalui musibah ini dan segera sembuh.

Jadi sebelum saya memeriksakan diri ke dokter di puskesmas di sekitar tempat tinggal saya, saya mengalami demam. Namun hanya berselang 3-4 hari demam itu reda dan saya beraktifitas di luar rumah seperti sedia kala. Namun ternyata beberapa hari kemudian, saya mengalami demam lagi dan diikuti oleh penciuman saya yang mulai berkurang. Disini saya mulai curiga dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter di puskesmas.

Sesampainya di puskesmas, dokter menyarankan saya untuk melakukan swab tes di Puskesmas Kecamatan Tebet. Cerita lengkapnya saya tulis di sini.

Mengetahui hasil Swab tes yang positif membuat saya kaget. Saya merasa yakin bahwa saya baik-baik dan sehat-sehat saja karena ketika Swab tes dilakukan pun saya sudah tidak merasakan gejala demam yang ada. Bahkan penciuman saya juga sudah berangsur membaik. Tapi ternyata keyakinan salah, kemungkinan virus Covid-19 ini sudah masuk ke dalam tubuh saya dan menghasilkan reaksi.

Dari beberapa informasi yang saya cari dan saya dapatkan, saya berusaha untuk tetap berpikir positif untuk menjaga daya tahan tubuh saya. Karena daya tahan tubuh yang bagus akan membuat virus ini mati. Alhamdulillah, saya tidak memiliki penyakit bawaan yang dapat membawa dampak lebih buruk lagi.

Secara mental, penting banget kita jaga. Jangan terlalu kebawa stress karena berita-berita yang tidak mengenakkan. Syukurnya lagi saya mempunyai keluarga, teman dan kolega yang mendukung saya. Justru mereka banyak memberi dukungan baik secara moril maupun materil bahwa saya mampu dan bisa sehat dan pulih kembali seperti sedia kala.

Tips isolasi mandiri di rumah

Isolasi mandiri yang saya lakukan terhitung sejak pertama kali saya periksakan diri ke dokter di Puskesmas Manggarai lebih dari 14 hari. Selama masa isolasi mandiri itu, saya melakukan kegiatan harian seperti biasa.

Banyak yang menanyakan bagaimana keadaan anak-anak ketika saya positif Covid-19. Alhamdulilah mereka semua sehat, tidak menunjukkan gejala seperti yang saya alami. Ketika saya konsultasikan ke dr. Rachma mengenai anak-anak, beliau mengatakan bahwa anak-anak tidak perlu dilakukan swab atau rapid tes sepanjang mereka tidak menunjukkan gejala.

Swab tes di Puskesmas Tebet

Berikut langkah-langkah mengenai isolasi mandiri yang saya lakukan di rumah:

  1. Tetap berada di dalam rumah selama 14 hari. Walaupun berada di dalam rumah, tapi tetap bisa melakukan kegiatan seperti biasa.
  2. Hindari kontak dengan orang serumah dengan menyiapkan ruangan yang berbeda dengan mereka. Usahakan tetap menjaga jarak minimal 1-1,5 meter dengan mereka.
  3. Siapkan ruangan dengan ventilasi yang baik, sehingga udara segar dan sinar matahari dapat keluar masuk dengan leluasa.
  4. Tetap menggunakan masker walaupun di dalam rumah, terutama ketika keluar dari kamar dan bertemu dengan anggota keluarga lainnya.
  5. Gunakan perlengkapan terpisah, seperti perlengkapan mandi, perlengkapan makan dan juga barang-barang lainnya. Cuci baju terpisah dengan baju kotor anggota keluarga lainnya.
  6. Rutin membersihkan benda-benda sekitar rumah, seperti pegangan pintu, jendela, sapu, meja, kursi. Bersihkan dengan menggunakan sabun atau bisa juga dengan menyemprotkan cairan desinfektan.
  7. Atur penggunaan kamar mandi dengan anggota keluarga lain apabila kamar mandi diguakan bersama dan selalu dibersihkan dengan desinfektan setiap kali selesai menggunakan kamar mandi.
  8. Tetap terapkan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, konsumsi buah dan sayur, banyak minum air putih hangat dan juga tambahan multivitamin. Tetap konsumsi obat jika gejala belum mereda. Namun Alhamdulillah selama isolasi mandiri saya tidak menampakkan gejala lagi. Tidak lupa juga lakukan olahraga ringan selama 15-30 menit sambil berjemur di bawah sinar matahari.
  9. Me time atau hibur diri sendiri. Lakukan hal-hal yang dapat membuat diri kita senang, seperti mendengarkan musik, menonton film. Saya yang tadinya tidak terbiasa menonton drama Korea (drakor) malah jadi punya keasikan sendiri dengan menonton drakor. Jangan sampai isolasi mandiri ini malah membuat diri seperti terisolasi dari dunia luar.
  10. Tetap pantau perkembangan kesehatan. Disini saya banyak melakukan konsultasi melalui chat Whatsapp dengan dr. Rachma mengenai perkembangan isolasi mandiri saya dan anak-anak.

