Tips Cegah Stunting Sejak Dini

cegah stunting selalu penting

Stunting, salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat kita yang prevalensinya masih tinggi. Masalah stunting bukan saja menjadi masalah satu atau dua lembaga saja tapi menjadi permasalahan kita bersama karena terkait dengan masa depan generasi anak-anak kita nanti.

Permasalahan stunting dampaknya tidak main-main. Efek sampingnya berakibat pada jangka pendek maupun jangka panjang. Pada jangka pendek, stunting menyebabkan pertumbuhan tinggi badan anak menjadi pendek serta melambatnya respon intelektual. Sedang efek jangka panjang menyebabkan gangguan metabolik ketika dewasa yaitu meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, stroke dan jantung.

cegah stunting selalu penting

Stunting dan Pentingnya PMBA Optimal

Dilansir dari situs https://p2ptm.kemkes.go.id, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Di Indonesia, survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Dari data Riskesdas 2018 saja menyebutkan prevalensi obesitas pada balita sebanyak 3,8% dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Peningkatan stunting secara cepat terjadi pada rentang usia 6-23 bulan. Di sinilah peran ibu sebagai orang terdekat sangat penting dalam mencegah terjadinya stunting dengan memberikan dan menerapkan gizi seimbang pada bayi dan balita.

Cegah stunting selalu penting

Permasalahan stunting sebenarnya dapat dicegah sejak dini yaitu sejak dari kehamilan pertama hingga 1000 hari kelahiran. Penerapan gizi pada ibu hamil dan menyusui penting agar stunting pada bayi dan balita dapat dicegah. Selain itu pada balita yang mulai mendapatkan makanan pertamanya atau MPASI dengan menerapkan gizi seimbang.

Sri Sukotjo seorang Nutrition Specialist dari UNICEF lndonesia mengatakan bahwa PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) yang optimal harus diterapkan agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dan permasalahan stunting dapat dicegah. Praktek PMBA harus dilakukan dengan mengikuti kaidah berikut:

  • Pemberian makanan pertama kali pada bayi usia minimal 6 bulan
  • Frekuensi, jumlah dan tekstur pemberian makanan disesuaikan dengan usia bayi/anak
  • Penyiapan, penyimpanan dan pemberian makanan secara aman dan higinis
  • Pemberian makan secara responsif dan berdasar pengasuhan
  • Pemberian makan pada anak saat sakit dan sesudahnya

Baca juga: Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-62, Kementrian Kesehatan menggelar webinar tentang stunting dengan mengambil tema “Cegah Stunting Selalu Penting” melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung di channel youtube Kemenkes. Narasumber yang hadir dalam webinar Kamis pagi (03/02) ini menghadirkan:

  • Sri Sukotjo, Nutrition Specialist – UNICEF lndonesia
  • Andriyani Wagiyanto, Head of Nutrition and Health – Unilever
  • Fransisca Wulandari, Grants Manager – Tanoto Foundation

Cegah stunting selalu penting

Dalam pemaparannya, Andriyani Wagiyanto mengatakan menghadapi permasalahan stunting ini, pihak swasta dalam hal ini Unilever berinisiatif melakukan perbaikan gizi melalui berbagai program-programnya, antara lain:

  1. Standarisasi nutrisi internal, di mana dalam setiap produk makanannya 87% sudah selaras dengan standar WHO.
  2. Reformulasi produk, antara lain: pilihan kecap dengan 30% kurang gula, produk es krim yang diformulasikan secara bertanggung jawab untuk anak dengan pembatasan kalori dan lemak, jus buah dengan kandungan buah asli, pilihan bahan herbal, peluncuran produk sebagai alternatif daging yang berbasis nabati, dan bumbu kaldu yang dibuat dengan garam beriodium.
  3. Menciptakan kebiasaan pola makan yang baik dan hidup bersih, melalui program Program Ibu dan Balita & Komunitas Sehat, Program Sekolah dan
    Pesantren Sehat, Unilever Brightfuture, dan Program Nutrimenu.

cegah stunting selalu penting

Sejalan dengan yang dilakukan Unilever dengan programnya yang mendukung pemerintah dalam mencegah stunting dan menaikkan penerapan gizi seimbang pada anak, begitu pula yang dilakukan Tanoto Foundation untuk masyarakat Indonesia dengan programnya. Tanoto Foundation melakukan studi dan juga pelatihan ke berbagai daerah di Indonesia agar masyarakat lebih kreatif dalam menciptakan menu-menu yang memiliki nilai gizi seimbang.

 

Tips mencegah stunting sejak dini

Cegah stunting sejak dini
(pic by: Pixabay, edit by: Canva)

Untuk menghadapi bonus demografi dan menyambut Indonesia Emas 2045, kita dapat melakukan pencegahan stunting sejak dini dengan penerapan (intervensi) sebagai berikut:

1.Promosi dan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) 

Pemberian makan pada bayi dan anak yang disesuaikan dengan frekuensi, usia dan tekstur makanan berdasarkan penerapan gizi seimbang.

2.Promosi dan konseling menyusui 

Pemberian ASI eksklusif hingga usia bayi 6 bulan, setelah itu baru boleh diberikan makanan pendamping ASI.

3.Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak 

Melakukan pemantauan perkembangan dan pertumbuhan anak melalui kartu pertumbuhan anak.

4.Pemberian suplemen tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil dan remaja serta pemberian vitamin A

Asupan tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja yang harus rutin dilakukan. Remaja, calon pengantin dan calon ibu yang sehat dan bergizi baik merupakan langkah awal mencegah anak stunting.

5.Penanganan masalah gizi dan pemberian makanan tambahan 

Penerapan gizi seimbang pada bayi dan balita menyesuaikan pada program isi piringku.

6.Tatalaksana gizi buruk 

Penanganan gizi buruk pada bayi dan balita yang harus terus diawasi dan diterapkan pelaksanaan gizi seimbang.

Dampak masalah gizi ini menjadi indikator pembangunan kesehatan bangsa yang berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus, apalagi Indonesia yang mendapatkan bonus demografi di tahun emas 2045 nanti. Yuk kita sama-sama cegah stunting untuk masa depan Indonesia yang gemilang.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply