Dengan Imunisasi bersama Melindungi dan Terlindungi

pentingnya imunisasi bersama melindungi dan terlindungi

Pernah gak sih teman-teman mendengar ada orang tua yang melarang anaknya untuk diimunisasi? Saya pernah. Saya maklum sih apabila ada orang tua yang melarang anaknya untuk diimunisasi. Bukan berarti saya mendukung anti vaks ya. Maklum disini, bisa jadi orang tua tersebut masih belum menyadari pentingnya imunisasi pada anak untuk kedepannya nanti. Mungkin saja karena ketidaktahuan atau minimnya informasi yang didapat membuat mereka melarang anaknya imunisasi.

pentingnya imunisasi berama melindungi dan terlindungi
Pekan Imunisasi Dunia 2018

Oleh sebab itu, Pekan Imunisasi Dunia diperingati yang jatuh pada tanggal 24-30 April 2018, fokus pada tindakan kolektif yang diperlukan dalam menjamin setiap orang terlindungi dari penyakit yang bisa dicegah oleh vaksin. Mengusung tema “Capai Imunisasi Lengkap: Bersama Melindungi dan Terlindungi”, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebagai organisasi profesi yang mengabdikan diri untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia menggelar Seminar Media dengan mengundang media dan juga blogger agar dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Berbagai fakta utama menarik yang ditemui terkait dengan imunisasi yaitu bahwa imunisasi mencegah penyakit , kecacatan, dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi (termasuk tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, pneumonia, gondongan, diare akibat rotavirus, rubella dan juga kanker serviks). Imunisasi sekarang ini bahkan mencegah 2-3 juta kematian setiap tahunnya, ditambah lagi 1,5 juta kematian dapat dicegah apabila cakupan imunisasi global meningkat. Hal ini membuktikan bahwa dengan imunisasi resiko kematian akibat penyakit dapat dicegah dengan imunisasi.

pentingnya imunisasi bersama melindungi dan terlindungi
Pentingnya imunisasi bersama melindungi dan terlindungi

Cakupan Imunisasi Global 2016

Imunisasi yang telah dilakukan sepanjang tahun hingga 2016 antara lain :

  • Haemophilus influenza tipe B (Hib) yang dapat menyebabkan meningitis dan pneumonia. Vaksin Hib telah diperkenalkan di 191 negara, pada area Amerika mencapai 90%, Pasifik Barat 28%, Asia Tenggara hingga tahun 2016 mencapai 80%.
  • Hepatitis B adalah inveksi virus yang dapat menyerang hati. Vaksin Hepatitis B untuk bayi telah diperkenalkan secara luas di 186 negara.
  • Human pappilomavirus (HPV) yaitu inveksi virus yang paling sering menyerang sistem reproduksi dan dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker lainnya, juga kutil kelamin pada laki-laki juga perempuan.
  • Campak, penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus campak, biasanya menyebabkan demam tinggi dan ruam yang berujung pada kebutaan bahkan kematian.
  • Mumps/Gondongan, yaitu virus yang sangat menular yang menyebabkan pembengkakan disertai nyeri pada sisi wajah dan dibawah telinga, demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
  • Polio merupakan infeksi virus yang sangat menular dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
  • Rotavirus, penyebab umum pada penyakit diare berat pada anak-anak di seluruh dunia. Vaksin rotavirus ini telah diperkenalkan pada 90 negara hingga 2016 ini.
  • Rubella yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus dan biasanya berdampak ringan pada anak-anak, namun efeknya dapat menyebabkan kematian janin atau sindrom rubella kongenital (menyebabkan cacat otak, jantung, mata dan telinga) di tri semester pertama pada wanita hamil.
  • Tetanus, penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang tumbuh tanpa adanya oksigen, misalnya pada luka kotor atu tali pusat bayi yang tidak terjaga kebersihannya.
pentingnya imunisasi bersma melindungi dan terlindungi
Dr. Vinod Kumar Bura, Medical Officer, EPI World Health Organization Indonesia

Di Indonesia cakupan imunisasi dasar lengkap telah diterapkan bagi bayi usia 0-11 bulan. Karena imunisasi itu memang seharusnya diberikan sejak dini untuk mencegah penyakit-penyakit yang tidak kita inginkan, bahkan juga kematian akibat penyakit tersebut yang nyatanya dapat dicegah dengan imunisasi. Berdasarkan rekomendasi dari IDAI imunisasi pada anak sebaiknya dilakukan hingga usia 18 tahun, seperti pada tabel berikut ini:

pentingnya imunisasi bersama melindungi dan terlindungi
Jadwal Imunisasi Anak

Walaupun pemerintah telah mewajibkan imunisasi dasar lengkap dengan gratis tanpa biaya apapun, namun masih ada orang tua yang tidak membawa anaknya untuk imunisasi. Berdasarkan RisKesDa (Riset Kesehatan Dasar) 2013, ada beberapa alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi , yaitu: takut panas, keluarga tidak mengijinkan, tempat imunisasi yang jauh, sibuk, sering sakit bahkan tidak mengetahui tempat untuk imunisasi.