Oiya mengenai asupan makanan dan sembako selama saya isolasi mandiri, dari pihak keluarga besar juga Kelurahan melalui RT di tempat saya tinggal mengirimkan bantuan. Bahkan tetangga kanan kiri juga teman-teman saya ikut mengirimkan makanan dan juga vitamin. Alhamdulillah saya dan anak-anak tidak kekurangan dan saya sangat berterima kasih kepada keluarga, teman di komunitas yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah membantu dan mendukung saya selama menjalani isolasi mandiri.

Setelah melakukan isolasi mandiri lebih dari 14 hari dan tidak adanya gejala yang terjadi pada saya dan juga anak-anak, dokterpun mengeluarkan Surat Keterangan Sehat untuk kami sekeluarga. Alhamdulillah hingga saat ini saya dan anak-anak tetap sehat wal afiat dan tetap mematuhi protokol kesehatan ketika berada di luar rumah.

Tips isolasi mandiri
Surat keterangan sehat

Dengan kejadian ini memberi hikmah bahwa kesehatan itu sangatlah berharga. Yuk tetap patuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker dengan baik dan benar, Mencuci tangan dengan sabun, dan Menjaga jarak serta tidak berkerumun), supaya terhindar dari virus Covid-19. Semoga pandemi ini juga segera berakhir. Ammiin.

Tips isolasi mandiri

 

 

 

46 Replies to “Pengalaman Isolasi Mandiri di Rumah Ketika Terkonfirmasi Positif Covid-19”

  1. Makasih banyak sharingnya kak. Btw aku juga kemarin isolasi mandiri ditambah was-was banget takut kalau-kalau bakal positif. Apalagi disini red zone mulu

    1. Halo ka Rio..makasih sudah mampir ya. Sehat-sehat ya..keep positif thinking dan tetap patuhi protokol kesehatan 3M..inshaAllah sehat dan terhindar dari covid-19 ini.

  2. Dede Ariyanto says: Reply

    Banyak yang menyarankan mending isolasi mandiri yah dibanding ke rumah sakit. Kalo kita kena, obatnya apa sih kalo boleh tau kalo memang harus minum obat?

    1. Halo mas Dede. Untuk isolasi mandiri sih tergantung seberapa berat gejalanya ya. Kalo kasus saya kan bisa dibilang tidak bergejala atau gejala ringan, makanya dokter menyarankan untuk isolasi mandiri di rumah bukan di rumah sakit. Karena kalo semua pasien positif covid-19 di rawat di rumah sakit yah kasihan rumah sakitnya pasti gak akan tertampung. Makanya ada prosedur dimana isolasi mandiri di rumah dilakukan bila pasien memang masih bisa untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Untuk obat,kebetulan saya hanya minum paracetamol aja karena hanya demam yang saya rasa, selebihnya gak ada jadi gak dikasih obat yang lainnya juga. Semoga membantu ya jawabannya.

