Pengalaman Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Pengalaman Vaksin Sinovac

Gak pernah menyangka bahwa pandemi Covid-19 ini masih berlanjut hingga di tahun 2021 ini. Walaupun di beberapa negara sudah ada yang menjalani kehidupan normal, namun di Indonesia korban positif Covid-19 ini masih tinggi. Bahkan sedihnya lagi varian baru dari Covid-19 juga bermunculan, yang menambah panjang para korban positif.

Saya percaya pemerintah Indonesia sudah berusaha untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Covid-19 ini dengan menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, mulai dari 3M hingga 10M. Salah satu upaya pemerintah menekan penyebaran virus ini yaitu dengan memberikan vaksinasi pada masyarakat yang berada di garda terdepan berdasarkan prioritas.

Sekarang ini bahkan untuk mempercepat target herd immunity, vaksin juga diberikan kepada anak-anak yang berusia 12-17 tahun. Hal tersebut dilakukan mengingat sudah banyak sekali jatuh korban akibat pandemi Covid-19 ini. Mengetahui informasi tentang vaksin tersebut, tentunya melegakan karena kita juga tidak ingin terkurung terus-menerus karena pandemi ini. Apalagi saya juga pernah terpapar virus Covid-19 ini setahun lalu, tepatnya di bulan Agustus 2020.

Baca juga: Pengalaman Isolasi Mandiri di Rumah ketika Terkonfirmasi Positif Covid-19

Pengalaman Vaksin Sinovac
Vaksin Covid-19 dosis pertama

Ketika mengetahui bahwa pemberian vaksin Covid-19 ke masyarakat umum sudah dimulai, saya pun segera mencari informasi di mana kiranya saya bisa mendapatkan vaksin tersebut. Walaupun saya pernah terpapar Covid-19, tapi karena kejadiannya sudah hampir setahun lalu maka saya sudah bisa mendapatkan suntikan vaksin tersebut.

Vaksin Covid-19 dosis pertama

Karena di lingkungan tempat saya tinggal tidak mendapatkan jadwal pastinya, saya berinisiatif untuk mendaftar vaksin di tempat lain. Ada banyak institusi dan lembaga yang mengadakan layanan suntikan vaksin Covid-19 ini, seperti dari KAGAMA, Ikatan Alumni UI, Dompet Dhuafa dan masih banyak lagi. Ketika Dompet Dhuafa membuka pendaftaran vaksin Covid-19 untuk masyarakat umum yang berusia 18 tahun keatas dan mempunyai KTP, saya bergegas mendaftar melalui link pendaftaran dan memilih tanggal 25 Juni 2021.

Pengalaman Vaksin Sinovac

Ketika harinya tiba, saya menyiapkan foto kopi KTP dan langsung menuju lokasi pemberian vaksin Covid-19 di Gedung Philantrophy Dompet Dhuafa yang berada di area Pejaten, Jakarta Selatan. Pukul 9.15 WIB saya tiba di lokasi vaksin dan diberitahu petugas keamanan bahwa pelaksanaan vaksin berada di lantai dasar tepatnya di area parkir gedung.

Pengalaman Vaksin Sinovac

Pengalaman Vaksin Sinovac
Lokasi penyuntikan vaksin

Registrasi

Sebelum mendapatkan suntikan vaksin, saya melakukan registrasi di meja yang telah ditentukan. Saya lihat sudah banyak masyarakat yang datang dan menunggu dengan tertib panggilan dari pihak panitia. Setelah melakukan registrasi, saya diberikan selembar kertas yang harus diisi berisi informasi data diri dan juga nomer antrian.

Pengalaman Vaksin Sinovac
Antri registrasi dulu yaa..tetep jaga jarak
Pengalaman Vaksin Sinovac
Lembar data dan nomer antrian vaksin

Sambil menunggu nama saya dipanggil, saya menyempatkan diri melihat-lihat lokasi pemberian vaksin. Panitia menyiapkan tempat untuk menunggu antrian dengan kursi yang berjarak dan diwajibkan menggunakan masker.