Ketidaktahuan orang tua dan keluarga akan pentingnya imunisasi ini menjadi tantangan tidak hanya bagi pemerintah tapi juga seluruh pihak yang terkait. Pemberian vaksin pada imunisasi juga seringkali menjadi sumber keraguan, apakah vaksin yang digunakan itu resmi dari pemerintah atau palsu. Seperti berita pemalsuan vaksin beberapa waktu lalu.

Amankah Vaksin bagi anak?

Apa sih vaksin dan vaksinasi itu?Vaksin adalah suatu produk yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit dan dapat diberikan melalui jarum suntik, melalui kulit atau diberikan dengan melalui mulut juga dapat dengan penyemprotan. Sedang Vaksinasi adalah tindakan penyuntikan organisme yang mati atau dilemahkan selanjutnya akan menghasilkan kekebalan tubuh terhadap organisme tersebut.

Pembentukan vaksin juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada tahap-tahap yang harus dilakukan mulai dari tahap preklinik berupa riset di laboratorium yang diujikan, juga fase-fase klinis untuk memastikan keamanan vaksin dan respon kekebalan tubuh. Apabila teruji klinis dan aman, fase selanjutnya tidak berhenti disitu saja, namun ada fase lisensi, yang di Indonesia ditangani oleh Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) dengan rekomendasi komnas Obat/Vaksin. Setelah lulus lisensi dan digunakan juga masih ada tahap Post Marketing Surveillance yang bertujuan mendeteksi kejadian simpang yang jarang serta memantau keamanan jangka panjangnya.

pentingnya imunisasi bersma melindungi dan terlindungi
Nara sumber di Pekan Imunisasi Dunia

Jadi walaupun vaksin yang sudah teruji klinis dan mendapatkan lisensi serta digunakan di pasaran pun tetap di pantau oleh pemerintah dalam hal ini oleh Komite Nasional (KomNas) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Pernah kan teman-teman dengar berita tentang kejadian kematian bayi atau yang mengalami kelumpuhan pasca imunisasi. Hal tersebut belum tentu akibat imunisasi, bisa saja itu berita hoax yang beredar dipasaran hingga akhirnya meresahkan masyarakat dan membuat bayi tidak mendapatkan haknya untuk diimunisasi.

BPOM yang berperan dalam memastikan mutu vaksin yang diduga penyebab kasus KIPI dan melalukan pemeriksaan. Proses produksi vaksin yang melalui tahap riset yang panjang serta menggunakan standar Good Clinical Practive juga berdasarkan kode etik yang ketat. Jadi walaupun telah dilisensi, vaksin tetap dipantau oleh pemerintah, maupun badan-badan independen yang kompeten.

pentingnya imunisasi bersma melindungi dan terlindungi
Vaksin Aman

Imunisasi Halal

Meskipun demikian, tidak dipungkiri, masih banyak berita-berita miring tentang imunisasi bahkan yang terkait dengan keagamaan. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak DR. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA bahwa “Hukum asal dari segala sesuatu selain ibadah adalah mubah (boleh) sampai ada dalil yang menunjukkan akan keharamannya” (Al-Asybah Wa An-Nadzaair: 60).

pentingnya imunisasi bersma melindungi dan terlindungi
DR. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA dalam Pekan Imunisasi Dunia

Terkait dengan imunisasi ini MUI (Majelis Ulama Indonesia) bahkan telah resmi mengeluarkan Fatwa tentang Imunisasi. Dalam fatwanya tersebut, pertama terdapat ketentuan umumnya yaitu:

  1. Imunisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu dengan cara memasukkan vaksin.
  2. Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup tetapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lain, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.
  3. al-Dlarurat adalah kondisi keterpaksaan yang apabila tidak diimunisasi dapat mengancam jiwa manusia.
  4. al-Hajat adalah kondisi keterdesakan yang apabila tidak diimunisasi maka akan dapat menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang.

Berdasarkan ketentuan umum tersebut, maka ketentuan hukumnya adalah:

  1. Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhyiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.
  2. Vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci.
  3. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram.
  4. Imunisasi dengan vaksin yang haram dan/atau najis tidibolehkan, kecuali: a. digunakan pada kondisi al-dlarurat atau al-hajat; b. belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci; c. adanya keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya  bahwa tidak ada vaksin yang halal.
  5. Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.
  6. Imunisasi tidak boleh dilakukan jika berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).

Dari fatwa MUI tersebut, diharapkan masyarakat kita dapat menerima bahwa imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat menyebabkan kematian atau kecacatan. Sebaiknya masyarakat juga dapat lebih bijak memilah informasi-informasi dan berita hoax yang diragukan kebenarannya sebelum mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya. Imunisasi untuk kepentingan kesehatan sangat dianjurkan, bahkan dapat dikatakan wajib jika berpegang pada sadudzdzari’ah.