  3. Diah Woro Susanti says: Reply

    Alhamdulillah ikut senang sekarang mba Hida udah sehat. Susah juga ya dijelasin kalau ditanya, kenanya di mana? Wes ga penting itu mah, fokusin sm kesembuhan aja yes ­čśś

    1. Alhamdulillah…betul banget..daripada mikirin kena darimana dan sama siapa,mending fokus ke jaga kesehatan deh. Makasih ya, sehat-sehat juga tuk mbk Diah sekeluarga.

  4. Memang baiknya jika sudah ada tanda-tanda mendingan kita menjauhi keluarga dulu agar tidak terpapar kemudian isolasi mandiri dengan tetap memperhatikan kesehatan kita seperti olahraga, konsumsi multivitamin

    1. Halo mbak..makasih ya udah mampir. Sehat-sehat juga untuk mbak Dwi sekeluarga.

  5. alhamdulillaaaaah.. peluuuk virtual dari jauh yaaa
    tetap semangat demi anak anak tercinta

    1. Alhamdulillah mak Neng…makasih juga tuk doa dan supportnya ya. Peluukk

  6. Alhamdulillah ya mba sekarang sudah sehat, musibah memang datangnya tidak terduga ya, yang penting kita selalu berfikir positif dengan yang Allah berikan di dalam hidup kita, pasti semua ada hikmahnya yang akan membuat kita lebih baik dan semakin banyak bersyukur

    1. Iya alhamdulillah banget. Makasih ya..sehat-sehat juga untuk kamu dan keluarga.

  7. wajib banget hati hati emang saat di luar ruangan ya mbak, terlebih ketika berinteraksi dengan orang baru atau orang yang kita nggak tau dia abis dr mana aja huhuhu

    1. Halo ka…makasih udah mampir. Sehat-sehat ya.

  8. Alhamdulillah sekarang sudah sehat ya mba, budeku juga kena tapi dirawat di RS karena ada penyakit jantungnya, sebulan di RS dan sekarang lagi isolasi mandiri di rumah jalan 2 minggu. Semoga kita semua diberikan kesehatan ya. Makasih sharingnya mba

    1. Sehat-sehat untuk kamu dan budemu ya.

  9. Alhamdulillaaaah udah sehat ya, Mbaak. Aku ikut seneng. Semoga Mbak Hida dan anak2 tetap sehat terus yaaa

    1. Iya..alhamdulillah banget. Makasih yaa

  10. Terima kasih mba sharing-nya. Penting banget nih bagi kita semua untuk tetap menjaga tubuh dan pikiran kita juga ya agar nggak stress juga. Salut sama dirimu yang berani jujur, padahal ini perlu banget dicontoh, lho! karena banyak orang yang malu kalau mereka positive covid-19 padahal bukan aib kok. Sehat-sehat ya mba

    1. Makasih sudah mampir ya, sehat-sehat buat kamu juga.

  11. Alhamdulillah sudah sehat kembali ya, mba.. Btw sekarang banyak yang positif, di sekitar saya juga mulai ada, dan ternyata mereka itu tidak menunjukkan gejala-gejala apapun.

  12. […] Baca juga: Pengalaman Isolasi Mandiri di rumah ketika terkonfimasi Positif Covid-19 […]

  13. Saya tuh pingin banget wawancara pasien mantan Covid Mbak. Pingin tau apa yang dirasakan dan bagaimana menghadapinya. Syukurlah ada tetangga dan teman yang baik ya, di luar sana banyak yang dijauhi jadi kasihan kan yang seperti ini

    1. Halo mbak..walau ada yang berprasangka negatif, biar ajalah..toh yang mendukung lebih banyak. Yang penting tetap patuhi protokol kesehatan 3M.

  14. Saya dan keluarga juga isolasi mandiri Mbak. Gak positif Covid sih cuma sempet kontak erat dengan kakak kandung yang terkonfirmasi positif. Wah lebaran beneran di rumah aja waktu itu. Sehat selalu ya Mbak

    1. Halo mbak..semoga sehat-sehat selalu ya.

  15. Kurnia amelia Subarkah says: Reply

    Alhamdulillah ya mak akhirnya bisa sembuh dari covid, papa ku baru hari ini keluar hasil swabnya alhamdulillah negatif. Semoga kita semua sehat dan bahagia selalu ya kak.