Screening

Pengalaman Vaksin Sinovac
Pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah
Pengalaman Vaksin Sinovac
Pengukuran saturasi oksigen

Proses selanjutnya setelah registrasi yaitu screening, dimana petugas memeriksa suhu tubuh saya, tekanan darah dan juga saturasi oksigen dalam tubuh. Alhamdulillah suhu tubuh saya normal di angka 36,5 derajat Celsius, sedang saturasi oksigen saya 99 dan tekanan darah normal di angka 120/90. Padahal biasanya tekanan darah saya rendah, tapi alhamdulillah hari itu normal. Selanjutnya menunggu panggilan lagi untuk proses berikutnya.

Konsultasi dokter

Pengalaman Vaksin Sinovac
Meja konsultasi dokter

Setelah proses screening selesai dilakukan, saya dipanggil lagi untuk bertemu dokter yang menanyakan riwayat kesehatan saya, seperti apakah ada penyakit bawaan tertentu, apakah ada alergi obat, dan apakah sedang mengkonsumsi obat-obatan di 3 hari terakhir ini. Mumpung lagi ketemu dokter, saya mengambil kesempatan ini untuk banyak bertanya terutama mengenai vaksin yang akan disuntikkan ke tubuh saya.

Pengalaman Vaksin Sinovac
Konsultasi dokter

Menurut informasi yang saya terima vaksin Covid-19 yang diijinkan dan digunakan  oleh pemerintah Indonesia berdasarkan uji klinis WHO ada 3 merk yaitu vaksin AstraZeneca, Sinovac dan Sinopharm. Kebetulan vaksin yang akan saya dapatkan yaitu vaksin Sinovac. Bagi saya sih, mau AstraZeneca, Sinovac atau Sinopharm tidak menjadi masalah, yang penting saya mendapatkan vaksin sebagai ikhtiar saya melindungi diri dan juga orang terdekat.

Vaksin

Ketika berhasil melewati proses screening dan konsultasi dokter tadi, saya merasa lega sekali, akhirnya saya mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama. Petugas yang memberikan suntikan meminta saya duduk dan bersikap relaks dan tenang. Walau bukan kali pertama disuntik, tetap aja momen disuntik ini sempat membuat saya deg-degan. Tapi alhamdulillah ketika jarum suntik mulai disuntikkan saya sudah bisa rileks. Yes, akhirnya saya mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama.

Pengalaman Vaksin Sinovac
Suntik dulu yaaa

Untuk mengantisipasi efek samping dari pemberian vaksin Covid-19 ini, dokter memberikan saya obat penurun panas untuk diminum apabila beberapa saat setelah vaksin saya mengalami demam atau suhu tubuh tinggi.

Sertifikat

Setelah vaksin saya tidak serta merta bisa langsung pulang, tapi diminta untuk tetap di tempat selama kurang lebih 30 menit untuk observasi apakah ada gejala-gejala yang mengarah ke efek samping suntik vaksin. Alhamdulillah, saya tidak merasakan efek samping apapun dan bisa langsung pulang dengan membawa sertifikat sebagai bukti bahwa saya sudah divaksin Covid-19 dosis pertama. Oiya sertifikat vaksin ini juga bisa dilihat melalui laman atau aplikasi pedulilindungi.id termasuk juga jadwal vaksin dosis kedua.

Pengalaman Vaksin Sinovac
Sertifikat vaksin 

Lega rasanya setelah selesai divaksin. Inilah ikhtiar saya supaya bisa melindungi diri dari pandemi Covid-19 ini. Walaupun begitu, protokol kesehatan tetap saya lakukan baik di rumah, apalagi ketika di luar rumah. Setelah mendapatkan vaksin dosis pertama, 28 hari setelahnya saya dijadwalkan mendapatkan vaksin dosis kedua untuk melengkapi proses vaksinasi.

Pengalaman Vaksin Sinovac
Finally, I got vaccinated

 

 

 

Leave a Reply