Preman Pensiun dari Layar Kaca Televisi ke Film Layar Lebar

Preman Pensiun dari layar kaca televisi ke film layar lebar

Kecimpringgg… Masih inget ga dengan teriakan khas penjual cemilan ini di salah satu sinetron di televisi kita sekitar 3 tahun lalu. Yup..betul banget, sinetron Preman Pensiun sempat membuat heboh jagat persinetronan Indonesia.

Preman Pensiun dari layar kaca televisi ke film layar lebar

Cerita kehidupan para preman di sebuah terminal ini mengambil setting di Bandung, Jawa Barat. Cerita kehidupan sehari-hari yang dikemas sederhana dengan balutan aksen Sunda yang kental.

Tiga tahun berlalu, tahun ini di awal tahun 2019 Preman Pensiun kembali hadir. Bukan di layar kaca tekevisi, melainkan di layar lebar.

Film Preman Pensiun ini masih diperankan oleh pemain-pemain yang sama. Ada Epy Kusnandar yang memerankan Muslihat aka Kang Mus, orang kepercayaan Kang Bahar, the God Fathernya Bandung.

Tidak berlebihan bila saya katakan film Preman Pensiun ini membawa kenangan dan menjawab kerinduan para penonton di sinetron sebelumnya. Selain Kang Mus masih dengan bisnis kacimpringnya dan keresahannya akan anak gadis semata wayangnya yang mulai beranjak remaja.

Walau mantan preman, kang Mus juga merupakan sosok ayah, suami dan juga menantu yang mencintai keluarganya. Rasa cintanya kang Mus wujudkan dalam bentuk perhatian dan berusaha menyenangkan serta menjaga keluarganya.

Preman Pensiun dari layar kaca televisi ke film layar lebar

Begitu pula dengan sosok dan kehidupan anggota Preman Pensiun lainnya. Ada kang Murad dan kang Pipit, duo preman yang seringkali bersama-sama yang bekerja sebagai satpam di salah satu pusat perbelanjaan. Kehadiran kang Murad dan kang Pipit ini selalu ditunggu-tunggu kekonyolan tingkahnya. Bisa dibilang, ada kang Murad, pasti ada kang Pipit.

Preman Pensiun dari layar kaca televisi ke film layar lebar
Bersama Kang Mus

Tidak jauh berbeda dengan sinetronnya, film Preman Pensiun yang disutradarai oleh Aris Nugraha dari ANP Films ini merupakan produksi MNC Pictures yang menjadi tantangan tersendiri bagi sang sutradara sekaligus penulis skenario dan ide ceritanya.

Vakum selama 3 tahun sejak 2015 pertama kali ditayangkannya, sutradara film Preman Pensiun ini berusaha melanjutkan versi sinetronnya ke layar lebar.

Untuk menjawab kerinduan para penggemar akan film Preman Pensiun, maka tidak ada yang berubah dengan para pemain dan lokasi cerita.

Uniknya gala premier pemutarannya dilakukan di 2 kota, yaitu Jakarta dan Bandung. Latar belakang budaya Sunda masih menjadi pertimbangan pihak rumah produksi untuk melakukan gala premier di Bandung, Jawa Barat

Bandung dipilih sebagai kota kedua gala premier film Preman Pensiun karena memiliki nilai historis tersendiri. Sama seperti versi serial televisinya, Bandung dijadikan kota utama berlangsungnya syuting film Preman Pensiun.

Preman Pensiun dari layar kaca televisi ke film layar lebar
Bersama Kang Murad dan Kang Pipit

Berkisah tentang Gobang yang kembali ke pasar setelah tiga tahun pulang ke kampung halamannya untuk beternak lele. Begitu juga dengan anggota yang lain seperti Ujang, Bohim, Dikdik, yang juga mempunyai usaha masing-masing.

Pertemuan dengan teh Kinanti, salah satu putri dari Kang Bahar yang mengabarkan tentang 1000 tahun kepergian Kang Bahar. Di scene ini jelas terlihat sisi kesetiaan Kang Mus terhadap keluarga Kang Bahar.

Film Preman Pensiun banyak bercerita tentang keluarga. Karena pada intinya keluarga itu tidak akan terpisahkan dan tetap menjadi keluarga.

Kisah di film Preman Pensiun dibuat lebih kompleks namun tidak meninggalkan ciri khas versi serial televisinya.

Komedi satir yang dikemas dalam dialog-dialog yang ringan dan pas, masih kental nuansa Indonesia dapat disaksikan bersama keluarga. Yuk ramai-ramai tonton keseruan Preman Pensiun pada tanggal 17 Januari nanti.

Preman Pensiun dari layar kaca televisi ke film layar lebar
Bersama rekan-rekan Indonesia Social Blogpreneur dan cast Preman Pensiun

PREMAN PENSIUN

Sutradara
ARIS NUGRAHA

Skenario & Ide Cerita
ARIS NUGRAHA

Produser Eksekutif
TOHA ESSA
DIDI ARDIANSYAH
FERRY ARDIYAN
DEBORAH DEBBY WAGE

Produser
MIFTHA S YAHYA
REGGI DJUNDJUNAN

Produser Kreatif
LUKMAN SARDI

PEMAIN
Epy Kusnandar        Sebagai Muslihat
Tya Arifin                Sebagai Kinanti
Sindy Lasmana       Sebagai Kinasih
Anzanie Kamilah Sebagai Kirani
Soraya Rasyid       Sebagai Imas
Deny Firdaus.         Sebagai Murad
Ica Naga                Sebagai Pipit
Dedi Moch Jamasari Sebagai Gobang
Andra Manihot        Sebagai Dikdik
Abenk Marco          Sebagai Cecep
M Fajar Hidayatullah Sebagai Ujang
Kris Tatoo                 Sebagai Bohim
Mang UU                       Sebagai Mang UU
Edoh Nining Yuningsih Sebagai Ceu Edoh
Vina Ferina.            Sebagai Esih
Safira Maharani       Sebagai Safira
Isye Sumarni           Sebagai Emak
Sadana Agung Sulistya Sebagai Rendy

 

 

 

 

 

5 Replies to “Preman Pensiun dari Layar Kaca Televisi ke Film Layar Lebar”

  1. Asyik, bisa lihat lagi dong aksi dari preman pensiun nih. Aku suka sama Kang Pipit, dia itu gahar, tapi lucu banget. Badannya gagah udah 1 paket deh sama Kang siapa tuh aku lupa namanya. 🤣 Tapi, bakal ngebayangin deh kalau nanti nonton rame-rame sama orgtua bakal bisa ketawa bareng.

  2. Pipit dan Murad bagaikan anak kembar, serupa tapi tidak sama.

    Sama plontos dan sama mantan preman dalam film preman pensiun. Lucunya biar bertato dan berotot tapi kompak. Adegan naik motor berdua, duh gandengannya dekap nya kuat sekali seperti orang yang lagi pacaran

  3. wah besok udah tayang nih, weekend ini mau ajak keluarga nonton ah 😀

  4. Asyik ih bisa ketemuan langsung sama pemainnya.

  5. Suka bgt sama filmnya, jadi pengen nonton berulang ulang, soalnya lucu dan endingnya ga ketebak

Leave a Reply