  16. Fenni Bungsu says: Reply

    Kejujuran memang diperlukan ya karena banyak hikmah dan banyak yang membantu dari berbagai pihak. Semoga jadi inspirasi banyak orang, bahwa covid itu nyata, soalnya masih ada juga yang nyantai nggak mau pakai masker ­čÖł

    1. Betul banget. Protokol kesehatan 3M jangan sampai lengah, kita masih berjuang ditengah pandemi ini.

  17. Alhamdulillah akhirnya sembuh ya mbak…semoga selalu sehat…begitu juga dengan anak-anak…

    1. Ammiinn..makasih yaa.

  18. Mba, selama isolasi mandiri ini tidak diberikan antibiotik ataupun antivirus oleh dokter kah?
    Semoga sehat-sehat selalu ya mba sekeluarga.

    1. Halo mbak. Karena aku udah gak bergejala lagi, jadi dokter gak kasih obat-obatan mbak,paling paracetamol aja. Kalo multivitamin, aku sedia sendiri.

  19. Adriana Dian says: Reply

    Alhamdulillah udah sehat lagi ya mak.. Sempet kaget denger mak hida positif covid kemarin, alhamdulillah aku ikutan seneng dan bersyukur mak hida udah sehat lagiii.. Makasi sharingnya ya maaaak.. Sehat sehat selalu ya mak hida dan keluarga.. Aamiin..

    1. Alhamdulillah…makasih sudah mampir, ya.

  20. Alhamdulillah mba Hilda sudah sehat sekarang, terima kasih banget udah sharing pengalamannya ya mba. Tetap semangat selalu..

    1. Ammiin..makasih sudah mampir ya.

  21. Ini yg ku pikirkan kalau isolasi mandiri dengan space rumah terbatas gimana ya. Seperti tempatku toilet cuma 1, ruangan juga minimalis kudu gimana kalau harus physical distancing dengan orang rumah. Terima kasih banyak sharingnya ya Mbak.

    1. Hai helena..iya kalo tempat sempit bingung ya. Tadinya aku juga bingung,tp dijalani aja sesuai petunjuk dokter..dan alhamdulillah semua berjalan lancar dan sekarang sudah sehat. Makasih ya udah mampir.

  22. Anang Tri Wahyudi says: Reply

    Saya juga baru selesai isolasi mandiri
    Tanggal 16 November saya mulai flu dan agak demam

    Tanggal 20 saya rapid swab antigen dan dinyatakan positif (kondisi sudah kehilanhan indra penciuman)

    Puncaknya hari Minggu (hari ke-7 sejak gejala) demam dan tenggorokan gatal disertai turunnya saturasi oksigen

    Intinya tingkatkan iman dan imun supaya virus bisa dikalahkan

    Alhamdulillah sekarang sudah dinyatakan sehat oleh pusksesmas

    1. Halo ka..terima kasih ya sudah berkenan mampir. Alhamdulillah semangat sehat ya, ka.

  23. […] Baca juga :┬áPengalaman Isolasi Mandiri di Rumah ketika Terkonfirmasi Positif Covid-19 […]

  24. Terima kasih sudah berbagi cerita ya mba. Aku jd tau bagaimana prosedurnya kalau positif itu gmn dsb.
    Memang sehat itu skrg jadi hal yg teramat penting ya. Harus pintar atur wkt buat tidur, makan makanan bergizi dsb. Juga mengatur pikiran juga penting supaya terhindar dr stress ya.
    Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan ya dimasa pandemi ini. Amin.

    1. Iya mbak Olin. Sehat-sehat ya buat mbak Olin sekeluarga.

  25. Alhamdulillah udah sehat lagi ya mak… Semoga selalu sehat terus ya… Makasih banget sharingnya…

Leave a Reply