 

 

 

 

25 Replies to “Dengan Imunisasi bersama Melindungi dan Terlindungi”

  1. Alhamdulilah imunisasi anak-anakku sudah lengkap dan kini selalu sehat dan ceria bisa bermain bersama kawan-kawannya.

    1. Hai Sif..alhamdulillah..ikut seneng deh dengernya. Semoga anak2 kita sehat-sehat selalu ya.

  2. Aku senang deh dapat kabar PCV bentar lagi wajib. Soalnya pneumonia menjadi penyakit yang membunuh banyak balita tertinggi di Indonesia. Terima kasih ya infonya. Aku percaya imunisasi baik untuk kesehatan anak dan lingkungan.

  3. Kalau imunisasi dasar sih anak2ku udah semua tapi yg tambahan itu mahal2 ya biayanya.

    1. Iya mbak..yang dasar anak-anakku juga udah lengkap imunisasinya. Tinggal yang tambahannya aja

  4. Imunisasi itu sifatnya jaga2 penting bnget dan memang harus lengkap y mba,untungnya anak2ku udah semu smoga kita terhindr dr pnyakit apapun

    1. Hai Utie…betul nih, dengan imunisasi kita bukan saja melindungi anak-anak kita tapi juga mencegah penyakit datang dan mengenai orang lain juga. Thanks atas kunjungannya ya.

  5. dulu ibuku anti imunisasi nih kak, tapi makin kesini dapet informasi valid dari pemerintah, makin terbuka pikirannya. makanya penting banget informasi yang benar seputar imunisasi di sebarluaskan ya

    1. Hai Nov..iya ya, mungkin karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian orang tua jaman dahulu. Nah sekarang jadi tugas kita untuk mensosialisasikan pentingnya imunisasi. Terima kasih sudah berkunjung ya.

  6. Betul sekali untuk anak harus lebih ekstra dalam kesehatan. Terutama imunisasi harus tuntas.

    1. Hai Tika…yup setuju, imunisasi memang harus tuntas. Hingga hasilnya juga bisa terlihat. Terima kasih sudah berkunjung ya.

  7. Imunisasi itu namanya ikhtiar.. boleh kok. Makanya kalau bisa seluruh anak Indonesia itu diimunisasi. Cm susah sih di Indo Ada anti vaksin

    1. Hai Fika…iya, ikhtiar yang insyaAllah akan membawa kebaikan ya. Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan komen positif.

  8. Dengan semakin di publikasikannya, program imunisasi semakin menyadari masyarakat betapa penting perannya terutama utama pertumbuhan anak

    1. Hai Siti…betul, semoga kesadaran masyarakat terus tumbuh ya dan makasih sudah berkunjung dan berkomentar positif.

  9. Semoga makin banyak sosialisasi imunasasi jadi membuka pikiran masyarakat biar anaknya diimuniasasi

    1. Hai Hanni..yup, semoga kesadaran itu bisa semakin meluas ya. Terima kasih tuk kunjungannya.

  10. Alhamdulillah untuk urusan imunisasi ini aku termasuk yang tipe disiplin… Imunisasi memang penting bgt ya…

    1. Hai Natara…Alhamdulillah ya. Semua yang kita lakukan terkait imunisasi kan memang untuk kepentingan dan kesehatan anak kedepannya, ya gak?

  11. Kalo ragu imunisasinya, bisa ulang lagi dari aeal ya mba.. Lebih baik mencegah dari pada nangis yaa

    1. Halo Echi..insyaAllah asal kita yakin imunisasi sebagai salah satu cara kita mencegah terjadinya penyakit berbahaya pada anak-anak. Terima kasih sudah berkunjung ya.

  12. Aku sih gak mendukung tp juga gak menolak. Tp jika memang vaksin sgt dibutuhkan dan dpt menolong anak kecil dari serangan penyakit berbaya, ya kenapa tidak?

    1. Hai Dewi..terima kasih ya tuk kunjungannya. Imunisasi memang pilihan orang tua kok, karena mereka yang lebih berhak menentukan pilihan utk anak-anaknya. Tapi kalo buat saya pribadi, kalo memang imunisasi itu jalan untuk mencegah terjadinya penyakit, kenapa gak?InsyaAllah imunisasi menjadi salah satu usaha dalam mencegah terjadinya penyakit berbahaya pada anak-anak kita.Ammin.

  13. Hari gini tidak mau di vaksin hadeeuh kasian ya dengan yg punya pemikiran seperti itu , semoga ke depan ny kesadaran masyarakat akan imunisasi makin baik

    1. Hai bun Nov…bener, semoga dengan banyaknya tulisan-tulisan tentang penting dan manfaatnya imunisasi membuka kesadaran masyarakat untuk lebih aware lagi ya. Makasih tuk kunjungannya bun.

Leave a Reply