Program PEN sebagai Pusat Layanan Konsultasi Bisnis UMKM

Pusat Layanan Konsultasi Bisnis UMKM

Seperti yang sama-sama kita ketahui, imbas dari pandemi Covid-19 ini mengenai berbagai sektor terutama ekonomi. Banyak perusahaan mulai dari skala besar, menengah hingga kecil terdampak pandemi ini.

Pemerintah berusaha mengantisipasi dampak pandemi ini dengan berfokus pada sektor ekonomi terutama Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Untuk itu pemerintah hal ini Kementrian Koperasi dan UKM membuat program konsultasi bisnis dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pusat Layanan Konsultasi Bisnis UMKM

Baca juga : PIP Lakukan Penundaan Angsuran Kredit pada Program Kredit UMi

PEN sebagai layanan konsultasi bisnis UMKM

Dalam konperensi pers yang dihadiri langsung oleh Mentri Koperasi dan UKM, Teten Masduki ini dikatakan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran yang lumayan besar untuk PEN ini, yaitu sebesar Rp123,46 triliun.

Pemerintah mengeluarkan 6 program utama dalam PEN ini yaitu :

  • Pertama, subsidi bunga sebesar Rp35,28 triliun yang terdiri atas:
    Subsidi bunga perbankan dan perusahaan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp4,967 triliun. Adapun pelaksana program ini adalah 42 instansi (bank, lembaga pembiayaan, dan koperasi).
    Selain itu terdapat subsidi bunga perbankan dan perusahaan pembiayaan melalui program non KUR Rp 27,195 triliun. Pelaksana program ini adalah 102 bank umum, 1570 BPR, dan 10 perusahaan leasing.
    Juga subsidi bunga BUMN sebesar Rp2,592 triliun yang pelaksanaannya oleh PT PNM melalui UMi dan Mekaar serta Pegadaian.
    Terakhir subsidi bunga BLU dan koperasi sebesar Rp526 miliar dan  pelaksana programnya ditangani oleh 4 BLU Pengelola Dana (PIP, LPDB, P2H, LMPUKP dan 297 Koperasi mitra BLU).
  • Kedua, penempatan dana untuk restrukturisasi sebesar Rp78,780 triliun. Dimana pelaksana program ini adalah HIMBARA (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN).
  • Ketiga, belanja Imbal Jasa Penjaminan (IJP) sebesar Rp5 triliun. Pelaksana program ini adalah Askrindo dan Jamkrindo.
  • Keempat, penjaminan untuk modal kerja (stop loss) sebesar Rp1triliun yang pelaksanaan programnya ditangani melalui Askrindo dan Jamkrindo.
  • Kelima, PPh Final Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar Rp2,4triliun. Untuk pelaksana program ini adalah Ditjen Pajak.
  • Keenam, pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB sebesar Rp1triliun. Pelaksana program ini adalah LPDB-KUMKM.

Per 1 Juli 2020, jumlah UMKM yang telah menerima manfaat program PEN adalah 212.846 KUMKM. Sedang total penyaluran PEN untuk KUMKM hingga 1 Juli 2020 mencapai Rp 250,16 miliar atau 0,20% dari anggaran Rp 123,460 triliun.

Pusat Layanan Konsultasi Bisnis UMKM

Kesemua program di atas dimaksudkan untuk menstimulasi UMKM melalui konsultasi bisnis yang ada di PEN denga harapan agar bisnis masyarakat ink segera pulih dari mati surinya.

Sebagai upaya tempat konsultasi bisnis bagi UMKM, PEN membantu unit-unit usaha baru agar bisa berkembang dan bertumbuh, sehingga bisa menopang roda ekonomi yang nyaris macet belakangan ini.

Selain itu PEN dimaksudkan agar masyarakat, khususnya pelaku dunia usaha bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan penyerapan dana PEN untuk KUMKM setiap hari, baik persentase total dana yang disalurkan maupun jumlah KUMKM yang menerima. Update perkembangan PEN ini nantinya akan terus dilakukan setiap hari melalui staf terkait di Kementrian Koperasi dan UMKM.

Pusat Layanan Konsultasi Bisnis UMKM

Hal ini merupakan salah satu langkah konsultasi bisnis baik untuk UMKM yang dilakukan pemerintah. Namun demikian, tetap diperlukan partisipasi aktif masyarakat untuk membantu menyukseskannya.

Program yang baik tak akan berjalan tanpa peran aktif kita. Untuk itu pemerintah menyediakan layanan Hotline 1500 587 atau Whatsapp 08111 450 587. Bahkan melalui media sosialpun masyarakat tetap dapat mengetahui perkembangan PEN setiap harinya di @kemenkopukm dan juga di website www.kemenkopukm.go.id

Semoga dengan adanya program layanan konsultasi bisnis Pemulihan Ekonomi Nasional ini, para pelaku bisnis baik kecil, menengah dan mikro dapat segera tertangani dan roda perekonomian dapat berjalan seperti biasa.

 

2 Replies to “Program PEN sebagai Pusat Layanan Konsultasi Bisnis UMKM”

  1. makasih sharingnya

  2. Adanya Covid-19 ini membuat banyak usaha mandeg, mbak. Tau ada juga bisnis yang tumbuh selama masa pandemi. Bisnis kuliner selama pandemi banyakan main online. PEN merupakan langkah strategis pemerintah mengingat cukup banyak sektor usaha yang mati suri. Semoga stimulus ekonomi ini bisa berguna untuk pengembangan UMKM ke depannya.

Leave a Reply

error: Jangan coba-coba copas yaa !!